
"enggak bisa gitu juga By, Gabriel juga salah kok. Lagian keluarga harus tau keadaan Gabriel sekarang, kalau terjadi apa apa gimana?" ucap Fira yang meyakinkan semua temannya
"Tapi biar Andin yang menghubungi keluarga Gabriel karena dia sudah kenal dan dekat, biar enggak ada salah paham juga nantinya" ucap Febby yang tidak kalah meyakinkannya
"Ya udah, kalian tunggu dulu disini!! aku bakal cari Andin sampe ketemu" ucap Fira yang berlalu meninggalkan ruangan tunggu
Fira menuju parkiran untuk mengambil mobil agar bisa mencari Andin ke kosnya, di parkiran Fira berpapasan wajah dengan bunga. dengan sangat jijik Fira menatap bunga dengan sinis dan berdengus kesal
"ngapain kamu kesini? masih enggak sadar ini semua karena kamu?" ucap Fira dengan kesal
"aku tau aku salah fir, aku mau liat keadaan Gabriel!!" ucap bunga lirih
"enggak usah!!!! yang ada kamu bakal di caci sama ana anak yang lagi nunggu di dalam!! pulang aja deh, sebelum Andin tambah murka" ucap Fira sambil mendorong bahu bunga dan berlalu pergi masuk ke dalam mobilnya
"kamu dimana sih, nomor enggak aktif gini" ucap Fira sendiri dalam mobil sambil meletakan benda pipih itu di telinganya dan melengo kekanan kiri.
*****
Sementara di suatu sisi, Andin melajukan mobilnya tidak tau arah sampai sesore ini entah kemana dia akan pergi, Andin melihat arah kanan jalur jalan yang terdapat taman bunga begitu indah. Dia putar mobil munuju jalur kanan untuk memasuki area taman, Andin sangat menikmati bunga bunga yang ada disana seakan hatinya sudah tenang tidak memikirkan masalah apapun.
"wah, tamanya indah banget!! aku suka" batin Andin dengan senyum sumringah nya.
Andin duduk di kursi taman bunga yang di penuhi oleh dedaunan yang berguguran di sekitarnya. dia merasa nyaman berada di taman, andin tampak bahagia melihat pemandangan itu. dia sangat cantik dengan senyuman yang terukir bibirnya, apalagi tubuhnya yang dibaluti pakaian warna biru campur cream yang membuat dia tampak lebih cantik.
"kenapa aku tidak pernah tau dengan taman ini? sejak kapan taman ini di buat?" tanya Andin dengan sendirinya yang masih menikmati keindahan taman
"Taman nya cantik ya tante?" tanya seorang anak kecil yang tiba tiba mendatangi Andin dengan senyum gemas lucunya
"iya, taman nya cantik! secantik kamu!!" balas Andin dengan senyum ramahnya
"Kata papa nacha cecantik mama" ucap anak itu dengan sedih dan sambil menundukkan kepalanya.
"kok jadi sedih gitu, kamu enggak cantik kalau sedih" ucap Andin sambil memegang kedua pipi anak itu dan mengelusnya lembut.
"Kalena nacha enggak pelnah tau wajah mama, enggak pelnah di cium dan di peluk mama"ucap nacha yang sudah meneteskan air matanya.
"maafkan Tante ya sayang, tente enggak tau!!" ucap Andin yang memeluk anak itu erat sambil mengelus rambutnya
"kamu siapa sayang?"sambung Andin sambil menghapus air mata anak itu dan melepaskan pelukannya
__ADS_1
"Nama aku Alumi Nacha Lajeta Tante" ucap nya sambil memegang tangan andin
"owh Alumi Nacha Lajeta, nama yang cantik kayak kamu yang cantik!" ucap Andin sambil mengelus puncak kepala Nasha
"bukan itu tante, tapi Alumi Nacha Lajeta" balasnya ingin merubah nama yang tidak benar itu
"Iya, Tante tau.. tadi kan Tante bilang itu" ucap Andin yang mengangguk dan membuat nacha bingung dengan cara apa agar Andin tau nama nya.
"hhmmmm, nacha enggak bica bilang ini" ucap nacha sambil menunjuk huruf R S Z yang di tuliskan nya di tanah tempat mereka sekarang
"hahahah.. Tante enggak tau, maaf ya sayang" Andin yang tertawa lepas karena ulah bocah itu
"kamu tau enggak gimana tulisan nama kamu?" sambung Andin
"Tau Tante, cebental nacha buat dulu" ucapnya yang langsung menulis huruf demi huruf untuk namanya itu
"ini Tante" sambungnya lagi.
"owh.. Arumi Nasha Ra..ze..ta" ucap Andin yang memahami tulisan anak itu sambil tersenyum ramah
"iya Tante, benal" ucapnya singkat sambil tertawa lucu
"wah... Nasha pintar sekali, siapa yang mengajari membuat huruf nama ini?" tanya Andin heran dengan anak kecil ini yang pandai walau umurnya belum cukup untuk mengerti.
"Nasha, kamu disini sayang?" ucap Aldi yang menemui Nasha, Aldi membulatkan matanya karena dia melihat Andin.
"Papaaaaaa" teriak Nasha sambil berlari kearah aldi yang membuat Andin kaget karena panggilan papa
"Papa?" tanya Andin yang menatap Aldi penuh kebingungan
"Iya Tante, ini papa nacha" jawabnya manja sambil melingkarkan tangannya ke leher aldi
"Nasha anak kamu mas?" tanya Andin masih bingung
"Tante kenal papa nacha ya" ucapnya girang senang
"Iya ndin, Nasha anak ku" ucap Aldi datar
"anak? apalagi yang tidak aku ketahui tentang kamu mas? dulu aku baru tau kalau kamu anak buk lora. sekarang anak?" batin Andin yang masih bingun dengan perasaannya.
"Jadi celama ini papa enggak bilang cama Tante kalau papa punya nacha?" tanya Nasha dengan gemas sambil melirik tajam papanya karena anak itu sangat pintar.
__ADS_1
"Yasudah, kami duluan ya ndin.. selamat sore" ucap Aldi dengan tangan menggendong Nasha dan berlalu pergi meninggalkan Andin.
flashback on!!!!
Setelah Aldi dari kampus untuk menjemput mamanya yang tak lain adalah buk lora, dia menuju pulang kerumahnya karena Nasha menyuruh nya cepat pulang, namun ketika Aldi mengajak nya ke kampus Nasha tidak ingin ikut karena malas melihat wanita wanita sombong di kampus itu. Nasha pernah di ajak buk lora kekampusnya namun yang dia temui wanita sombong.
sesampainya dirumah, Aldi lansung masuk ke kamar anaknya dan mendapati Nasha tidur siang, dengan segera Aldi berganti pakaikan ke kamar nya dan lansung tidur siang di kamar anak nya itu.
tidak terlalu lama tidur siang, Nasha pun bangun dan melihat papanya berada di samping dirinya sedang tertidur pulas.
"papa... papa... papa bangun" panggil Nasha sambil menggoyangkan kan tubuh Aldi
"iya, papa bangun" ucap Aldi singkat sambil duduk di sebelah nasha
"ayo kita mandi dan Cali mama pa" ajak Nasha yang menarik tangan Aldi
"ya sudah ayo, papa mandi dulu" ucap Aldi berlalu meninggalkan Nasha dikamar nya, karena Nasha akan di mandikan oleh baby sister yang selama ini menjaga Nasha.
setelah selesai mandi Aldi keluar kamar untuk turun ke bawah menemui anaknya, disana sudah ada Nasha yang rapi dan cantik menunggu Aldi.
"ayo papa, cepat" ucap Nasha penuh semangat mengajak papanya
"ayo sayang" ucap Aldi yang menarik tangan Nasha kearah mobil sambil membungkukkan badannya karena Nasha sangat kecil
Tidak terlalu jauh dari rumah, Ayah dan ini sudah sampai di taman. mereka sudah berjanji sebelumnya untuk datang ke taman ini melihat lihat calon mama Nasha.
Aldi memarkir kan mobil, tepat sebelah mobil Andin yang tidak dia ketahui sama sekali siapa pemilik mobil itu.
"Papa, Nacha mau minum"
"Yuk kita beli dulu"
"papa aja, nacha tunggu dicini cambil liat liat mama"
"baiklah, tunggu papa disini, jangan kemana mana" ucap Aldi meninggalkan anaknya
Nasha yang ditinggalkan Aldi melihat sosok wanita yang cantik, yang sudah jelas baik dari tampangnya yaitu andin. segera dia menemui dan mengajak nya bicara
flashback off!!!!
__ADS_1
"enggak nyangka banget kalau mas Aldi udah punya anak, kasihan anak itu yang enggak dapat kasih sayang dari sosok seorang mama" ucap andin lirih yang menatap kepergian Aldi dan Nasha