Demi Malaikat Kecil

Demi Malaikat Kecil
Bab 14 Tabrakan


__ADS_3

Ditempat lain, di salah satu restoran ternama daerah itu sudah terdapat beberapa orang yang duduk saling berhadapan untuk menyantap makanan yang sudah di hidangkan. Gabriel yang berhadapan dengan Andin, Febby berhadapan dengan Fira dimana Febby bersebelahan dengan Gabriel disebelah kanannya. Sementara sebelah kiri Gabriel terdapat Bunga dengan gaya genitnya yang memainkan kaki kanan nya yang menyentuh betis Gabriel, Bunga adalah salah satu teman Andin yang lumayan dekat dengannya namun Gabriel juga mengetahui hal itu.


Bunga terus memainkan kakinya agar dirasakan oleh Gabriel, Gabriel yang merasakan juga menikmati hahaha namun tanpa dia sadari bahwa kaki itu milik Bunga.


"heheheh dasar nakal, enggak sabaran banget sih yank!" batin Gabriel yang senyum senyum sendiri merasakan kaki nya di elus seperti itu sambil menatap Andin


"kesambat apa dia!!! kok senyam senyum gitu?" batin Andin yang merasa aneh dengan kekasihnya.


Sementara itu Bunga bahagia karena Gabriel tidak memarahi atau sebagainya sedangkan Gabriel menikmati.


seketika tas Fira tak sengaja terjatuh dari pangkuan nya, Fira yang menyadari berusaha meraih tas dengan tangannya dan menunduk sedikit lagi mengarahkan kepalanya dibawah meja makan dengan melengongkan arah Gabriel.


"Gilak, Gabriel main kaki sama Bunga?? Andin harus tau nih!!!" batin Fira sambil mempeerbaiki posisi duduknya seperti semula.


"Ndin, kamu harus tau sesuatu!!" bisik Fira


"tau apa fir?" jawab andin dengan berbisik


"kamu harus liat kaki Gabriel, sekarang!!!!!!! sebelum kamu nyesal!!" bisik fira menyuruh Andin dengan muka datar hingga membuat Andin bingung namun segera dia lakukan karena penasaran.


seketika mungkin Andin melihat apa yang dimaksud oleh Fira, yang membuatnya marah namun harus dia tahan karena waktu yang tidak tepat. Andin melihat Bung memainkan kakinya ke kaki Gabriel, dengan santai Andin menarik nasafnya dalam membuang perlahan agar bisa tenang dalam sikapnya.


Gabriel yang melihat tingkah Andin seperti itu tertawa sendirinya berharap dia akan melebihkan gaya memainkan kaki nya itu.


"hhhhmmm, sok liat kebwah. dasar cewek!! untung pacar ku" batin Gabriel sambil tersenyum manis pada Andin yang membuat Andin makin kesal dan geram.

__ADS_1


"Bunga, bunga" panggil Andin dengan setenang mungkin agar tidak merusak suasana, sementara bunga tidak menanggapi karena fokus pada pergerakan kaki nya walapun tidak melihat.


"Bunga kamu bisa dengar enggak" sambung Andin yang kini sudah terlihat kesal sambil mendorong kursi kebelakang dan berdiri hingga teman teman nya melihat ke arah Andin bergantian melirik bunga.


"Kenapa ndin" jawab bunga gugup yang segera ia melepaskan kakinya dari Gabriel


"Kamu suka sama pacar aku?" tanya Andin kesal namun berusaha tetap tenang


"A a apa maksud kamu ndin, aku enggak nge ngerti" jawab bunga gugup


"seharusnya aku yang tanya, apa maksud kamu" ucap Andin yang sudah kesal


"Aku bener enggak ngerti ndin" ucap bunga dengan suara yang dipelan pelankan


"enggak usah berlagak bodoh, maksud kamu apa yang ngelus kaki Gabriel pakek kaki kamu!!! mentang mentang kaki kamu itu cantik putih bersih? gitu?" tanya Andin yang sudah naik pitam, Gabriel yang mendengar kalimat di ucapkan Andin membulatkan matanya dengan rasa tidak percaya dan tidak menyangka bahwa itu bukan andin.


"ngapain juga aku mainin kaki kamu, kayak enggak ada kerjaan aku!" jawab andin dengan kesalnya.


"Aku bener enggak tau ndin, aku rasa itu kamu" ucap Gabriel lirih dengan wajah bersalahnya kemudian menatap bunga tajam dan geram hingga bunga hanya menunduk karena malu.


"Makanya, kalau ngerasain itu pakek hati!! enggak nafsu!!!" ucap Andin kesal sambil manarik tas dengan kasar yang berlalu meninggalkan orang orang disana namun dikejar Gabriel dan disusul oleh semua teman serta sahabat yang meninggalkan bunga sendirian di meja makan


"Jadi orang jangan kegenitan!!! ucap teman teman nya seraya menyindir dan segera menyusul Andin.


Gabriel terus mengejar Andin yang berlari menuju parkiran berharap Andin akan berhenti dan memaafkannya namun tidak di hiraukan sama sekali oleh Andin yang sudah masuk kedalam mobilnya melaju dengan cepat.

__ADS_1


Sementara Gabriel yang masih berlari mengejar mobil Andin tidak menyadari kalau dia sudah di jalan


BRAKKKKKKK!!!!


BRAKKKK!!!!


BRAKK!!


Kecelakaanpun tidak bisa di hindarikan Gabriel yang membuat terlentang di tengah jalan sehingga orang orang berdatangan mengerumuninya termasuk teman dan sahabat Andin yang juga mengejar mereka pada saat berlarian tadi. Namun Andin tidak mengetahui sama sekali bagaiman keadaan Gabriel yang sekarang. seseorang yang mengerumuni tadi sudah menelfon ambulance, kini sudah datang untuk membawanya kerumah sakit.


Sahabat dan teman temannya yang mengetahui segera menelfon Andin yang tidak masuk sama sekali dihubungi dan dengan cepat Fira melajukan mobil kerumah sakit menyusul untuk mengetahui bagaimana keadaan Gabriel.


"Dasar cowok enggak tau diri, udah jelas aku di depannya tetap saja main cewek... dasar Kampret, sialan" ucap Andin yang mengeluarkan sumpah serapah nya sambil memukul stir mobil dengan teriak kesal.


"Harusnya kamu enggak ikut ke restoran, supaya enggak ada pertengkaran antara aku dan bunga" sambung Andin dengan kesal.


Sementara di UGD rumah sakit umum daerah sudah terdapat Gabriel yang terlentang sudah memakai alat alat kesehatan di sekujur tubuh nya agar dia tetap bertahan hidup dengan bantuan alat itu. Sedangkan sahabat dan teman Andin menantikan diagnosa dari dokter yang menangani Gabriel sambil terus menghubungi Andin yang belum bisa di hubungi.


"gimana fir? enggak aktif juga ya?" tanya Febby pada Fira yang mencoba menghubungi Andin


"belum sama sekali by, gimana nih? aku jadi takut kalau Andin nyesal" ucap Fira Dengan lirih.


"Kalau kita hubungi keluarga Gabriel aja gimana? tanya putri teman Andin


"jangan dulu deh, entar keluarga nya panik trus benci sama Andin kalau sampai keluarga nya tau Gabriel kayak gini karena ngejar Andin!" ucap Febby

__ADS_1


"enggak bisa gitu juga By, Gabriel juga salah kok. Lagian keluarga harus tau keadaan Gabriel sekarang, kalau terjadi apa apa gimana?" ucap Fira yang meyakinkan semua temannya


__ADS_2