Demi Malaikat Kecil

Demi Malaikat Kecil
Bab 2 Prioritas


__ADS_3

Allahuakbar..


Allahuakbar..


Allahuakbar..


Allahuakbar..


Ashadualailahaillallah..


Ashadualailahaillallah


Ashaduannamuhammadarosuulullah, Ashaduannamuhammadarosuulullah


Hayya ngalassolah,


Hayya ngalassolah


Hayya ngalalfalah,


Hayya ngalalfalah


Assolatuhoiruminannaum!!!!


Assolatuhoiruminannaum!!!!


Allahuakbar,


Allahuakbar


La ilahaillallah..


Azan subuh berkumandang disalah satu masjid dearah tempat tinggal andin, dibuka matanya dan Andin kumpulkan terlebih dahulu nyawa bangun tidur. Tidak menunggu lama, segera dia ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudhu. 10 menit sudah berlalu andin berada dikamar mandi dan kini dia sudah selesai segera menuju kamar. dipakainya baju kemudian langsung melaksanakan ibadah sholat subuh.


Setelah sholat

__ADS_1


"Oalah, berantakan banget yak kamar aku hhuuuff"


Andin melepas mukena, segera dia letakan dimana tempat awal mengambilny. membersihkan ruangan ini tidaklah terlalu sulit dan ribet, karena ruangan yang Andin miliki hanya kamar kos sekalian didalamnya ada kamar mandi.


"Yuhuuuuuuii beres.. selesai juga, kamu memang cekatan andin" ucap Andin


Waktu sudah menunjukan jam 07.00 WIB, sementara pertemuan dengan dosen pembimbing jam 08.00.


"aduuuhhh, harus cepat nih." Andin mulai mengganti pakaian formal ala ala anak kampus karena bagi nya setiap kegiatan pasti ada pakaian yang harus disesuaikan wkwkwk.


andin hanya mengolles tipis bibir menggunakn lip balm dan bedak bayi saja, beginilah andin, katanya sih dia ini udah cantik enggak usah di poles lagi tetap mempesona wkwkwk


Andin berjalan menuju kampus untuk bertemu dosen pembimbing, di perjalanan tak sedikit yg memandang penampilannya. aandin menggunakan celana cubrai berbahan Levis warna biru muda, baju bunga bercorak warna putih, jilbab senada dengan celana, dan sepatu jangan di tanya apa? andin menggunakan sepatu boots hitam



di depan gerbang tidak jauh dari kampus tiba Febby datang dengan teriakannya



"Tungil.. barengan dong" teriakan sahabat Andin yang tak lain adalah Febby, dia punya 2 sahabat yaitu Febby dan Fira. namun kali ini Fira tidak bersamanya karena mereka beda topik dalam skripsi


"gua Enggak percaya diri buat ketemu pembimbing, makanya gua lama lama" Febby


"Iya nih, jantung aku dag dig dug!!!! semoga kita lansung di ACC ya kali ini" ucap Andin


"Aamiin.. biar cepat tamat cepat nikah gua, uhhhhhh enggakK sabar gua" febby


"yak elahhhhh, kebelet amat buk. bukannya kamu enggak laku ya hahahhaha" andin


"Gua emang belum cerita sih sama lho, kalau gua di jodohin sama anak temannya papa" jelas Febby. sambil memanyunkan bibirnya.


"trus lho kapan mau nikah sama POPEYE itu? jangan sering siksa kerinduan kasihan tu hati dari merah jadi ijooooo hahahah " celetuknya


"Buat sekarang yang aku pikirin fokus sama kesuksesan aku dulu by, kamu tau sendirilah aku sangat ingin membantu keluarga dulu, mau nyekolahin adek aku dulu itu sih viola"

__ADS_1


"hhmm, lagian dia kontraknya masih lama kita pun enggak buru buru nikah by, kita berdua saling jaga komitmen aja" Andin menjawab celetuk Febby dengan tenang


"Selamat pagi kakak yang cantik, kok aku makin suka ya sama kakak? pacaran yuk kak?" celetuk yandra, yang berada di koridor depan fakuktas. dia adek junior yang paling sok ganteng dan pastinya dia fuckboy


"kakak yang mana Lo maksud? " Febby


"kak Andini Okta Viandra"


kakak ngarep itu kakak yaaaaaaa? PD banget hahahha" dengan wajah yang menjengkelkan


"Udah ah enggak usah ladenin, fokus sama tujuan kita aja" ucap Andin berlalu pergi menarik tangan Febby


"Ndin? Andin.. itu buk lora, aku jadi ngos ngos nih" ucap Febby dengan ekpresi wajahnya yang tak karuan


"Selamat pagi ibuk" ucap kami serempak


" Tunggu ibuk dalam waktu 20 menit ya, ibu mau sarapan dulu" ucap buk lora yang tak lain adalah pembimbing 1


"baik buk"


sambil menunggu dipanggil buk lora, Andin dan Febby memutuskan kekantin untuk beli air mineral yang tidak jauh dari fakultas nya


"ndin, gua haus nih.. kekantin dulu yuk beli mineral. belum panas udah dehidrasi aja nih tenggorokan" ucap Febby sambil menarik tangan andin


"Bentar lagi deh, nanti kalau di cari buk lora gimana. kita bisa berabe EnggakK di ACC" ucap Andin


"20 menit itu enggakK bentar ndin, Please!!! lho enggak tegakan liat gua sakit" ucap Febby sambil memasang wajah memohonnya


"yeah, ancamannya itu ke itu muluk. enggak ada yang lain apa? dasarrrrrrrr ya udah ayok" ucap Andin dengan dengan wajah kesalnya


mereka pun berjalan menuju kantin yang tidak jauh dari fakultas sekitar 75 meter saja, tepatnya berada di samping kanan fakultas. Andin mengaitkan tangan kirinya ketangan kanan Febby, Andin selalu begitu kalau berjalan berdua jika itu sahabat maupun teman cewek, enggak ada cowok yaaaaaaa.


dijalan menuju kantin mereka saling bercakap cakap dan bercanda dengan hasil dari keputusan buk lora nanti, memikirkan bagaimana ekspresi dan lainnya sehingga mareka enggak fokus sama sekali pada jalan.


Brakkkkkkkk!!!!!!!!!!!!!!!

__ADS_1


"andin???"


Teman teman pembaca ku semua yang sempat mampir di DEMI MALAIKAT KECIL bantu like komen dan vote nya ya... biar author semangat mikirnya jalan cerita agar bagus GK bosanin pembaca..


__ADS_2