Demi Malaikat Kecil

Demi Malaikat Kecil
Bab 20 Wisuda


__ADS_3

*Dua Minggu Kemudian*


Dua Minggu sudah berlalu dari pertemuan makan bersama di restoran, Andin sangat senang bisa ikut bergabung dengan keluarga Aldi begitu juga dengan Aldi namun tidak untuk Gabriel. Gabriel sangat kesal di abaikan Andin karena sibuk bercanda dan bermain dengan Nasha.


Pada saat itu Andin mengundang Aldi dan Nasha untuk datang menghadiri acara wisudanya nanti, jelas saja lansung di iyakan Aldi.


buk lora tidak perlu di undang lagi karena beliau akan berada di acara wisuda tersebut sebagai Dekan dari Fakultas Kedokteran, Andin Febby dan Fira merupakan salah satu mahasiswa kedokteran.


Sekarang adalah hari Rabu, dimana Andin sibuk untuk mempersiapkan acara wisuda nya pada hari Sabtu nanti. Begitu juga dengan kedua sahabatnya yang sibuk sendiri sendiri. Namun tidak dengan hari ini, tiga sahabat itu sudah berjanji akan pergi boutique bersama untuk mencari pakaian dan aksesoris saat wisuda nanti, Andin lebih dulu datang bersama dengan Gabriel yang selalu setia menemani nya, Sementara Febby dan Fira agak telat karena macet. Setelah menunggu terlalu lama, dua sahabat itu belum juga datang hingga Andin memutuskan makan berdua dengan Gabriel.


"Kok sahabat kamu lama banget sih yank" ucap Gabriel yang memulai pembicaraan karena bosan menunggu terlalu lama


"sabar, mungkin lagi macet!!!! kenapa kamu bosan berdua aja sama aku?" ucap Andin dengan tatapan sinis


"bukan gitu, aku enggak sabar aja cari baju yang bagus untuk kamu buat wisuda" elaknya


"Hai guys, maaf kita telat.. macet banget soalnya" ucap Fira yang tiba tiba datang disusul Febby.


"enggak papa, kalian mau makan dulu?" ajak Andin


"enggak usah deh, kita lansung aja!! kerjaan aku masih banyak" ucap Febby sambil menarik tangan Fira dan di ikuti Andin Gabriel dari belakang


Trinkkkk!!!!!!!!!!


Trinkkkk!!!!!!


Trinkkkk!!!


sedang asyik memilih pakaian untuk wisuda, tiba tiba saja ponsel Andin berbunyi yang membuat kaget karena fokus melihat baju.


"Siapa yank" tanya Gabriel Setelah dia melihat Andin memegang ponsel.

__ADS_1


"mama" ucap Andin Setelah mengetahui siapa nama dari kontak yang sudah ada dan lansung mengangkat panggilan itu.


"*Hallo ma"


"Hallo sayang, kenapa chat mama enggaj dibalas??? semua udah beres belum" ucap mama di sebrang sana


"Udah kok ma, tinggal baju nya aja!! ini lagi nyari di boutique langganan mama"


"owh begitu, ya udah Mama dan keluarga datang hari Jumat aja ya nak, kerjaan papa kamu enggak bisa di tinggal kalau datang awal"


"ya udah enggak papa ma, aku ngerti kok*"


Andin memutuskan panggilan dan segera melanjutkan memilih pakaian nya. setelah mendapatkan yang masing masing mereka cari, mereka pun pulang ke rumah masing karena sudah mulai sore.


***********


Hari yang di nanti nanti Andin dan dua sahabat nya telah tiba, mereka bangun pagi pagi sekali agar bisa berdadan menyambut hari bahagia yang mereka tunggu itu. Febby dan Fira sengaja menginap di tempat Andin agar mudah di make up oleh MUA yang di sewa Andin, sementara keluarga Andin dan sahabatnya menginap di hotel dikarenakan kos Andin tidak bisa menampung tiga keluarga. mereka di make up secara bergantian oleh make up artis terkenal di kota ini.



Fira menggunakan jilbab warna maroon tua yang senada dengan baju nya, di polesi make up yang tidak nampak menonjol.



Beda dengan Febby yang memakai putih dicampurkan dengan jilbab berbunga yang di make up secara bold, Febby memang sangat suka make up menonjol seperti itu.


Fira dan Febby pun pergi Namun Andin memilih menunggu keluarga nya di kos karena ada kendala, sementara Febby dan Fira sudah menuju kampus bersamaan dengan keluarganya.



Andin sangat cantik di poles make up dan dibalut baju kebaya berkerudung peach serta mahkota kecil di kepalanya.

__ADS_1


Setelah menunggu beberapa saat, keluarga pun datang menjemput Andin untuk menghadiri acara wisuda nya. keluarga Andin melajukan mobil sport Lamborghini ke kampus yang diisi oleh Andin dan mama papa nya. Sementara kakek nenek dan saudaranya di dalam mobil Alphard milik papanya.


sesampainya di kampus tidak sedikit mata yang memandang andin dan keluarga nya keluar dari mobil mahal, banyak yang tidak tau tentang kehidupan Andin yang sebenarnya anak kaya raya di daerahnya. Namun style dan perilaku Andin seperti orang biasa yang tidak ingin menyombong kan kekayaan keluarga nya.


Andin dan kedua orang tuanya masuk kedalam gedung untuk mengikuti acara, sementara keluarga nya yang lain menunggu di tenda yang telah di sediakan.


berbagai acara, satu peratu sudah selesai dan kini tiba saatnya memindahkan jambul dari kiri kekanan.


mahasiswa lain bergantian menuju depan mendekati bapak rektor terhormat untuk pemindahan jambul.


Andini Okta Viandra anak dari bapak Riko Mulyadi Lulus dengan nilai Pujian


suara Moderator sudah mengatakan nama Andin, Sesegera mungkin Andin melangkah kedepan untuk pemindahan jambul. Begitu juga dengan kedua sahabat nya


acara selanjutnya yang ingin diketahui Seluruh wisudawan wisudawati untuk mendengar nama siapa yang akan muncul disebutkan oleh moderator sebagai lulusan terbaik universitas tiba saatnya, semua yang menghadiri menantikan siapa orang itu


"Andini Okta Viandra"


nama Andin pun menggelegar diseluruh ruangan yang berisi beribu banyak orang, terdapat lah sorak Sorai kerabat dekat karena senang dan bahagia. Namun masih ada yang tidak suka dengan nama itu karena iri.


acara pun selesai, semua orang bubar begitu juga dengan Andin dan keluarganya.


mereka berkumpul di bawah tenda mengantri agar bisa keluar dari acara karena padatnya orang.


dibawah tenda itu, papanya memberikan sebuah hadiah buket yang berisikan surat tanah, surat rumah, surat kuasa pewaris perusahaan salah satu milik papanya dan kunci mobil sport Lamborghini pengeluaran baru. Siapapun yang melihatnya tidak akan pernah percaya bahwa Andin anak orang kaya raya jika di lihat dari penampilan nya, dan semua yang melihat sangat iri melihat hadiah yang diberikan itu. hadiah ini adalah ucapan terimakasih papanya karena Andin sudah mendapat kan gelas sekaligus lulusan terbaik di universitasnya.


"Anakku tersayang, kini perjuanganmu 4 tahun ini sudah terbayarkan. Dengan kucir toga yang kau kenakan telah berpindah. Rasa bahagia dan bangga tidak bisa kami sembunyikan padamu. Semoga engkau menjadi anak yang sukses dan bisa menggapai cita-cita yang engkau inginkan sejak kecil. Hal yang paling indah adalah menyaksikan anak perempuan yang kami sayangi tumbuh dan selangkah lebih dekat dengan mimpinya. Selamat wisuda sayangku. Berharap Kamu akan menjadi seseorang yang akan membuat kami selalu tersenyum bangga. Happy Graduation" ucap papa seraya mencium kening anak nya.


Akhir ini author sedih dan enggak semangat buat up karena like komen dan vote nya enggak singgah di cerita Demi Malaikat Kecil😞😞


jangan mampir baca aja guys, mampirin juga like komen and vote nya ya 🤗

__ADS_1


__ADS_2