
Satu Minggu telah berlalu, dalam Minggu itu Andin Aldi dan Nasha menghabiskan waktu bersama, ini semua keinginan Nasha jalan jalan bareng Andin sebelum dia pulang kampung halamannya karena Andin tidak punya kegiatan lagi di kota itu.
mereka menikmati berbagai kuliner, permainan, bioskop, taman hiburan dan lainnya.
Kini tiba saatnya Andin pulang kerumahnya, Andin membereskan kamar kos sebelum keluar, semua barang yang dia miliki di berikan begitu saja pada anak anak kos kecuali pakaian miliknya karena tidak enak memberi pakaian yang sudah di pakai olehnya. Semua pakaian sudah dimasukkan kedalam koper, adik adik kos nya membantu membawa 3 koper kedalam mobil. Saat hendak mengunci pintu tiba tiba saja ponselnya berdering.
Trinkkkk!!!!!!!!!!
Trinkkkk!!!!!!
Trinkkkk!!!
"Hallo, assalamualaikum" ucap Andin setelah melihat nama kontak penelpon
"Waalaikumusallam, ndin tolong aku ndin, aku mohon" ucap penelpon dengan suara kirinya
"Tenang mas Aldi, ada apa sebenarnya" tanya Andin heran
"Nasha tadi subuh masuk rumah sakit, karena dia merasa seluruh tubuhnya sakit, dia berteriak sambil memanggil nama kamu ndin" ucap nya dengan Isak
"Aku tau, sekarang kamu ingin pulang kerumah mu. tapi aku mohon ndin hanya sebentar saja" sambung nya
"Ya tuhan, Nasha!! kamu tenang dulu mas, aku kesana sekarang" ucap Andin panik dan beregegas menyerahkan kunci kamar pada buk kos
Tentu saja Andin panik, karena dia sudah menyayangi Nasha seperti anak sendiri. apalagi waktu yang sudah mereka habiskan bersama membuat mereka lebih dekat.
Andin melajukan mobilnya kerumah sakit yang sudah di beritahu Aldi lewat pesan chat, tentu saja rumah sakit miliknya. membutuhkan waktu 20 menit untuk sampai ke rumah sakit, akhirnya dia pun sampai.
Sesampainya di rumah sakit dia lansung menuju ruang VVIP, di dalam kamar atas ranjang susah terdapat Nasha terbaring lemas tidak berdaya menggunakan berbagai alat kesehatan di tubuhnya karena tidak stabil.
__ADS_1
"Nasha,.." suara Andin terdengar didepan pintu dan dilihat oleh semua orang yang ada disana.
"Ya tuhan, kamu harus sembuh sayang biar kita bisa jalan jalan lagi" ucap Andin yang sudah di dekat Nasha, dia belai rambut sambil mengecup kening anak itu.
"Dia baru saja diberi penenang oleh Rio ndin, aku enggak sanggup melihatnya seperti tadi"
"Siapa dia" tanya Linda yang tak lain adalah Tante Aldi, adik dari papanya.
Dia begitu heran melihat Andin yang begitu khawatir pada Nasha
"Perkenalkan, nama ku Andin Buk, temannya mas Aldi" jawab andin sopan yang membuat Linda manggut-manggut
"owh jadi ini yang namanya Andin, cuih cantikan anak saya" batin Linda
"Sini ndin duduk sebelah ibuk" ucap buk lora dan didengar oleh Andin
"Maaf ya nak kita suruh kamu kesini, ibuk jadi enggak enak yang seharusnya kamu harus pulang.
"kecuali saya, yang mengharapkan kedatangan kamu" ucap Linda ketus karena iri melihat Andin di perlakukan lembut seperti itu sementara anaknya di acuhkan saja.
"Sudahlah Linda kamu tidak pernah suka melihat orang-orang baru" tegas Bambang papa Aldi
sambil menunggu Nasha sadar, Mereka berbincang bincang membahas kesehatan dan kesembuhan Nasha kedepannya. sempat orang disana tampak terkejut dengan ucapan buk lora yang ingin mencarikan ibu untuk Nasha agar ada yang merawatnya, agar dia merasakan kasih sayang itu. awal nya semua orang terkejut namun menyetujui pendapat buk lora
"Bagus ini kesempatan untuk anak ku menjadi istri Aldi" batin Linda
"aku sangat setuju, demi kesembuhan gadis kecil itu aku rela anak perempuan ku menikah dengan Aldi" ucapnya yang membuat semua berwaja tidak suka kecuali Andin yang tersenyum.
"Tidak, aku tidak setuju!!!! biarlah cucuku yang mencari sendiri. jika dia ingin anak mu menjadi mama nya apa boleh buat, kami terpaksa menyetujuinya.
__ADS_1
"apa?? Terpaksa yang dia katakan?? sialan sekali orang ini" batin Linda kesal
Dua orang ini tidak pernah akur sejak jaman kuliah dulu, dimasa perkuliahan Linda sangat menyukai presiden mahasiswa. dia rela melakukan apapun deminya namun sangat disayangkan presiden mahasiswa itu lebih memilih buk lora, akhirnya mereka pun berpacaran. membuat Linda makin marah besar pada lora. di tambah lagi presiden mahasiswa itu meninggal yang disebabkan kecelakaan karena ingin menjemput buk lora. hal itu membuat marah Linda semakin menggejolak, namun tidak di sangka orang ini di pertemukan menjadi keluarga karena perjodohan orang tua Bambang dan lora.
"mama benar Tante, biar anak ku yang memilih" bela Aldi karena dia juga tidak mencintai Lidia anak Linda
Sementara di ranjang tempat Nasha terbaring, dia sudah sadar dan mendengar perbincangan itu namun tidak melihat siapa saja orang itu. walaupun dia masih kecil, dia cukup paham jika membahas seorang mama untuknya.
"Oma, Nacha mau Tante Andin jadi mama" ucapnya dengan masih mata tertutup, sontak Andin kaget mendengarnya namun tidak dengan Aldi buk lora dan pak Bambang sangat senang. sementara Tante Linda melihat Andin tajam
"Sayang, disini ada Tante Andin lhoo" ucap Aldi menggoda yang sudah mendekati Nasha. Andin lansung mendekat juga

Nasha tersenyum melihat Andin datang menjenguk nya.
"Tante, Nacha kangen" ucap Nasha sambil bangkit dari tidurnya dan lansung memeluk Andin, Linda sangat kesal melihatnya
" Tante mau enggak jadi mama Nacha? Nacha pengen banget jadi anak Tante" sontak Andin membulatkan matanya dan melepaskan pelukan itu, membuat orang orang disana melongo karena sepertinya Andin akan menolak
"Nasha, Tante sayang banget sama kamu. Tante udah anggap kamu kayak anak Tante sendiri. kapan pun dimana pun Tante akan selalu ada buat kamu, tapi Tante enggak bisa jadi ibu kamu yang seutuhnya sayang. Tante punya kehidupan lain" ucap Andin tenang sambil memegangi tangan Nasha.
Setelah mendengar perkataan Andin, Nasha lansung duduk dan membelakangi Andin. Dia hanya dia namun air matanya sudah menetes, siapa pun yang melihat tidak akan tega pada nya.
Andin memandangi keluarga Aldi satu persatu, semuanya tampak memohon menginginkan hal itu tapi tidak dengan Tante Linda yang acuh saja.
"ya tuhan, bagaimana ini? apa yang harus aku lakukan? jika aku menerimanya bagaimana hubungan ku dengan Gabriel, pasti dia sangat kecewa terhadap ku. namun jika aku tidak menerima kasihan anak ini" batin Andin yang bingung
"Nasha, kasih Tante waktu 2 hari untuk mempertimbangkan semua ini ya sayang. Tante janji apapun yang Tante katakan ini itu pasti yg terbaik" ucap Andin sambil memutar tubuh Nasha kembali
__ADS_1
"Baiklah Tante" jawabnya singkat