
"Terimakasih bapak, Maaf pak pas sidang nanti kami bisa lansung berdua pak?" ucap Febby sambil memasang wajah memohonnya.
"Kenapa kamu mau berdua?"
"Biar sidang nya bareng di hari yang sama pak, trus waktu dosen pembimbing sama penguji enggak habis lama pak. maaf kalau saya lancang pak" ucap Febby dengan wajah memohonnya
"Baiklah.... saya setuju, Senin depan kalian sidang!" ucap pak pandu
"Baik pak, terimakasih banyak pak" ucap Andin serempak dengan febby
"Kalau begitu kami permisi pak"
"iya, silahkan"
setelah pamit mereka lansung meninggalkan pak pandu di ruangannya yang lansung fokus pada laptopnya setelah mereka berlalu. mereka yang keluar dari ruangan pak pandu memakai wajah cerah mata berbinar dan hati penuh semangat 45 yang akan bersiap bersorak Sorai karena mereka tidak menyangka semua akan lancar dengan baik, sungguh ini keberuntungan bagi Andin dan febby. mereka segera menelusuri lorong fakultas menuju koridor untuk bersorak merayakan ACC.
*Dikoridor*
"Hooreeeeeeeee yeiiiiii gua senang banget akhirnya ACC, nanti gua langsung telpon nyokap gua ndin" ucap Febby sambi menari nari dan bersorak gembira tanpa dia hiraukan banyak pasangan mata yang melihat tingkah aneh lebay nya, karena dia memang orang yang tidak peduli dengan orang yang mengganggu kebahagiaan nya.
"iya aku tau kamu senang banget, aku juga senang!!!!! tapi jangan kayak gitu juga kali!!! kamu enggak liat orang rame perhatiin kita" ucap Andin yang berlalu meninggalkan nya
"ih ndin, lho ngapain mikirin oranggggg belum tentu juga dia mikirin kita!!!! " ucap Febby sambil berlari kecil menyusul, Andin hanya tabok jidat karena suara febby yang menggelegar yang terdengar oleh umat di koridor ini.
__ADS_1
"iya Febby sayang, I KNOW THAT!!! tapi kita jangan bahagia kayak gini. kita baru ACC, bukan Sidang!!!" ucap andin menekan kan kata demi kata baru ACC.
"iya deh, paham" ucap Febby mengerti
Tidak sedikit mahasiswa akhir yang tak lain teman teman andin duduk di koridor dan taman Fakultas untuk menunggu dosen pembimbing masing-masing. andin melihat kiri kanan karena ia menyapa dan disapa oleh teman teman di Fakultas. tentu saja, andin 2 kali menjabat jadi Sekretaris Badan Eksekutif Masyarakat Mahasiswa di Fakultas ini, jadi lumayan terkenal wkwkwk.
kini andin dan febby sudah berada di depan perpustakaan untuk menikmati WiFi, rugi aja kalau fasilitas enggak di pakai!!!! mubazir buang yang gratis. Mata mereka lansung menyorot kearah dinding samping perpustakaan karena melihat sosok seorang Safira Afli Yunia yang sering disapa fira berada didepan mata. sontak mereka kaget karena dia sudah menghilang ke luar negeri tempat kakak sepupunya. Dia pun yang melihat Andin dan Febby lansung tersenyum.
"Ndin, itu kan Fira!! dasar itu anak menyiksa kita dengan kerinduan, ayo kesana" ucap Febby lansung berdiri lagi dari tempat duduknya padahal baru duduk.
"Iya, ayok kita balas, dasar!!! cuma senyum aja dia" ucap andin sambil menyusul Febby yang sudah berlari menuju Fira.
"woiiiiiii, lho sejak kapan jadi alay gini!!! lho kesambat enggak? mau gua obatin?" ucap Febby sambil melatakan tangannya ke jidat Fira untuk merasakan panas atau dingin.
"Semenjak aku merindukan kalian sahabat ku, aku rindu!!!!" ucap Fira
"Yak elahhhhh nyet, boong amat sih!!! kalau rindu kenapa enggak kabarin kita? kenapa no kamu susah di hubungi? trus kenapa enggak kabarin kita juga kalau udah di Indonesia dan di kampus?" ucap Andin sambil pura pura ngambek melipat kedua tangan nya di dada.
"Ya ampun, aku harus jawab yang mana dulu? banyak banget? enggak pernah berubah deh!!!!!! lagian kalian liat tu ponselllll! udah berapa kali aku hubungi kalian enggak di angkat kayak kompak, masalah aku enggak hubungin kalian maaf sahabat sahabat ku karena waktu di bandara Meksiko ponsel aku hilang dan enggak tau no kalian padak" celetuk Fira dengan memanyunkan bibirnya.
mendengar penjelasan dari Fira, andin dan Febby segera ambil ponsel didalam tas. dengan cepat andin pakaikan jari sebagai sidik jari untuk membuka layar! benar saja! sudah banyak panggilan masuk yang tidak Andin jawab karena bimbingan skripsi tadi, lagi pula ponsel nya hanya bermode getar pelan! Andin hanya merasakan getar saat suasana hening!!!.
__ADS_1
segera ia sentuh layar ponsel yang menunjuk panggilan tidak terjawab, didapati panggilan 30 tak terjawab dan 85 chat personal yang didominani 20 panggilan tidak terjawab 25 chat dari nama kontak 'beruang kutub'
"Aduh, udah banyak panggilan dari beruang kutub ku, maafkan Dedek babang. Dedek sibuk" batin andin
" guys, aku duluan yaaaaaa mendadak penting nih nasib aku kayak mana" ucap Andin untuk pamit duluan pada Fira dan Febby
"Yak elahhhhh, baru ketemu juga udah pergi. lagian nasib kamu bagus kok ndin" celetuk Fira.
"Tau lho ndin, sok pakek nasib segala" ucap Febby.
"Bukan gitu guys, Kekasih aku mau berangkat hari ini!!!! aku enggak mau mengeluarkan air mata perpisahan di tempat seramai ini !!!!! apa lagi ada makhluk kauak kalian! dah aah, keburu berangkat dia" ucap andin berlalu meninggalkan mereka.
"Kekasih Andin masih beruang kutub itu ya?" tanya Fira
"Iya, udah 5 tahun nih dia sama Andin!! ya udah yuk panas nih, kedalam aja" ajak Febby
Andin berlalu meninggalkan sahabat sahabat nya dengan cepat agar lekas sampai di kos untuk menghubungi kembali kekasih nya itu karena dia akan berangkat berlayar lagi apalagi panggilan yang tidak terjawab tadi membuat andin merasa bersalah pada padanya.
sesampainya di kamar andin menghempaskan badannya ke kasur sambil berusaha menghubungi beruang kutub berharap segera di angkat olehnya. Namun panggilan andin tidak berdering hanya memanggil yang tertulis. Andin menunggu beberapa menit untuk menghubunginya lagi, berharap panggilan kali ini akan di terima!! tapi tetas saja nihil.
"aghhhhhhh Beruang kutub!!!!!!!!!!! maafkan aku, aku tidak tau kamu menelfon" tak terasa air mata andin pun terjatuh karena merasa bersalah tidak bisa nelpon terakhir kali nya sebelum dia berangkat.
sangat andin sesali tidak bisa menghubunginya sama sekali, karena Andin sangat menyayangi nya begitu juga sebaliknya. andin mencintai nya karena beberapa alasan yaitu, dia sangat dingin pada semua wanita! dia tidak suka terbar pesona dan apa adanya bukan karena ada apanya. itulah mengapa andin mulai menggilanya dengan sebutan beruang kutub yang tidak dia sukai oleh kekasihnya itu. dia sangat ingin di panggil POPEYE namun Andin rasa tidak sesuai degan karakter nya. mereka sudah 5 tahun menjalin hubungan, tentu saja Andin tau siapa dia dan dia tau siapa andin.
__ADS_1