Demi Malaikat Kecil

Demi Malaikat Kecil
Bab 7 Tuduhan


__ADS_3

"Assalamualaikum, maaf dengan....." suara Andin terhenti karena lansung di potong oleh penelpon itu


"waalaikumusallam, ini aku"


"besok temanin aku ke kampus ya ndin? lagi males sendiri nih!!" ucap Fira yang memakai no baru menghubungi andin karena ponselnya kemarin hilang.


"Boleh, jam berapa? lagian besok pasti bosan enggak ada kerjaan!"


"jam 8 deh, besok lansung aku jemput ke kos kamu aja"


"oke"


setelah andin putuskan panggilan secara sepihak, perut datarnya mulai berdendang ingin diisi karena memang belum makan dari siang hanya sarapan pagi saja. segera andin memasak nasi goreng telor ceplok biar perut keisi cepet. tak memakan waktu lama untuk memasak nya, kini Andin duduk beralaskan karpet agar bisa menyantapnya dengan lahap. maklum saja, di kamar kos ini enggak ada meja makan kayak dirumah wkwkwk. setelah menyantapnya, Andin memilih duduk di kasur sambil memainkan ponsel untuk melihat siapa yang menghubunginya. Namun tidak ada satu pun chat kecuali chat group.


"hhuuff, nasib jomblo!!! eh single! gini amat yah nasib di tinggal pacar. baru juga sehari"


"beruang kutub!!!!!!! aku rindu" dalam hati


Andin mulai merasa bosan sehingga dia memilih bolak balik membuka akun Instagram dan game online yang sangat dia sukai sampai tidak tau waktu lagi karena game itu, terdengar suara adzan Maghrib barulah ia berhenti. Andin pun segera menuju kamar mandi untuk berwudhu dan langsung sholat yang disusul membaca Alquran setelah nya.


"Alhamdulillah selesai" dalam hati sambil meletak mukena kembali.


Tokkkkkkkk!!!


Tokkkkk!!


Tokk!!

__ADS_1


"Iya sebentar" sahut Andin


Andin segera menuju pintu yang akan dibukanya untuk mengetahui siapa yang datang, dengun senyuman yang siapa menyambut orang itu.


Ceglekkkkkk



"eh Lina, ada apa dek? yuk masuk dulu?" ucap Andin yang begitu ramah mengajak lina


"kakak enggak usah basa basi deh, tadi kakak masuk kamar aku kan?" ucap Lina sambil membentak dengan raut wajah yang kesal sehingga senyuman yang terukir di bibir Andin berubah menjadi datar karena bingun tidak paham kenapa Lina tiba tiba seperti ini.


"Tunggu deh, sejak satu Minggu yang lalu kakak enggak ada lagi kekamar kamu! emang ada apa sama kamar kamu sampe marah gini?" ucap Andin dengan setenang mungkin


"ponsel aku hilang!!!! tadi aku Tarok di meja dekat pintu masuk itu. cuma kamar kakak dan aku yang bersebalahan dekat" ucap Lina sambil menahan emosi yang melimpah tangan ke dadanya.


"Aku enggak nuduh, tapi lansung minta aja karena ponsel aku emang ada di kamar kakak, Liat nih GPS ponsel aku ada di kamar kakak!" ucap Lina dengan melihat kan ponselnya yang berisi GPS-nya


"ya udah, kamu cari sendiri kalau emang iya" ucap Andin berlalu pergi


Andin mempersilahkan Lina masuk kedalam kamar nya agar dia dapat membuktikan kalau dia tidak mengambil ponsel Lina, Andin memperhatikan gerak gerik Lina yang kesana kemari untuk mencari ponsel itu disetiap sudut kamar namun tidak ada dijumpai Lina, sudah cukup lama dia menggeledah akhirnya Lina membanting banting batal yang tadinya di atas kasur. Namun siapa sangka ponsel itu berada di kasur dibawa bantal. sontak Andin pun membulatkan matanya karena kaget dengan apa yang dia lihat.


"Aku enggak nyangka banget sama kakak, aku kira kakak itu bener bener baik! tapi munafik!!!!" ucap Lina dan berlalu meninggalkan Andin yang masih melongo tidak percaya kenapa ponsel Lina bisa ada di kasurnya sementara seharian ini dia tidak ada kekamar Lina.


Andin menyusul Lina yang sudah berlalu pergi untuk menjelaskan bahwa ini semua kesalahan pahaman saja, lagi pula dia tidak ada memasuki kamar Lina apalagi mengambil ponselnya itu.


Andin terus berteriak memanggil nama Lina yang sudah masuk ke kamar nya. Namun Lina tidak menggubris keberadaan dan suara andin, Lina lebih memilih membaringkan tubuhnya ke kasur lalu tertidur. sementara diluar kamarnya Andin masih menunggu Lina yang berharap dia akan keluar dan mendengarkan penjelasan andin, tapi tetap saja harapan itu tidak berguna karena Lina sudah tidur.

__ADS_1


"ya sudahlah, besok saja aku temui dia" batin Andin yang kemudian berlalu pergi menuju kamarnya untuk sholat isya dan lansung tidur untuk beristirahat.


esok paginya matahari sudah memancarkan sinarnya sehingga sampai menembus kamar Andin yang membuat matanya silau, Andin lansung meraih ponsel untuk melihat jam karena jam dindingnya mati. Andin membulatkan mata karena jam yang ia lihat sudah pukul 9 dan panggilan tidak terjawab sudah banyak sementara dia punya janji dengan Fira pukul 8.


segera andin bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, namun di atas tempat tidurnya ponsel terus berbunyi dari panggilan Fira tapi dibiarkan olehnya karena dia sedanga mandi. tak lama Andin selesai berpakaian tiba tiba ponselnya berdering lagi karena dihubungi Fira dan secepat mungkin Andin mengangkat panggilan itu.


Trinkkkk!!!!!


Trinkkkk!!!


Trinkkkk!!


" Hallo fir"


"kamu kemana aja sih ndin, udah sering kali aku telpon!!! keliatan banget aku berharapnya ditemanin kamu, udah 2 jam aku didepan kos kamu ndin" ucap Fira yang berteriak karena kesal sehingga ponsel Andin yang tadinya menempel di telinga di jauhkan oleh Andin karena suara Fira yang membuat telinganya sakit.


"iya maaf, aku telat bangun!!!! ini udah siap kok mau kebawah" ucap Andin dengan suara bersalahnya.


Andin memutuskan panggilan secara sepihak dan lansung turun kebawah untuk menemui Fira yang sudah menunggunya dari tadi.


sampainya Andin di bawah ia melihat Fira dengan wajah kesalnya menunggu di mobil yang hanya disenyumi Andin..



"cepatan deh, enggak udah senyum senyum terus!!!!!!! udah telat nih" ucap Fira


"Aku pakai mobil sendiri aja deh, takut sama orang yang kayak zombi ini. jangan marah marah dong hahahhah" ucap Andin yang tertawa melihat tingkah sahabatnya itu.

__ADS_1


"enggak usah banyak ngomong, mobil aku aja. ayooooo!!!!" ucap Fira sambil membuka pintu mobilnya dari dalam untuk andin


__ADS_2