
*Seminggu kemudian*
Seminggu sudah berlalu setelah kecelakaan yang di alami Gabriel, kini dokter sudah memperbolehkan nya untuk pulang karena keadaan nya sudah membaik. Selama dirumah sakit Gabriel selalu di temani oleh Andin tanpa memberi tau orang tuanya agar tidak khawatir, Andin merawatnya dengan sayang dan sangat telaten sehingga setiap harinya selalu ada kemajuan dari tubuh Gabriel yang sebelumnya luka parah karena kecelakaan itu.
"Alhamdulillah ya.. akhirnya kamu udah sehat seperti semula" ucap Andin sambil membereskan pakaian ganti Gabriel kedalam tas miliknya.
"Terimakasih untuk semuanya, kamu selalu ada untuk ku" ucap Gabriel tersenyum
"namun aku tidak selalu ada untuk mu" sambungnya lirih sambil memandang andin dari tempat tidurnya
"Sudahlah.. jangan berbicara seperti itu, aku tidak suka" ucap Andin yang mulai mendekati Gabriel dengan tas pakaian Gabriel
"owh iya, apa keberangkatan kamu ke Afrika itu tidak bisa di undur?" tanya Andin sambil duduk di sebelah Gabriel
"Tidak bisa, aku Sudah mengurus dan berjanji sama kapten akan berangkat ke Afrika besok pagi, malamnya kami akan lansung berlayar sayang" ucap Gabriel sambil mengelus pipi Andin lembut
"Hmmm" jawab andin singkat dengan mata merah siap untuk menangis
"Hei Olive, jangan pernah mengeluarkan air mata saat bersama walaupun tidak bersama ku!!! Hati ku sakit untuk ini" ucap Gabriel sambil memegangi kedua bahu Andin dengan tangan nya.
"Aku lebih sakit!!!!! kamu selalu pergi, aku enggak kuat kamu tinggal terus"ucap Andin sambil membalas memegangi tangan Gabriel yang berada di bahunya dengan mata yang berkaca-kaca
"Hei wanita ku yang manja, olive isteri pelaut!!!! aku pergi untuk kembali pada mu, jadi bersabarlah menunggu ku"
"hmmmm" jawab singkat Andin yang menundukkan kepalanya
"sayang, kamu cinta sama aku?" tanya Gabriel
"iya"
"kamu sayang sama aku?"
"tentu beruang kutub"
"maka cintai dan sayangi juga pekerjaan ku agar aku bisa membahagiakan mu kelak dengan hasil jerih payah ku sendiri" ucap Gabriel dengan senyum lebar nya
__ADS_1
"Aku selalu mencintai setiap itu berhubungan dengan mu, tapi aku hanya takut saja jika tidak bisa selalu bersama mu" ucap Andin dengan lirihnya
"Kita akan selalu bersama apa pun yang terjadi, percayalah" Gabriel meyakinkan Andin dan mengecup keningnya
"Ih, main kecup aja.. enggak muhrim tau!" ucap Andin ketus sambil mendorong Gabriel yang membuat Gabriel tertawa
"Lagian aku kebawa suasana sayang haha" ucap Gabriel tertawa
"Ya udah ayo Kita pulang, biar aku anter" ucap Andin yang menenteng tas sambil menarik tangan Gabriel
"tunggu ih, aku belum ngurus administrasi nya" ucap Gabriel yang ingin mampir ke resepsionis
"udah beres semua" ucap Andin yang berlalu pergi meninggalkan Gabriel
Mereka menuju parkiran untuk mengambil mobil Andin sambil bercanda dan tertawa bersama, sementara Sepasang Mata selalu memperhatikan mereka dengan rasanya sakit hati yang disertai cemburu. dia menatap tajam ke arah Andin yang sudah mempermalukannya didepan banyak orang
"Tunggu saja pembalasan ku Andin, kamu akan lihat siapa aku" ucap bunga dengan mata yang merah penuh amarah sambil mengepal tangan
Andin dan Gabriel masuk ke mobil menuju hotel tempat Gabriel menginap yang di antar oleh Gabriel, karena mobilnya masih tertinggal di restoran satu Minggu lalu sebelum kecelakaan. jalan menuju ke hotel cukup menempuh jarak yang jauh, namun tidak terasa karena suasananya selalu diisi dengan candaan.
"Aku enggak bisa ih, nanti mobil ini aja jarang perawatan sama yang lain aja deh" ucap Andin fokus menyetir tapi tetap saja bisa bercanda
"hhhhmmm, aku jual lagi aja deh! harga nya pasti kurang dikit!!! aku baru beli 2 Minggu yang lalu soal nya"
"Ya udah, mana yang terbaik aja!! kita udah sampai ni" ucap Andin sambil mengangguk mengerti
Andin ingin mengantarkan Gabriel masuk hotel dan menuju kamar, namun Gabriel melarang dengan alasan takut Andin kelelahan karena bolak balik. Andin pun memilih pulang dan mengantarkan nya hanya sampai loby hotel, sesampainya di kamar Gabriel mengeluarkan ponsel karena ada yang menghubungi
********
keesokkan harinya, pagi pagi sekali Andin sudah bersiap siap untuk menuju hotel agar bisa mengantarkan Gabriel ke bandara, Hari ini Gabriel akan flight pukul 7 pagi. Tidak menempuh jarak jauh untuk ke hotel Andin pun sudah datang dan menunggu Gabriel di loby hotel, seketika bibirnya tersenyum karena melihat orang yang di tunggu datang .
Andin begitu cantik dengan polesan make up yang tipis dan dibalut baju motif bunga bunga serta kerudung hitam yang membuatnya tampak elegan.
__ADS_1
Dari kejauhan, Gabriel sudah melebar kan bibir nya 3 cm kiri dan kanan hingga memperlihatkan gigi putih rapinya yang membuat nya tampak tampan, apalagi alis tebal dan hidung mancung yang mencolok. siapapun yang melihat akan menjadi luluh seketika bila memandanginya.
"assalamualaikum.. Selamat pagi Olive ku!!! sudah lama menunggu?" ucap Gabriel setelah sampai mendekati Andin.
"waalaikumusallam, pagi Beruang Kutub ku!! tidak terlalu lama jika itu untuk mu" ucap Andin menggoda
"hahah, ayok kita berangkat!" ajak Gabriel yang menarik koper sambil menggenggam tangan Andin menuju mobil
Semua mata yang berada disana melihat mereka, ada yang merasa iri dan ada juga yang merasa senang karena keserasian mereka berdua. Tidak sedikit mata memandang mereka hingga masuk ke dalam mobil milik Andin.
Didalam mobil mereka bercengkrama mengingat masa lalu yang dulunya seperti pacaran anak SMA yang pubertas, namun semua itu berubah seketika Gabriel hendak berlayar 3 tahun yang lalu, mereka bercerita menuju bandara agar waktu berjalan dengan baik
"beruang kutub, tidak bisakah kamu menunda keberangkatan sampai aku wisuda? aku ingin kamu hadir di acara wisuda ku!" ucap Andin sambil mengarahkan badannya menatap Gabriel yang sedang menyetir
"hahah kita lihat saja nanti, kalau bisa ijin" jawabnya yang tidak membuat Andin puas akan jawabannya itu
"Sudahlah.. aku sangat kecewa" ucap Andin becanda sambil memangutkan bibirnya hingga di tarik oleh Gabriel
Merekapun sampai di Bandara Internasional Minang Kabau, Segera Gabriel mengeluarkan koper dari mobil Andin. Andin yang ingin melepas kepergian Gabriel mulai berkaca-kaca dan memandangi Gabriel saja.
"Menangislah jika kamu ingin" ucap Gabriel sambil memberikan pundaknya untuk ditompangi kepala Andin
"hiks hiks hiks" seketika air mata Andin pecah di pundak Gabriel, lansung di peluk erat oleh Gabriel namun pelukannya tidak di balas Andin
"Hei, olive isteri pelaut! aku tau kamu kuat!!! aku mohon jangan menangis lagi setelah aku pergi nanti" ucap Gabriel sambil mengelus lembut rambut Andin.
penerbangan nomor A001 akan berangkat dan penumpang sudah bisa masuk ke dalam pesawat!!!
"Pergilah, pesawatnya sudah datang" ucap Andin sambil mendorong paksa tubuh Gabriel
"Iya, aku akan berangkat" ucap Gabriel berlalu pergi membawa koper dan meninggalkan Andin yang masih menunduk
"TAPI BOONG" sambung Gabriel dengan semangat yang seketika sudah berbalik lagi mendekati andin
__ADS_1