Demi Malaikat Kecil

Demi Malaikat Kecil
Bab 16 Menyesal


__ADS_3

"enggak nyangka banget kalau mas Aldi udah punya anak, kasihan anak itu yang enggak dapat kasih sayang dari sosok seorang mama" ucap andin lirih yang menatap kepergian Aldi dan Nasha


"Sudahlah, lebih baik aku pulang dan mencharger baterai ponsel ku!" ucap Andin sendiri yang melihat ponselnya mati karena tidak diisi daya sejak kemarin siang


Sementara Fira yang dari tadi bolak balik dari kos ke rumah sakit untuk mencari dan memastikan andin sudah disana atau belum nya karena Fira tidak dapat kabar sedikit pun dari Andin. dia sudah melongo kanan ke kiri untuk melihat jejak andin, namun tetap saja nihil. karena sudah lelah mencari, Fira memutuskan kan kembali kerumah sakit.


Diruang tunggu depan UGD rumah sakit masih ada teman dan sahabat Andin yang setia menunggu Gabriel yang belum siuman sejak siang hingga sore ini, Febby yang melihat kedatangan Fira pun segera di temui untuk melihat Andin yang dibawa Fira


"dimana Andin fir" tanya Febby yang masih mencari cari


"aku enggak berhasil temuin dia, udah bolak-balik kos nya juga aku" ucap Fira dengan wajah merasa bersalah


"gimana keadaan Gabriel by" sambung fira


"tetap belum sadar dari siang tadi fir" ucap Febby lirih


"trus gimana ya, aku jadi pusing mikirin dua insan ini" ucap fira berdecak kesal


"ya udah tunggu bentar lagi deh, siapa tau dia aktif" ucap Febby menenangkan Fira


******


Sore berganti malam, bintang bintang sudah menghiasi gelapnya langit menjadi terang. Gabriel belum juga sadarkan diri dari komanya, teman teman Andin sudah pulang kerumahnya masing-masing yang hanyameninggalkan Febby dan Fira yang setia menemaninya sampai ada kabar dari Andin. mereka terus melihat WhatsApp pada ponselnya berharap Andin akan segera membuka dan datang kerumah sakit untuk menemui Gabriel namun tetap saja tidak ada tanggapan dari Andin.


"Andin kemana sih ya, kok WhatsApp nya enggak aktif juga" ucap Fira mulai kesal karena dia sudah lelah


"tunggu bentar lagi deh fir, siapa tau dia sekarang lagi menenangkan diri dulu" ucap Febby tenang.


"by, kamu mau enggak tungguin Gabriel sendiri dulu? aku mau liat Andin ke kosnya, siapa tau dia udah di kos tapi males aktifin ponselnya karena takut Gabriel nelpon tanpa dia ketahui kondisi Gabriel yang sebenarnya" ucap Fira dengan tenang


"Ya udah, jangan lama lama ya!!! lho hati hati ya fir" ucap febby


"iya"


fira melajukan mobilnya menuju kos Andin untuk menemui dan memberi tahukan keadaan Gabriel yang sekarang, sesampainya di kos Andin ia melihat mobil Andin sudah berada di kos itu pertanda yang punya juga ada. segera fira masuk kedalam kos dan menuju kamar Andin.


TOKKKKKKKKK!!!!


TOKKKKKK!!!

__ADS_1


TOKKK!!


"sebentar" sahut nya dalam kamar


"siapa ya?"


cekleggg


Andin membuka pintu kamar nya seketika dia membulatkan mata karena mendapati Fira yang sudah berkacak pinggang menunggu pintu di buka di depan kamar.


"kamu kemana aja sih ndin? udah beribu kali aku hubungi kamu! tapi enggak aktif sejak siang tadi" ucap Fira kesal yang masih berkacak pinggang


"Ponsel aku mati dari tadi siang enggak ada daya, lagian aku mau menenangkan diri dulu fir" ucap Andin sambil menolehkan wajahnya.


"enak ya, kamu bisa menenangkan diri buat seneng!!!! sementara Gabriel berusaha melawan maut buat hidup kembali" ucap Fira lirih sambil mata berkaca-kaca, Andin yang mendengar penjelasan dan melihat ekspresi Fira seperti itu bingung sakaligus kaget


"Apa maksud kamu fir" ucap Andin sambil menggoyang goyangkan bahu Fira


"Gabriel ditabrak mobil saat dia ngejar kamu siang tadi, sampai sekarang dia belum sadarkan diri karena koma" jelas Fira begitu kesal karena dia lelah menghubungi Andin.


"A a apa, Gabriel koma" ucap Andin gugup dan bibirnya mulai gemetaran


"rumah sakit mana fir" sambung Andin memastikan, Andin sudah menetaskan air matanya. sesekali dia berteriak nama Gabriel


Didalam mobil Andin terus meneteskan air mata dan berulang kali mengucapkan kata maaf dengan lirihnya, Fira yang mendengarkan hanya bisa menenangkan dan memberi semangat untuk Andin.


"fir, cepatan dong fir" ucap Andin lirih


"sabar ndin, ini udah cepat kok" ucap Fira sambil memegangi bahu Andin


"ini semua salah aku, kalau saja aku enggak marah dan pergi mungkin Gabriel enggak kayak gini fir" ucap Andin menutupi wajahnya dengan kedua tangan yang sudah mulai menangis.


"ini enggak salah kamu ndin, ini udah Takdir" ucap Fira mengelus bahu Andin


"sudah... lebih baik kamu tenang ndin" sambung Fira


"orang tua nya udah di kasih tau belum" tanya Andin penasaran


"belum, kami tunggu kamu dari tadi siang ndin"

__ADS_1


"ya Allah aku harus gimana? orang tuanya pasti marah dan sedih banget !!! besok dia juga mau berangkat ke Afrika fir, kaptennya udah nelpon dia terus. aku jadi bingung!!" ucap Andin lirih


"ya udah tenang dulu, lebih baik kamu liat Kondisi nya baru bisa putuskan sesuatu" ucap Fira


"nah kita udah sampai" sambung Fira


Andin segera membuka pintu mobil dan berlari kedalam rumah sakit untuk menemui Gabriel, dia berlari gontai sehingga menyenggol beberapa orang yang dia lewati.


sementara Aldi yang sedang berada dirumah sakit untuk menjenguk temannya melihat Andin berlari gontai sedang mencari ruangan yang ditemani Fira.


"Andin kenapa kayak gitu, sedih banget!! siapa yang sakit" batin Aldi sambil mengikuti Andin dari belakang.


Andin menemukan ruangan Gabriel yang sudah dipindahkan dari UGD tadi. segera dia masuk dan menemukan Gabriel yang terpasang alat alat kesehatan, Febby juga ada disana untuk menjaga sementara Andin datang. Andin berlari menuju tempat tidur tanpa menghiraukan febby, segera dia duduk disebelah Gabriel dan menggenggam tangan Gabriel erat sambil meletakkan ke pipi nya. Andin terus menangis dan meminta maaf berulang kali berharap Gabriel bisa siuman.


"maafkan aku, aku memang bodoh sampe kamu kayak gini" ucap Andin lirih sambil menangis


"aku mohon, bangunlah beruang kutub ku jangan buat aku khawatir seperti ini" tambahnya


"Andin lho yang sabar, Dia udah koma sejak siang tadi ndin" ucap Febby lirih


aku mau pulang dulu ya, udah dari siang aku disini"


" aku juga mau pulang ndin, nanti kalau ada apa apa kamu hubungi kita aja" ucap Fira yang kemudian berlalu bersama Febby meninggalkan Andin.


"makasih ya, kalian selalu ada" ucap Andin terseyum pada sahabatnya itu


Febby dan Fira menuju pintu kamar yang sudah ada Aldi berdiri di depan pintu melihat semua apa yang terjadi, seketika dia bersembunyi melihat Fira dan Febby berlalu meninggalkan ruangan itu.


Aldi masih memperhatikan Andin yang sangat menyayangi Gabriel.


"bagaimana mungkin aku bisa masuk dalam kehidupan kamu, sementara kamu sangat mencintainya" batin aldi


.


.


.


.

__ADS_1


.


like komen and vote ya guys, biar author semangat nulisnya!!!!!!!!


__ADS_2