
"enggak usah banyak ngomong, mobil aku aja. ayooooo!!!!" ucap Fira sambil membuka pintu mobilnya dari dalam untuk andin
"fir, janji kamu sama buk Rina pukul 09.00 ! sekarang udah jam 10. enggak papa emang?" ucap Andin yang masuk kedalam mobil.
"enggak tau aku mah, makanya kemarin aku ajak jam 8 biar kita yang tunggu. jangan buk Rina!" ucap Fira dengan sedihnya
"maafin aku ya fir" ucap Andin yang memasang wajah bersalahnya
" It's okay" ucap Fira singkat
Fira melajukan mobilnya ke arah kampus yang tidak terlalu jauh dari kos Andin melalui beberapa tikungan, Fira melajukan mobilnya dengan santai untuk melihat kiri kanan agar dapat melihat pergerakan sahabat nya yang tak lain ada Febby sahabat Andin juga. Andin yang memperhatikan tingkah Fira jadi bingung dibuatnya, sementara Andin menepiskan kebingungan nya karena ponsel Fira berdering yang tidak dia ketahui siapa yang penelpon itu. segera di angkat Fira dan berbicara pada orang itu dengan hanya kalimat 'iya, sudah, sebentar lagi'. Fira mematikan ponsel itu berharap agar Andin tidak menaroh rasa curiga padanya karena menelpon seperti orang ketakutakan.
"kamu kenapa kayak orang ketakutan gitu. kayak takut rahasia terbongkar, apa lagi tadi kamu liat Ki........ " ucapan Andin terhenti karena mendengar suara tabrakan yang terjadi di persimpangan kampus dan lansung dikerumuni banyak orang, itu tabrakan antara mobil dengan motor. tabrakan itu persis di depan mobil Fira, Fira pun melihatnya dan kaget. segera mereka turun dan memastikan kejadian itu, namun satu per satu orang pergi dari lokasi kejadian sehingga terlihat akan bubar. Tidak dengan Andin dan Fira yang cepat melihat!
"Angga, kamu enggak apa apa? kok bisa gini?" ucap andin kaget karena yang ditabrak itu adalah teman sekelasnya
" Mas Aldi? buk lora?" sambung Andin yang melihat buk lora dan Aldi.
"maaf Angga, anak ibuk tidak sengaja karena menelpon" ucap buk lora dengan paniknya
"maaf mas, aku akan ganti rugi semua yang mas perbaiki, ini kartu nama ku. mas Angga bisa menghubungi kapan saja, sekarang lebih baik aku bawa ke rumah sakut"ucap Aldi dengan tenang agar tidak terlihat panik sambil menyerahkan kartu nama.
"iya, nanti saya akan hubungi mas.. tapi engga usah kerumah sakit, kulit ku hanya lecet saja"ucap Angga yang tidak ingin membesarkan masalah.
"ya sudah mas, buk aku duluan ada urusan" sambungnya.
"udah, mama enggak usah panikan gitu! lebih baik kita lansung keruangan mama" ucap Aldi mengandeng bahu buk lorakami duluan ya ndin " sambung Aldi
"iya mas, mari buk" jawab andin singkat
"yuk kita kekampus" ajak Fira sambil mentik tangan Andin menuju mobilnya.
sementara di dalam mobil, ponsel Fira entah sudah berapa banyak panggilan yang tidak terjawab dari seseorang yang sudah lama menunggunya di kampus karena sudah tidak sabar lagi hehehe .
__ADS_1
Fira masuk kedalam mobil dan mendapati ponsel nya berdering! segera dia angkat dan menjawab dengan iya.
"siapa sih penelpon itu?, misterius banget!" ucap Andin penasaran
Fira tidak menanggapi pertanyaan dari Andin yang membuat Andin manyun, Fira sengaja membuat Andin penasaran agar bertanya. sekarang Fira tertawa didalam hati nya karena melihat Andin yang manyun.
Setelah sampa di parkiran merekapun keluar dari mobil, tiba tiba saja Andin di panggil seseorang yaitu Febby sahabat mereka ini. Febby menyusul Andin yang masih di parkiran untuk mengajak nya makan karena Febby tidak bisa makan sendiri jika tidak ada yang menemani hehehe. Namun di cegah oleh Fira yang sudah berjanji dengan nya untuk menemani bimbingan skripsi. Andin di tarik tarik oleh kedua sahabatnya ini, Febby ke kanan Fira kekiri saling tarik.
"ndin, temanin gua makan di kafe itu yok?" ucap Febby sambil menarik tangan Andin
" enggak bisa by, Andin udah janji sama aku dari kemarin buat nemanin ketemu buk Rina" ucap Fira yang menarik tangan kiri Andin
"Nanti aku mati kalau gk makan, emang kamu mau liat aku mati kelaparan?" ucap Febby mengeluarkan jurusnua yang selalu menekankan kata mati kalau enggak ditemanin makan, lebay kan ya hehehehe
"Andin, ingat janji itu amanah!!!! kamu lupa?" ucap Fira yang semakin mengeratkan genggaman tangannya pada Andin sehingga Andin mulai merasa tangannya kesakitan hingga terlihat merah dan membuat Andin jadi marah
"Aduhhhhhhh!!!!!! kalian kenapa sih?? kayak anak kecil aja deh, tangan aku sakit nih" ucap Andin yang sudah kesal sambil menarik tangan nya kuat dari genggaman Fira dan Febby
kemudian terdengar nyanyian yang tidak asing lagi suaranya bagi Andin, Andin mencari sumber suara itu dengan menoleh kesamping kanan yang tampaklah sebuah boneka beruang besar di gendong oleh seseorang yang berdiri sembunyi di balik boneka itu.
'*Hari ini, hari yang kau tunggu
Bertambah satu tahun, usiamu,
Bahagialah slalu
Yang kuberi, bukan jam dan cincin
Bukan seikat bunga, atau puisi,
Juga kalung hati
Maaf, bukannya pelit,
__ADS_1
Atau nggak mau bermodal dikit
Yang ingin aku, beri padamu
Do'a s'tulus hati ...
Smoga Tuhan, melindungi kamu
Serta tercapai semua angan dan cita citamu
Mudah mudahan diberi umur panjang
Sehat selama lamanya.
Selamat ulang tahun yaaa...
Semoga panjang umur selalu.
Selamat Ulang tahun ...
Selamat Ulang tahun* ...'
Andin hanya diam melihat yang dia alami sekarang, dia tidak percaya dengan semua ini. mata nya sudah berkaca kaca karena sangat terharu bahagia yang lansung di peluk Febby dan Fira. merekapun berpelukan tanpa menghiraukan orang yang ada disana. namun beruang itu tetap pada posisinya tanpa bergerak sedikit pun.
"selamat ulang tahun sahabat ku" Febby
"saengil chukha hamnida saengil chukha hamnida "
" happy birthday kakak" ucap Lina dan anak kos lainnya yang tiba tiba datang dari sudut bangunan sambil memeluk Andin dan meminta maaf karena sudah membuat Andin bingung tadi malam.
"maafin Lina ya kak yang udah buat kakak bingung, tadi malam hanya pura pura aja" sambung lina
__ADS_1