Demi Malaikat Kecil

Demi Malaikat Kecil
Bab 21 Wisuda 2


__ADS_3

Mama dan keluarga sangat terharu melihat papa yang menangis bangga karena Andin memperoleh nilai terbaik itu, begitu juga dengan Andin yang sangat senang dapat perhatian lebih dari orang tuanya. mama dan keluarganya bergantian mengucapakan selamat atas gelar nya.


Mereka yang dari tadi akan melakukan pemotretan sebagai kenangan segera menuju parkiran namun padangan Andin sudah teralihkan dengan sosok pangeran tampan yang menghadiri wisuda Andin



Sosok seorang Gabriel Batistuta yang dibalut pakaian putih dengan bis bergaris kuning biru bak seorang pangeran kerajaan membawas satu buket besar mawar putih, dia sudah tersenyum dari jauh untuk mendekati Andin dan keluarganya. Senyuman nya di balas Andin dengan lebar, begitu juga keluarganya yang melihat.


"Selamat siang semuanya, om dan Tante" sapa Gabriel sopan yang sudah mulai mendekat


"Selamat siang, eh sih Gabriel!!! kapan dari Afrika? tadinya om kira pangeran kerajaan dari mana yang nyasar hadiri wisuda andin" balas pak Riko yang tak lain papa Andin kaget melihat Gabriel datang


"Sudah satu bulan om" jawab Gabriel tersenyum ramah


"kapan balik Afrika nak Gabriel" tanya mama Andin"


"Minggu depan Tante, besok pulang kampung dulu buat ketemu keluarga sebelum berangkat" ucap Gabriel


"Begitu yah" jawab mama yang disenyumi oleh Gabriel


"Hai, Aku datang!! ini untuk mu!!


Rasa susah dan lelah selama menjadi mahasiswa terbayar lunas, kini memberikan hasil yang baik. Di hari wisudamu ini, izinkan aku mengucapkan selamat wisuda sayank. Kamu telah mendapatkan gelar sarjana yang kamu impikan. Semoga Kamu menjadi pribadi yang lebih baik lagi serta dapat mempertanggung jawabkan atas ilmu yang diperoleh. Menjalani pendidikan selama 4 tahun lamanya membuatmu pantas mendapatkan kelulusan. Kehidupan sebenarnya baru dimulai, jangan menyerah sayank. Taklukkan kesulitan dan sambut masa depan cerahmu dengan semangat" ucap Gabriel sambil menyerahkan buket bunga ketangan Andin.


Saudara saudara Andin yang mendengar kata selamat dari Gabriel mulai baper dan bersorak, membuat Andin tersipu malu sehingga wajahnya kini sudah seperti kepiting rebus. Papa mamanya yang melihat hanya senyum senyum saja karena anak gadis nya ini sudah mempunyai kekasih yang tulus padanya. Orang tua Andin sudah mengenal Gabriel di saat mereka mengantarkan Andin ke kosnya 3 tahun lalu, dan ada Gabriel juga disana yang sedang memberikan motor NMAK miliknya untuk Andin sebelum dia berangkat ke Afrika.


Kini wajah Andin dan Gabriel sudah tidak bisa dikatakan bagaimana merah nya karena di sorakan saudara Andin.


"uhum.. uhum.. uhum.... Abang ipar ini tampan seperti pangeran dengan pakaian nya itu dan romantis juga ternyata, kalimatnya bikin baper saja" ucap viola tertawa mengejek yang diikuti oleh saudara lainya.


jujur saja, Gabriel bukanlah seseorang yang romantis!! keromantisan yang dia lakukan hanya belajar dari orang orang sekitar dan Mbah Google. sementara kalimat selamat untuk Andin ini dia rangakai kemarin malam agar mantap untuk disampaikan sedangkan baju dia berusaha menghubungi desainer.


flashback on!!!!!!


Sore ini Gabriel menemui desainer terkenal yang bekerja sama dengan perusahaan nya untuk mengambil pakaian yang sudah di minta oleh Gabriel satu Minggu yang lalu dengan tema pakaian pangeran. Gabriel juga sudah minta satu buket bunga yang senada dengan bajunya, agar terlihat mach. tentu desainer terkenal itu menurut karena dia adalah anak bos perusahaan.


"Besok hari spesial untuk Andin karena wisudanya, aku harus terlihat tampan hingga Andin tidak melirik pria lain hahaha" ucap Gabriel pada desainer itu yang tidak jauh tua dari nya

__ADS_1


"Kamu jangan takut di saingi, wajah dan kemapanan mu tidak akan sanggup membuat Andin pergi!!!!! lagi pula apapun pakaian yang kau kenakan tetap saja menawan"


"Kau tau apa tentang wanita, kamu itu pria!!! yang tidak mengerti style dan seleranya" ucap Gabriel menyindir


"etssss!!!! jangan lupa bos, saya desainer termuda dan terkenal di daerah kita" ucapnya menyombong namun dengan senyum ramah


"ya ya ya, aku hampir lupa kau siapa! sudahlah aku ingin balik ke hotel untuk mencoba nya, terimakasih kerja sama mu kawan" ucap Gabriel sambil melambaikan tangan nya


Setelah mengambil keperluan nya yang dibawa desainer itu, Gabriel menuju hotel untuk mencoba.


Didalam kamar hotel itu, Gabriel senyum senyum sendiri melihat dirinya mengenakan baju yang itu dari pantulan cermin besar di depannya. Dia begitu mengagumi pakaian itu.


"tidak sia sia aku menyuruh mu, setelah menikah nanti akan aku angkat kau menjadi desainer pribadi untuk keluarga ku" gumam Gabriel


setelah selesai mencoba pakaian, diapun merebahkan badannya di kasur menatap langit-langit kamar memikirkan bagaimana cara dia menghampiri Andin besok agar terlihat surprise. Namun Seketika terlintas dibenaknya untuk datang lebih siang ke acara itu.


"Baiklah itu gaya ku besok!!!! tapi apa yang aku katakan agar terlihat romantis" ucap Gabriel sendiri memikirkan idenya itu, tak berfikir dia teringat akan Mbah Google dan segera membuka ponselnya


"Baiklah kita lihat satu persatu"


............................


............................


"ini, seperti sedih saja


............................


"ini, terlalu lebay!!!!!! aaaaaahhhggg" ucap Gabriel gusar yang sudah melihat Mbah Google



"Sudahlah, masalah kalimat bisa di atur yang penting ada selamat wisuda nya sayank" ucap Gabriel senyum sendiri mendengar kalimat itu


flashback off!!!!!!!!


"Sudah sudah, kalian jangan menertawakan mereka!! tidak sopan sekali itu" ucap buk Mona yang tak lain mama Andin sedikit marah

__ADS_1


"Kami ingin pergi ke pemotretan, nak Gabriel ikut saja ayo" sambung buk Mona


"Aku mau Tante, tapi apa iya boleh?" tanya Gabriel memastikan


"tentu saja boleh, om malah senang kalau kamu ikut" jelas pak Riko


merekapun berombongan keluar dari tenda untuk menuju parkir, yang lumayan jauh jauh jika berjalan namun tidak terasa jika rame seperti ini.


sesampainya di area parkiran, sedang asyiknya mengobrol Andin tidak memperhatikan orang orang yang berlalu lalang disekitarnya.


Sementara dari kejauhan nampak seorang anak kecil yang sedang memperhatikan tawa candanya.



Nasha yang duduk di pinggir jalan mengenakan gaun merah dan sepatu pita senada dengan bajunya sedang menunggu Aldi yang mengambil sesuatu di mobil. Nasha yang melihat Andin enggan untuk menyapa karena Andin tidak melihat nya sama sekali apalagi sedang bersama keluarga nya. Nasha ingin menghampiri Andin namun dia terlalu malu jika sendiri.


"Nashaaaa" panggil Andin yang sudah melihat Nasha sendirian duduk di pinggir jalan


"kenapa Nasha sendiri disini sayang? papa mana" tanya Andin yang sudah mulai mendekat


sementara Keluarga Andin yang melihat hanya diam saja karena tidak tau siapa anak yang di sapa nya itu, namun mereka sudah jatuh hati pada kecantikan anak yang lucu itu sehingga mereka mendekat termaksud Gabriel.


"Nacha cama papa, tapi papa di mobil ambil cecuatu Tante" ucapnya lucu dan terlihat gemas, saudara Andin yang melihat lansung memegang pipi chubby anak itu.


"dia imut banget, cantik lagi!!!! ini siapa ndin" ucap buk Mona yang sedang memperhatikan anak itu dan di iyakan oleh pak riko


"namanya Nasha ma, dia cucu buk lora pembimbing Andin" jawan Andin


"Hai cantik... salam kenal dari Tante ya" ucap viola gemas dan lansung memeluk anak itu karena dia sangat menyukai anak-anak


Semua keluarga yang melihat anak itu berdecak kagum dengan wajah yang dimilikinya.


.


.


.

__ADS_1


.


Like komen and vote guysssss!!!!!!!!🤗


__ADS_2