
Brakkkkkkkk!!!!!!!!!!!!!!!
"andin???"
"lho enggak kenapa-kenapakan?" ucap Febby
buku buku dan map yang berisikan skripsi dalam dekapan tangan sebelah kanan yang tak erat terjatuh kelantai Korindor karena badannya tanpa sengaja kesenggol oleh seseorang yang tak Andin kenal siapa dia, Andin baru kali ini melihat dia berada di sekitaran kampus. Andin memperhatikan nya yang memungut buku buku terjatuh tadi tanpa membantunya karena andin sering nonton drama Dengan adegan cewe yang disenggol sama cowok kemudian barang barang yang dibawa cewek terjatuh lalu secepat mungkin cewek dan cowok ambli barang jatuh tadi sehingga terjadilah tangannya menempel wkwkwkkw andin enggak mau itu terjadi makanya andin membiarkan saja dia memungut sendiri buku buku itu.
setelah dia memungutnya, segera dia berikan pada andin namun tak hiraukan karena dia bengong, bengong nya bukan karena terpesona.. tadinya kepala Andin hanya menunduk kebawah memperhatikan gerak geriknya, namun setelah dia berdiri OMG!! andin sampai angkat kepala 45° arah belakang karena tubuh nya yang tinggi. apalagi dengan tubuh andin yang mungil ini, seakan akan andin anaknya hahahah. Tetapi matanya tak boleh berbohong, dia mengagumi ketampanan cowok itu yang dihiasi dengan hidung mancung dan cuping. pokok nya selama andin di kampus ini dia belum pernah melihat cowok setampan dia, beneran meleleh deh liatnya.
"Maaf mbak aku enggak sengaja karena fokus mainin ponsel" ucapnya
"ini mbak saya kembalikan" sambungnya sambil menyerahkan buku buku itu.
"maaf mbak, kok bengong? mbak.. mbak
"ehhhh iya mas maaf! saya jadi bengong, maaf banget tadi saya keasyikan ngobrol tanpa perhatiin jalan" ucap Andin sambil mengambil barang barang itu
"enggak kok mbak, aku yang salah karena fokus main ponsel" ucapnya sambil membuat lekukakan 3 centi kiri kanan di bibirnya..
"Oh May God!!!!!!!!!!! ini orang atau bidadara yak, meleleh aku mas" batin Andin
tanpa disadari sedari tadi, Febby hanya bengong liat ketampanan si mas ini tanpa berbicara apapun. bahkan matanya kini berbinar binar memancarkan wajah bahagia ketemu pangerannya wkwkwk. andin menyenggol tangan nya agar dia bebas dari bengong itu, sontak Fabby kaget.
"ehh ndin lho enggak kenapa-kenapakan, mas apanya yang sakit?" ucap febby sambil meraba tubuh Andin
"apaan sih by, yang jatuh buku bukan aku dan masnya" ucap Andin menepis tangan Febby
"ternyata cewek cewek ini ramah, tidak seperti yang orang orang bilang sombong jutek cuek karena kampus nya oke" batin sitampan
__ADS_1
"owh iya mbak, kenalin aku Aldi hersadinata!!!! mbak mbak ini siapa?"
"kenalin gua febby hanindia hanem, mas Aldi bisa panggil Febby, bukan febby blink ya mas! gua bukan artis heheheh" sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum semanis mungkin.
"Andin mas" sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum
"Andin aja mbak? enggak kayak mbak Febby yang panjang nya kebangetan bakal susah hapal di ijab qobul? hehehehe" ucap Aldi sambil tertawa kecil
"heheh Andini Okta Viandra mas" ucap Andin sambil tertawa kecil juga.
"Oalah sebelas dua belas aja ternyata"
mari mbak aku duluan. kalau ketemu dijalan di sapa ya" ucap Aldi yang berlalu menuju lorong fakultas.
"Ndin, dia bikin gua meleleh. kalau gua enggak ingat di jodohin udah gua mangsa dia, duh kang kenapa ganteng pisan" ucap Febby
Trinkkkkkk!!!!!!!
Trinkkkk!!!!
ponsel Andin berdering, segera dia ambil dalam tas dan melihat nama kontak nya 'buk lora'
"buk lora nelpon by, aku angkat dulu"
"hallo assalamualaikum ibuk"
"waalaikumsallam, ibuk sudah tunggu dari tadi. tapi ananda tidak muncul sama sekali. cepat!!" ucap buk lora yang sambil menahan kesalnya karena menunggu lama
"yuk, buk lora udah nungguin" ucap Andin sambil menarik tanga Febby
"tunggu dulu ndin, nanggung bentar lagi sampai kantin juga. haus gua!!!" ucap Febby
__ADS_1
"enggak butuh air sekarang, kamu mau wisuda tahun ini enggak?" ucap Andin dan berlari meninggalkan nya
"kalau enggak karena suatu adegan manis tadi gua udah plonkkkk ni tenggorokan nya" ucap Febby sambil berlari menyusul Andin
tidak berlama-lama menuju ruangan buk lora apalagi mereka setengah berlari, sesampainya didepan ruangan itu mereka terlebih dahulu ambil nafas untuk bersiap siap menghadapi pembimbing ini. kemudian dia ketok pintu ruangan buk lora terdengarlah sahutan dari dalam
"iya, silahkan masuk" ucap buk lora
cekleggg!!!!!!
Andin membuka pintu itu, dan setengah bingung.
"kenapa dia disini juga" batin Andin
"ndin, kok si mas tampan disini, ada perlu apa dia?" bisik Febby pada Andin
"silahkan duduk, mana Skripsinya? ucap buk lora
aku dan Febby sudah mengeluarkan skripsi dari tempat map didepan pintu ruangan tadi agar tidak terjadi masalah dengan ini. secepat mungkin kami letakan diatas meja dan di pelajari oleh buk lora.
*Aldi POV*
aku begitu kaget melihatnya masuk kedalam ruangan ini, ternyata dia yang membuat aku berlama-lama di area kampus ini sehingga aku harus izin telat untuk rapat koordinasi dengan para bujangan di barak militer.
"kenapa hati aku dag dig dug dari tadi melihat nya? oh tuhannn!!!!!! firasat apa ini? cinta ? atau suka pada pandangan pertama?? hhmm dia begitu cantik!!! punya lesung pipi, mata bening dan bulu mata yang lentik hitam.. yeah sudahlah, lagi pula dia tidak akan mau sama aku" batin Aldi
sambil menunggu mereka selesai, aku memainkan Aplikasi game online di ponselku untuk menghilangkan jenuhku. tiba tiba terdengar suara di ruangan itu, siapa lagi kalau bukan buk lora yang tak lain adalah mama ku. walaupun mama seorang dosen disini, tapi aku tidak pernah kesini karena aku rasa mahasiswa nya sombong semua, ternyata tidak juga. hari ini pertama kalinya aku mengunjungi kampus karena mama yang memintanya, sebagain supir pribadi.
"Aldi, kecilkan volume nya, mama mau fokus" ucap mama sambil menatapku tajam.
sebenernya volume ponsel ku tidak kuat, hanya mama selalu sensi jika melihat aku main game online. mama bilang sih udah kecanduan hahaha. akhirnya aku matikan ponsel dan menaroknya di atas meja.
__ADS_1
tidak sengaja aku melihat Andin yang ternyata dia menatapku dalam seakan bingung dengan banyak pertanyaan yang akan dia lontarkan.
"apa wajahku banyak coretan spidol? kenapa dia menatapku bingung" batin Aldi