Demi Malaikat Kecil

Demi Malaikat Kecil
Bab 35 Menikah


__ADS_3

Hari yang dinantikan oleh pasangan pada umumnya tiba, mereka akan bahagia melalui proses demi proses sebuah pernikahan, namun tidak dengan pasangan yang satu ini. pagi pagi sekali Andin sudah bangun tapi terlihat kacau dan tidak fresh menyambut hari pernikahannya, dia terfikir gimana kekesalan dan kecewanya Gabriel nanti setelah mengetahui semua bahwa Andin bukan miliknya lagi.


Andin meraih ponsel di atas nakas tempat tidurnya, dia touch layar demi layar dan memperhatikan beberapa foto Gabriel.


"Gabriel, maafkan aku yang tidak bisa menepati janji untuk hidup bersama mu" ucap Andin lirih


"loh loh kenapa anak mama belum mandi, nanti keburu MUA nya datang sayang" tiba tiba Mama Mona masuk kekamarnya


"Lah kok jadi nangis, kenapa lagi nak cerita sama mama" tambah nya


"Andin berat rasanya menerima pernikahan ini ma, Andin enggak ada rasa sama mas Aldi, Andin enggak nyangka bakal nikah secepat ini sama mas Aldi. apalagi Gabriel ma, dia pasti kecewa banget sama Andin. Andin takut kalau dia enggak bisa terima ini semua ma, Andin jadi bingung" ucap Andin sambil menangis di pelukan mama Mona


"Mama paham banget sama perasan kamu nak, tapi ini semua sudah jalannya. acarapun akan di gelar beberapa jam lagi, tidak mungkin kita batalkan saja. lagi pula ini sudah keputusan kamu dari awal, ingat nak!! kamu memang tidak mencintai Aldi tapi ada seorang anak yang berharap ingin bersama mu, kamu pasti bisa melalui ini semua nak" ucap mama menenangkan


"Ya sudah, mama yakin kamu sanggup, sekarang mandi dan siap siap sebentar lagi MUA datang" tambah mama sambil melepaskan pelukannya dan berlalu pergi.


Andin yang mendengar mama pun segera mandi dan bersiap, tidak lama setelah itu MUA datang untuk merias wajah Andin.


Menghabiskan waktu 2 untuk merias dan bersiap lainnya akhirnya Andin selesai, viola masuk kamar dan mengajak Andin untuk segera ke lokasi acara.


"Udah selesaikan kak, mama udah Suruh kebawah, biar kita jalan sekarang" ucap viola


keluarga besar Riko menuju acara pernikahan Andin yang tidak terlalu jauh dari rumahnya yang berlokasi di danau dekat rumah Arya, acara itu dibagi menjadi dua tema. ijab Kabul bertema outdoor sedangankan resepsi bertema indoor.



merekapun melintasi lokasi dan terlihat masih sepi karena acara mulai setengah jam lagi, segera mobil melaju lagi ke pekarangan rumah milik Arya.


sesampainya di rumah Arya, terdapat keluarga besar Aldi yang memang masih menginap di sana sejak Minggu lalu.

__ADS_1


"mamaaaaaa" teriak Nasha memanggil Andin dan lansung dipeluk olehnya.


"mama cantik cekali, Nacha jadi lupa" tambahnya yang membuat semua orang tertawa


"Kenapa panggil mama, dia belum sah jadi mama kamu" ucap tante Linda kesal yang datang menghadiri acara itu.


"cebental lagi papa bakal nikah cama mama, jadi Nacha belhak panggil apa aja, bilang aja nenek enggak cuka cama mama kalena mama lebih cantik dali Tante Lidya" ucap Nasha ketus dan mencibir


"menantu papa memang cantik sekali, enggak salah Aldi suka" ucap papa Bambang membela Nasha, karena dia tau Nasha benar.


"Ya sudah, lebih baik kita kelokasi sekarang. enggak enak kalau tamu datang duluan. lagian kasihan Arya sama viola yang disana" ucap papa Riko.


kedua keluarga itu menuju lokasi ijab qobul yang ternyata sudah banyak tamu yang datang. tamu yang datang tentu saja ada sahabat Andin yang baru sampai, Febby dan Fira.


Andin nampak terseyum melihat suasana pernikahan nya yang didatangi kerabat dan sahabat sahabat nya. Namun hati Andin menangis karena menikah dengan orang yang tidak dia inginkan, Perlahan Andin menuju kursi ijab yang sudah di tunggu penghulu, saksi, kedua orang tua dan Aldi.


"Ya Tuhan, apa aku harus melakukan ini? hati ku sakit mengingat yang akan terjadi pada Gabriel" batin Andin.


"sayang, ayo nak.. semuanya sudah menunggu, tidak enak terlalu lama mereka menunggu" ucap mama pelan dan lansung di patuhi Andin.


ijab qobul berjalan, Aldi memberikan mahar pada Andin berupa surah Ar Rahman yang Lansung dia lafadz kan tanpa melihat Al-Qur'an.


semua yang melihat nampak terbawa suasana karena Andin seketika menangis terharu dari apa yang di lihat, dia telah menikah dengan seorang pria yang suaranya sangat merdu memberikan mahar Surah, ini tidak akan dia dapatkan jika menikah dengan Gabriel yang tidak pandai membaca Alquran.


"Masyaallah.. aku enggak nyangka kalau maharnya membaca surah Ar Rahman, sekarang aku rasa kamu lebih baik di segi agama di banding Gabriel mas" batin Andin.


"Alhamdulillah... Sahh" Semua tampak gembira kecuali Linda Tante Aldi.


Setelah ijab qobul selesai, Aldi di tuntun ke ruang ganti untuk mengganti pakaian resepsi di acara selanjutnya. Namun tidak dengan Andin yang sudah tidak ada di tempat.

__ADS_1


"Andin mana ma" tanya pak Riko pada mama Mona


"Mama juga lagi nyari pah, tadi dia disini tapi seketika enggak ada setelah mama suruh ke ruangan ganti" jawab mama Mona


"biar Aldi yang nyari Tante, Tante tenang aja, mungkin Andin enggak jauh dari sini" ucap Aldi menyela pembicaraan mama Mona


"jangan panggil Tante, panggil mama sama papa Aldi. kalian sudah sah, kamu menantu mama dan papa sekarang. ya sudah, bantu cari istri kamu ya" ucap mama Mona


"Baik ma"


Aldi meninggalkan mertuanya dan langsung mencari Andin di seluruh arah lokasi, sudah cukup lama dia berkeliling danau yang cukup luas, namun tidak ada tanda tanda Andin berada disana.


"Andin.... Andin... Andin... kamu dimana" teriak Aldi


"dimana aku harus cari, apa dia kerumah bg Arya?" tanya Aldi di hati


Dengan sigap dan cepat Aldi berlari menuju rumah Arya yang tidak jauh dari lokasi ijab qobul. di tengah perjalanan, Aldi bisa melihat Andin yang berurai air mata duduk di taman gersang milik Arya.


"Begitu besarnya kamu mencintai Gabriel hingga menangis di tempat sunyi ini, tapi aku sakit melihatnya. semoga saja dengan berjalan nya waktu kamu bisa mencintai ku dan melupakan Gabrie ndinl" batin Aldi


"Andin, kenapa kamu disini" tanya Aldi, Andin menyadari dan lansung menghapus air mata nya lalu tersenyum.



"Mas Aldi, kenapa kamu kesini" tanya Andin


"Kami khawatir, kamu tidak ada di sana setelah ijab. ayo kita sudah di tunggu, acara kita selanjutnya resepsi. kita harus ganti pakaian dulu"


"Maaf mas, tadi aku cari udara segar disini" ucap Andin

__ADS_1


"Aku tau kenapa kamu disini, tidak mungkin cari udara segar di tempat gersang seperti ini, aku sangat paham perasaan kamu ndin. semoga saja kita bisa lalui ini bersama" ucap Aldi lembut dan menggenggam tangan Andin erat


__ADS_2