Demi Malaikat Kecil

Demi Malaikat Kecil
Bab 32 Go To Makassar


__ADS_3

"Kenapa tidak" tanya pak Riko


"Aldi harus izin menghadap dulu, harus lapor dulu, dan banyak hal yang di persiapkan untuk menghadap ke komanda om" jawab Aldi sopan


"Kalau menurut Aldi kita selesaikan dulu baru tentukan tanggal pernikahannya" sambungnya


"Tadi kebelet haha" sindir Arya


"Begini saja, sekarang masih siang. lebih baik Andin mengurus keperluan di kantor kepemerintahan sebagai bahan pengajuan, Aldi temani Andin karena kamu sudah tahu jelas tentang itu, setelah selesai nanti terbanglah ke Makasar Lansung ajukan" ucap pak Bambang tahu semua karena dia mantan Tentara.


"Baiklah pa, ayo ndin kita urus sekarang" ajak Aldi


"makan dulu, baru pergi" ucap buk Mona


mereka bersama menikmati makan siang yang sudah tersedia melalui pesanan catering.


Setelah makan siang selesai, pak Riko menyuarakan pendapat nya.


"Baiklah, karena waktu kita mepet! tinggal satu Minggu lagi semuanya tampak mendesak, bagaimana kalau pak Bambang dan keluarga tidak usah kembali dulu sampai pernikahan selesai" ucap pa Riko


"Tentu pak, saya dan keluarga akan menginap di hotel nanti" ucap pak Bambang


"Jangan om, tinggalah di rumah ku saja yang tidak terlalu jauh dari sini" tawar Arya,


memang Arya sudah mapan dan sudah memiliki rumah mewah, namun belum ada wanita yang sesuai untuknya dijadikan istri.


"Abang bener om, lebih baik di sana" ucap Andin sopan


"Baiklah, asalkan kami tidak merepotkan saja, jika repot kami beli rumah saja dekat sini haha" canda pak Bambang

__ADS_1


"Karena Aldi dan Andin pergi ke Makasar, jadi masalah dekor mendekor papa serahkan pada perusahaan Arya yang terkenal modis itu" sindir pak Riko


"Bener, Andin setuju. tapi masalah warna dekornya gimana biar andin aja karena abang enggak pernah tau warna kesukaan Andin" ucap Andin


"hah, lucu amat sih kak, dimana mana ya tukang dekor yang tau semua"


"kenapa Arya panggil kakak sama Andin" tanya buk lora


"Saya mengajar anak anak dari kecil agar tidak memanggil nama, namun panggilan kesayangan mereka masing-masing, jadi saya Suruh Arya panggil kakak walaupun dia tua dari Andin dan ke viola mereka memanggil adek


"wah, romantis sekali keluarga ini, penuh kasih sayang dan harmonis. pantas saja Andin memiliki jiwa tenang pada semua orang, apalagi di kampus semua sangat menyukai nya" ucap buk lora yang membuat Andin tersipu malu.


"mama bikin Andin malu malu itu" ucap pak Bambang


"Ya sudah, pergi sekarang biar semua cepat selesai. ingat nak target kalian cuma satu Minggu ngurus itu semua" tambah nya


Sementara pak Bambang dan keluarganya pulang kerumah Arya yang di antarkan empunya karena mereka sudah lelah seharian.


di perjalanan, pak Bambang banyak menanyakan hal mengenai Andin agar lebih mudah untuk mengenal calon menantunya itu.


"Kamu tau Andin pacaran sama Gabriel?" tiba tiba saja pertanyaan itu terlepas dari mulut buk lora


"Tau Tante, mereka sudah 5 tahun pacaran sampai sekarang tapi aku enggak tau gimana jadinya nanti karena Andin lebih memilih Aldi. Dia ingin menghubungi tapi sangat sayang karena Gabriel masih di tengah laut" jelas Arya yang sedang menyetir


"Semoga saja Gabriel bisa menerima ini semua" tambahnya


Tidak lama di mengendarai mobil nya, Arya sampai di pekarangan rumah mewah miliknya. sesampainya dalam rumah Arya menunjukan kamar kamar yang akan di tempati kecuali kamarnya, karena dia sesekali akan tidur di sana.


**************

__ADS_1


Disisi lain, Andin dan Aldi sudah selesai dengan urusannya. tidak membutuhkan waktu lama karena tidak ada antrian.


"Alhamdulillah ya mas, satu tahap udah di permudah jadi enggak ribet. aku kira ngurusnya sampai 2 hari ternyata cuma 1 jam" ucap Andin yang sudah berada dalam mobil


"iya, sekarang kita lansung pulang dulu buat packing pakaian kamu. nanti sore kita lansung berangkat Makasar" ucap aldi


"Tiket udah pesan" tambahnya terseyum


Andin POV


Urusan surat menyurat tentang ku sebagai bahan pengajuan sudah selesai, kata mas Aldi ini baru tahap awal. Masih banyak tahap yang akan kami lalui, pengajuan itu tidaklah mudah karena banyak tahap dan tes akan di laksanakan.


Aku dan mas Aldi sudah sampai rumah, segera aku menuju kamar untuk membereskan beberapa pakaianku Sementara mas Aldi menunggu di ruang tamu yang di temani papa mama.


Aku raih koper yang berada di atas lemari milik ku, karena badan ku yang kecil membuat aku susah mengambil koper itu, namun seketika dapat aku raih karena tiba tiba saja mas Aldi masuk ke kamar dan lansung mengangkat tubuhku dari belakang.


"Mas Aldi, kenapa kamu masuk? nanti papa marah liat kita berdua di kamar" ucap ku setelah menaruh koper


"Aku sudah diberi izin, namanya menantu ya di bolehin lah. lagian aku mau pinjam ponsel kamu buat telpon mama, ponsel aku mati" ucap Aldi


"ini mas, Btw makasih ya udah bantuin" ucap Andin


aku dibantu mas Aldi membereskan pakaiannya, setelah selesai kami pamit untuk menuju Bandara.


Dalam pesawat mas Aldi sangat perhatian, aku sendiri tidak bisa bicara perhatian apa yang diberikannya karena perlakuannya terhadap ku sama persis dengan Gabriel.


Setelah sampai di Makasar, dia lansung membawa ku ke hotel. Dia tinggal di asrama, kami tidak mungkin tinggal berdua walapun sebentar lagi akan menikah.


****************

__ADS_1


__ADS_2