Demi Malaikat Kecil

Demi Malaikat Kecil
Bab 22 Sedih


__ADS_3

Semua keluarga yang melihat anak itu berdecak kagum dengan wajah yang dimilikinya.


Aldi datang menyusul anaknya yang sudah banyak dikerumuni orang yang tak dia kenal membuatnya khawatir pada Nasha, dia berlari kearah itu namun seketika dia kaget karena orang itu adalah Andin dan keluarganya yang sedang mengagumi Nasha


"Hai ndin" sapa Aldi dengan nafas yang ngos ngosan karena berlari


"Hai om Tante" tambah nya yang dibalas hai juga oleh mereka


"Kamu kenapa lari lari mas? sampe ngos-ngosan kayak gitu" ucap Andin


"Iya maaf.... karena rame dan enggak liat kamu, aku kira Nasha kenapa-kenapa" ucap Aldi sambil melirik anaknya


"uuhhhhhhh, papa cayang cama nacha ya" ejek Nasha dengan suara lucunya yang gemas membuat orang disana tertawa


"aduhhhhhhhh, anak kamu lucu banget pintar juga" ucap buk Mona sambil mencubit kedua pipi Nasha


"Makasih Tante" ucapnya singkat


"owh iya hampir lupa, Happy Graduation!!! Semua jerih payah yang kamu rasakan selama proses kuliah kini sudah berakhir. Selamat wisuda, selamat bergabung dengan dunia nyata." tambah Aldi yang menjabat tangan Andin


"Makasih mas" jawab andin singkat namun senyum yang manis


"Pasti cantik dan pintarnya dari mama kamu ya sayang" ucap viola yang tiba tiba membuat Nasha sedih


"enggak tau Tante"


"kok enggak tau" tanya viola penasaran


"Mama Nacha udah meninggal waptu lahilin nacha, jadi nacha enggak kenal cama mama" ucap anak itu sedih yang sudah mengeluarkan air mata dan lansung di dekap Aldi sambil menghapus air matanya


"enggak papa sayang, jangan sedih ya!! mama kan udah jadi bidadari" ucap Aldi menenangkan, mereka yang melihat juga sedih karena gadis pintar ini tidak mendapatkan kasih sayang seorang mama


"maafin Tante ya, Tante enggak tau" ucap viola lirih

__ADS_1


Suasana yang tadi nya happy karena kelucuan Nasha, Sekarang sudah berubah menjadi suasana dingin karena Nasha yang bersedih. mereka pun bercerita dengan Nasha dan Aldi hingga pak Riko memecahkan suasana dingin itu.


"Ya sudah kalau begitu, kami mau pamit dulu nak Aldi" ucap pak Riko


"Tante adin ikut juga" tanya Nasha


" Iya sayang, Tante ikut"


"Nacha ikut ya" ucapnya sedih dengan tangan memohon yang membuat orang tua Andin saling berpandangan, Andin pun melihat Gabriel dan Aldi


"Ikut papa aja ya, Tante nya ada urusan penting" jawab Aldi sambil memegang tangan Nasha


"Nasha enggak mau papa, mau Tante Andin aja" lirih Nasha yang matanya sudah berkaca kaca


"Ya sudah Nasha ikut Tante Andin, tapi jangan sedih ya" ajak pak Riko yang iba dengan Nasha


Mereka bersama-sama menuju tempat pemotretan menggunakan 3 buah mobil karena Gabriel membawa mobil sendiri, sedangkan Aldi tidak ikut bersama mereka karena menunggu buk lora keluar dari acara wisuda. Aldi melepaskan Nasha pada Andin, dia percaya bahwa Nasha akan baik baik saja jika bersama Andin.


"Coba deh Gabriel sama Andin foto berdua, pasti cocok banget" ucap mama


mereka berdua melakukan foto bersama, dan yang melihat berdecak kagum karena mereka sangat serasi.


"Wah kalian cocok banget, coba Nasha ikut juga" ucap viola sambil mengajak Nasha masuk dalam foto itu


"Mereka serasi ya pa, mama suka liat nya" ucap buk Mona pada Riko


"Tapi mau gimana ma, mereka belum mau nikah!" ucap pak Riko


Trinkkkk!!!!!!!!


Trinkkkk!!!!!!!!


Trinkkkk!!!!!!!!

__ADS_1


"ndin ponsel kamu bunyi nak" ucap buk Mona


Andin yang mendengar lansung meraih ponselnya dan mengangkat panggilan Febby


"Hallo by, kenapa?"


"Nanti malam lho ikut enggak acara perpisahan anak anak" ucap Febby


"Iya pastilah by, nanti aku ajak Gabriel sekalian! kamu sama Fira ikut kan"


"ikut dong, ya udah sampai ketemu nanti malam" ucap Febby lansung memutuskan panggilan nya


pemotretan telah selesai, mereka pun langsung menuju restoran untuk makan bersama karena sudah kelaparan semua termasuk Nasha dan Gabriel. Hari sudah mulai sore, mereka lansung meninggalkan restoran untuk beristirahat pulang ke hotel. Namun tidak dengan Andin dan Gabriel yang mengantarkan Nasha pulang kerumahnya.


Sesampai nya depan rumah milik Aldi, Andin lansung membunyikan bel sementara Gabriel masih dimobil karena Nasha masih tidur selama perjalanan menuju rumah nya. Tak menunggu terlalu lama pintu di bukakan oleh pembantu yang umurnya belum terlalu tua.


"Selamat sore mbak, cari siapa mbak" tanya pembantu itu sopan


"mas Aldi nya ada buk? kami antar Nasha" ucap Andin dan tiba tiba Gabriel keluar mobil dengan tangan yang menggendong Nasha


"ada buk lansung masuk aja ke kamar non Nasha di lantai atas" ucap pembantu itu ramah yang lansung menemui Aldi ke lantai atas


Gabriel membawa Nasha menuju kamarnya dan diikuti oleh Andin. dia merebahkan Nasha di atas tempat tidur nya dengan hati hati agar tidak terbangun, jika dia bangun Nasha akan minta ikut lagi dengan Andin dan tentu itu tidak menyenangkan bagi Gabriel


"Udah lama ya? maaf merepotkan kalian" ucap Aldi yang tiba tiba masuk dalam kamar Nasha


"santai aja mas" ucap Andin singkat


"Kalau begitu kami permisi mas" sambungnya


"Terimakasih ndin, Gabriel"


Andin dan Gabriel pun meninggalkan pekarangan kompleks perumahan elit milik Aldi

__ADS_1


__ADS_2