Demi Malaikat Kecil

Demi Malaikat Kecil
Bab 29 Keputusan


__ADS_3

2 hari kemudian, masih di rumah sakit milik keluarga Aldi disana sudah ada Andin beserta keluarga Aldi.


Hari ini Andin akan menyatakan pilihannya yang sudah dia pertimbangkan dalam 2 hari terakhir ini, untuk memantapkan hatinya Andin telah melakukan sholat istikharah.


Semua orang sudah duduk di meja tamu ruangan itu, dengan jantung berdegup kencang Aldi dan Nasha menunggu keputusan Andin. Nasha terlihat murung di ranjangnya dengan alat kesehatan yang masih menempel ditubuhnya, dengan harapan besar Andin mau menerima dia dan papanya.


"Andin, bagaimana nak? apakah kamu sudah mempertimbangkan? bisakah kami mendapatkan jawaban dari kamu" tanya pak Bambang


Andin masih diam karena bingung dengan pilihannya, apakah keputusanya nanti benar atau salah.


yang pasti dia harus memilih hatinya hancur demi senyuman dan kebahagiaan anak kecil itu atau memilih hidupnya yang bahagia bersama orang yang dia cintai namun ada hati seorang anak kecil yang begitu terluka.


"Andin, Andin, ndin" panggil Aldi yang membuyarkan Andin dari lamunannya


"ma maaf mas, aku jadi melamun" ucap Andin gugup


"Om sangat tau kalau keputusan ini berat kamu untuk kamu pilih, apalagi kamu punya kehidupan lai dengan seseorang. katakanlah, kami akan menerima keputusan mu nak" ucap pak Bambang


Andin melihat semua orang yang ada disana, dia menatap mata Aldi begitu dalam. yang ada di fikirannya apakah Aldi akan mencintainya sama seperti Gabriel yang takut kehilang Andin.


Tatapnya berpindah pada Nasha, yang memperlihatkan mata sayu memohon.


"Aku enggak tau om, keputusan ini benar atau salah. tapi aku sangat berharap ini jalan yang terbaik, aku akan berusaha menjadi sosok seorang mama yang sesungguhnya untuk Nasha, dan semoga mas Aldi bisa menjadi suami yang bertanggung jawab untuk ku dan anak anak ku nantinya" ucap Andin dengan wajah menunduk


"Maksudnya, kamu terima aku dan Nasha" tanya Aldi dengan semangat.


Nasha mendengar semua itu, tapi tampak ragu dengan apa yang dibicarakan Andin, mungkin saja ada kalimat Andin yang kurang bisa dia pahami


"Iya mas" ucap singkat Andin membuat orang disana tampak gembira


"Terimakasih ndin, terimakasih sudah menerima ku dan anak ku, aku akan berusaha menjadi yang terbaik untuk kamu dan anak anak kita kelak"ucap Aldi dan lansung memeluk Andin


"yuk kita temui Nasha" ajak Aldi sambil menarik tangan Andin

__ADS_1


"Anak papa kenapa enggak bahagia gitu sayang" tanya Aldi


"Nacha enggak ngelti kata Tante pa" ucap Nasha


"Sebentar lagi Tante Andin jadi mama kamu sayang" jawab Andin yang membuat mata Nasha berbinar-binar dan lansung memeluk Andin erat


"makacih Tante, nacha cayang cama Tante" ucapnya bahagia


kedua orang tua Aldi tampak senang karena Nasha sudah menemukan wanita pilihannya untuk sang papa dan dirinya, apalagi wanita itu mahasiswa ibu Aldi yang sangat dekat dengan nya


"Andin, jadi kapan kami bisa datang kerumah kamu nak" tanya buk lora


"bagaimana kalau besok buk, tapi hari ini aku pulang duluan untuk menjelaskan semuanya pada orang tua ku. karena yang mereka tahu aku akan segera dinikahkan oleh kekasih ku buk" ucap Andin


"Kamu yakin sendiri? bagaimana jika aku ikut dengan mu" tanya Aldi sambil memegang tangan Andin


"Tidak mas, biar aku saja. aku tindak ingin terjadi apa apa sama kamu jika papa tidak setuju" ucap Andin


"Iya aku pulang, om buk aku pamit ya" ucap nya sambil menyalami tangan orang tua Aldi


"Sayang, Tante pamit ya.. nanti kita ketemu lagi" sambung nya sambil mengecup kening Nasha


Aldi mengantarkan Andin menuju parkiran untuk mengambil mobil milik Andin,


"Aku pergi dulu mas, assalamualaikum" ucap Andin dan berlalu pergi meninggalkan Aldi


Andin menempuh jalan keluar kota selama 5 jam, akhirnya dia sampai ke pekarangan rumah mewah milik orang tua nya,



dia sampai pas saat adzan Maghrib berkumandang, dia disambut keluarga sangat hangat.


"Sayang, kamu akhirnya pulang juga! mama rindu" ucap buk Mona sambil memeluk putri nya itu

__ADS_1


"Andin juga rindu mah, papa mana mah? Abang sama adik juga enggak keliatan"


"Mereka di kamarnya, lebih baik kamu mandi sholat dan istirahat sayang, pasti sangat melelahkan nyetir mobil sejauh itu. nanti mama panggil makan malam


"Iya mah, Andin juga ada yang mau disampaikan" ucap Andin bergelayut manja di lengan mama nya


Andin menaiki tangga menuju kamarnya, sementara mama lansung masuk kekamar nya yang berada di lantai bawah.


segera dia melaksanakan perintah mamanya tadi.


sedang asik memainkan game online, tiba tiba saja terdapat Panggilan dari Aldi


"Hallo mas"


"Hallo ndin, kamu udah sampai rumah belum"


"sudah mas, sudah 1 jam yang lalu"


"syukurlah, kamu sudah memberitahu keluarga yang disana tentang kita"


"nanti mas, setelah makan malam biar ngomongnya enak, owh iya Nasha gimana"


"Sejak dia tau kamu akan menjadi mamanya, dia tidak henti senyum dan tertawa"


"Syukurlah lah, aku senang dengarnya. kamu jam berapa kesini"


"mungkin setelah subuh, biar sampai sana siang ndin, tapi tanya mama dulu mana tau ada yang dicari dulu untuk keperluan kesana"


"owh ya udah, nanti hati hati aja ya. titip salam buat semua. aku istirahat dulu mas, lelah banget. assalamualaikum"


"Waalaikumusallam"


Andin memutuskan panggilan dan memilih istirahat karena dia memang sangat lelah.

__ADS_1


__ADS_2