Demi Malaikat Kecil

Demi Malaikat Kecil
Bab 19 Leukimia


__ADS_3

"Iya, aku akan berangkat" ucap Gabriel berlalu pergi membawa koper dan meninggalkan Andin yang masih menunduk


"TAPI BOONG" sambung Gabriel dengan semangat yang seketika sudah berbalik lagi mendekati andin


"kok boong" tanya Andin singkat


"Aku enggak jadi pergi sayank dan akan menghadiri acara wisuda mu" ucap Gabriel sambil merobek tiket pesawat didepan Andin


flashback off!!!!!!!


Kemarin sore setelah Gabriel di antar oleh Andin ke hotel tempat penginapan nya ada seseorang yang menelpon untuk memberitahu bahwa mereka tidak jadi berangkat berlayar ke tengah laut karena keluarga kapten sedang ada ada musibah dan mengharuskan pulang kampung selama 3 minggu. orang yang memberi tahukan itu adalah teman Gabriel sesama pelaut.


"Trinkkkk!!!!!!!


"Trinkkkk!!!!


"Trinkkkk!!


*Gabriel : Hallo, dengan siapa?


Andre : Hallo bg, ini saya Andre


Gabriel : iya, ada apa ndre


Andre : cuma mau kasih kabar aja bg, kalau besok kita enggak jadi berlayar karena kapten pulang ke kampung halaman nya.


Gabriel : kenapa kapten pulang disaat kita mau berangkat?


Andre : adek kapten meninggal karena kecelakaan bg


Gabriel : innalillahi waInnailaihi Raji'un, semoga beliau tabah


Andre : iya, ya sudah bg saya cuma ngabarin aja biar abg bisa lanjut menikmati kampung nya

__ADS_1


Gabriel : siap, terimakasih ya*


Gabriel memutuskan panggilan dari Andre dan segera menyusun rencana untuk ngeprank Andin besok, dengan cepat Gabriel mengirim pesan chat pada Andin.


"sayank, besok aku berangkat pagi. aku harap kamu bisa mengantarkan aku ke bandara" chat Gabriel


"aku pasti mengantarkan beruang kutub ku ini" balas Andin yang tidak di tanggapi lagi oleh Gabriel


"Baiklah, kita lihat bagaimana rencana ku berjalan. nikmati perpisahan besok sayank" batin Gabriel sambil tertawa sinis yang sudah menyusun rencana melihat balasan chat Andin


flashback off!!!!!!!!


Andin sudah manggut-manggut kesal mendengar penjelasan Gabriel, dia sudah sangat sering dikerjai seperti ini oleh gabril namun tetap saja dia tidak bisa membalasnya. dan ini sudah kesekian kalinya Andin tertipu. andin terus memukul dada bidang Gabriel dengan keras hingga membuat empunya kesakitan hingga Gabriel mengunci kedua tangan Andin kedadanya.


"Lepasin, enggak diliat orang.. jangan bikin aku tambah kesel deh" ucap Andin sambil berusaha melepaskan tangannya


"Tidak, dada ku sangat sakit kamu pukul, seharusnya kamu dapat balasan dari ku" ucap Gabriel yang mulai mendekati wajah Andin.


"Lepas atau aku akan mencincang cincang tubuh mu itu beruang kutub" ucap Andin menatap kejam


Setelah menyelesaikan kan pertengkaran karena prank tadi merekapun bercanda tertawa mengingat kembali, mereka bercerita di kursi tunggu karena terlalu malas untuk pulang.


Tak lama mereka duduk disana terlihat tiga orang seperti habis melakukan perjalanan jauh menggunakan pesawat yang ingin melewati kursi tunggu tempat Andin dan Gabriel duduk.


"Tante cantikkkkkkk" teriak Nasha dari kejauhan karena melihat Andin sedang duduk


Entah mengapa Andin yang melihat Nasha berlari dari kejauhan untuk menyusulnya lansung merentang kan kedua tangan nya lebar spontan siap menunggu pelukan untuk Nasha. Gabriel yang melihat hal itu merasa aneh karena tidak biasanya Andin sedekat itu dengan anak anak apalagi yang dia tau Andin tidak pernah kenal anak kecil di perantauan ini. Namun tidak dengan buk lora dan Aldi yang merasa bahagia melihat Nasha begitu dekat dengan andin karena Andin wanita pertama yang dia suka setelah buk lora dan baby sister nya, ini kali pertama Nasha bisa begitu dekat dengan orang lain.


"Nasha.... Tante kangen, kamu dari mana kok habis terbang?" tanya Andin sambil memeluk Nasha dengan hangat


"kok Tante bica kangen cama nacha? kita balu cekali beltemu" ucap Nasha dengan gemasnya


"nacha pelgi belobat ke lual negli Tante" tambahnya dengan tersenyum tanpa ada beban dari sakit yang dia derita

__ADS_1


"Nasha sakit apa sayang?" tanya Andin penasaran sambil membelai rambut Nasha lembut


"Leukimia ndin" ucap singkat Aldi lirih yang baru menghampiri ke kursi tunggu


"Leukimia" ucap Andin kaget tidak percaya seakan di samber gledek mendengar Nasha gadis kecil yang pintar ini punya penyakit separah itu.


Andin tidak menyangka kalau Nasha yang masih kecil ini sudah menderita leukimia, gadis kecil yang dia tau periang dan selalu tersenyum seakan tidak terbabani oleh penyakit nya.


"Iya Tante, kata papa cakit aku enggak palah kok tapi kenapa Tante cedih cepelti itu" tanya Nasha yang begitu gemas


"makanya papa ajak berobat ke Singapura biar Nasha lebih cepat sembuhnya, biar kita bisa bebas punya kegiatan apa aja" ucap Aldi agar Nasha tidak sedih, Andin dapat melihat Aldi yang berbohong bahwa penyakit anak itu tidak parah


"Maaf mas, bisa bicara bentar?" tanya Andin untuk mengajak Aldi agak menjauh dari sana dan lansung diikuti oleh Aldi.


"Udah berapa lama Nasha sakit mas? trus kamu ngapain bohong, kasihan dia" ucap Andin


"sudah 4 bulan ndin, aku terpaksa membohonginya agar aku tidak melihatnya bersedih. aku tidak suka anak ku menangis karena sejak mamanya pergi dia selalu pengertian pada ku agar aku tidak repot dengan tangisan. cukup kasih sayang seorang mama yang tidak dia dapat kan, jangan untuk keduanya" jelas Aldi sambil menghapus air mata nya yang tak terasa mengalir begitu saja, Aldi tidak pernah meneteskan air mata kecuali menyangkut anaknya.


"Maafkan aku mas, aku enggak bermaksud seperti itu! aku akan berusaha memberi nya kasih sayang agar dia tau bagaimana kasih sayang seorang mama" tiba tiba ucapan Andin melantur


"apa maksud kamu ndin"


"Tidak ada maksud apa apa mas, aku hanya ingin menyayanginya agar dia tidak kesepian akan perhatian seorang ibu, tidak lebih" ucap Andin yang berlalu pergi meninggalkan Aldi


"Andai saja kamu bisa menerima kami sebagai keluarga kamu ndin, jadi lah mamah yang sebenarnya buat Nasha dan istri ku" batin Aldi berharap karena melihat Nasha bahagia bersama Andin


"Ayok semuanya kita pergi makan, ibuk lapar sekali" ucap buk lora memecahkan suasana


"maaf buk, kami pulang saja!!! tidak enak" ucap Gabriel datar karena diabaikan saja oleh Andin karena Nasha yang sudah ada bersama nya


"Tante ikut caja, bial om itu pulang cendili" ajak Nasha yang menarik tangan andin. Andin pun melirik Gabriel untuk meminta persetujuan nya dan di angguki oleh Gabriel


Mereka pun pergi ke restoran untuk makan menaiki mobil Andin karena mobil kelurga Aldi belum di jemput oleh supirnya

__ADS_1


Gabriel menyetir, Aldi duduk di sebelahnya sementara Andin buk lora duduk di bangku penumpang dan Nasha duduk di pangkuan Andin. Andin tidak keberatan karena dia sudah sayang pada Nasha walapun ini pertemuan mereka yang kedua.


__ADS_2