Demi Malaikat Kecil

Demi Malaikat Kecil
Bab 13 Gelar


__ADS_3

"Andin Febby mari masuk" ajak buk lora yang membuat mereka berhenti tertawa segera menyusul buk lora.


"fighting" ucap semua teman teman nya.


Andin dan Febby sudah berdiri di depan disebelah podium menunggu hasil dari keputusan dosen penguji maupun dosen pembimbing, dengan rasa gugup sambil berkeringat namun sesekali diseka.


Dosen pembimbing berbicara panjang lebar untuk memotivasi, memberi amanah untuk mereka jalani nantiknya setelah mendapatkan gelar dan menjadi alumni kampus ini. kata demi kata di ucapkan oleh dosen pembimbing sampai dosen penguji.


"apa kalian gugup?" tanya dosen penguji


"Sedikit pak" jawab mereka kompak dengan gugup.


"apa kalian ingin lulus cepat?" ucap buk lor


"iya buk"


"kami berempat sudah berdiskusi tentang hasil sidang kalian berdua, kami puas dengan hasil jawaban dari pertanyaan yang kami berikan, namun jangan terlalu bangga terlebih dahulu dari hasil ini karena masih banyak jalan yang kalian lalui untuk menuju suskes. baik lah kami semua sepakat kalian berdua lulus, denga ini kalian sudah memiliki gelar. selamat atas gelar kalian, tunggu lah penyampaian gelar resmi di wisuda nanti" ucap pembimbing satu yang tak lain adalah buk lora sambil tersenyum dan memberikan tangannya untuk bersalaman, yang disusul oleh dosen lainnya


Terimakasih bapak dan ibuk, sudah membimbing kami dari awal mengetahui kampus sampai mendapatkan gelar sarjana ini" ucap Andin yang bergantian menjabat tangan buk lora serta dosen lain dengan menetaskan air matanya, yang di susul oleh Febby.


"kami keluar dulu, silakan nikmati hasil kalian yang usahakan selama empat tahun ini" ucap pak pandu yang berlalu pergi meninggalkan ruangan sidang.


setelah di tinggalkan oleh dosen itu, Andin dan Febby saling berpelukan penuh haru sambil manangis karena mereka tidak pernah menyangka meraih gelar secara bersama dan secepat ini mereka pun akan meninggalkan kampus tercinta.


"Selamat buat kita berdua ya by, akhirnya selesai"ucap Andin sambil merangkul Febby


"iya ndin, gua senang banget!!! rasanya baru kemarin kita masuk dan sekarang kita udah mau tamat" ucap febby dengan membalas rangkulan Andin.


"ya udah, kita susul teman teman yuk? tapi pasang wajah sedih cemberut! ucap Febby sambil menarik tangan Andin


"ya udah ayok" balas Andin yang terima ajakan Febby

__ADS_1


Andin dan Febby keluar dari ruangan sidang berbadan lemas dengan wajah sedih yang penuh kekecewaan, teman teman yang melihat pun merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan hasil sidang mereka sementara dosen dosen tersebut sudah tampak keluar dari tadi meninggalkan ruangan itu.


"Kenapa wajah kalian seperti itu?? tunggu! jangan bilang sidang kalian bakalan di ulang" ucap Fira dengan wajah kecewanya


"Hhmm padahal udah berharap banget kamu dapet gelar sekarang, buat kenangan sebelum aku berangkat besok" ucap Gabriel dengan lirih nya sambil memandang mata Andin intens


teman teman Andin yang datang pun ikut merasakan kekecewaan yang dirasakan oleh mereka.


"Tapi boong" ucapnya serempak sambil tertawa sumringah yang membuat teman teman nya kesal.


"aku lulus POPEYE!!!! sekarang aku udah dapet gelar sarjana nya" ucap Andin yang tidak sengaja memeluk Gabriel sambil memanggil POPEYE dengan senyum sumringahnya namun tanpa sadar mengucap POPEYE yang membuat Gabriel tersenyum lebar


"sayank??" ucap Gabriel yang bertanya tanya dengan panggilan Andin tadi namun dia bahagia


"iya saya!" jawab andin dengan senyum lebar yang terukir indah


"Tadi kamu panggil apa?" tanya Gabriel


"Beruang kutub lah!!!" jawab andin yang memang tidak menyadari ucapannya tadi


"Apaan sih, udah jelas tau.. masih aja nanya" ucap andin kesal yang dibuat buat


"hah, aku panggil POPEYE?? kok aku enggak sadar ya" batin Andin bertanya sendiri.


"Makasih ya sayank, udah lama aku menunggu kamu untuk panggil POPEYE.. akhirnya di kabulin juga!! " ucap Gabriel sambil memeluk Andin erat


"huk huk huk, Lepasin dong!!! aku enggak bisa nafas nih" ucap Andin sambil meronta merota ingin dilepaskan, sesegera mungkin Gabriel melepaskan


"kamu tuh ya, kita belum halal beruang kutub. main peluk aja" sambung Andin dengan kesalnya


"idihh, kamu duluan yang peluk aku yank!!" ucap Gabriel sambil mencentil hidung andin yang mancung

__ADS_1


"tadi itu enggak sengaja, karena bahagia" ucap Andin menatap Gabriel penuh kesal karena dia selalu disudutkan Gabriel


"Hem, alasan terus dari tadi!!!! bilang mau aja bos" ucap Gabriel sambil menarik narik hidung mancung Andin dengan lembut


Sementara di depan mereka banyak sepasang mata yang melihat kelakuan mereka dengan mesra namun gemas, siapa lagi kalau bukan teman teman dan sahabat nya tadi.


"woi, pacaran nanti aja!!! kita masih ngumpul nih" ucap Febby yang melentikkan jarinya ke arah wajah Andin.


"Ini yang di namakan bucin hahaha" ucap Fira sambil tertawa yang diikuti oleh semua orang disana kecuali Andin dan Gabriel


"Bucin apaan fir" ucap salah satu teman polosnya hingga mendapati tertawa lepas dari temannya


"Budak cinta Putri!!!!!!!" ucap Fira yang menekankan kata demi kata pada putri yang tak lain ada teman Fira


"iya nih.... udah!!!!!!! capek capek sekolah dari TK SD SMP SMA KULIAH!!! kenal cita jadi ******!!!!!!" ceeluk Febby yang tidak fi hiraukan sepasang kekasih ini.


"udah deh, dari pada ngomel enggak jelas kayak gini mending kalian semua ikut aku ke restoran, aku traktir!!!!" ucap Andin yang mengaja teman teman nya sambil menarik tangan Gabriel menuju arah parkir bagian kanan fakultas


Dari arah parkir bagian kiri fakultas terdapat sepasang mata yang melihat Andin menggenggam tangan Gabriel penuh percaya diri, tatapanyan seakan marah melihat itu namun apa daya nya yang tidak punya hak sama sekali atas diri Andin. dia melihat punggung Andin sampai hilang dari pandangannya dengan tatapan gusar.


"Bodoh sekali kamu Aldi, kenapa kamu menyukai orang yang tidak akan pernah menyukai mu" bisik aldi lirih dan menuju fakuktas untuk menjemput mamanya.


"Hay ma, udah selesai? ayo pulang, aku banyak kerjaan ma" ajak Aldi pada buk lora yang sudah berada di ruangan mamanya.


"iya sudah selesai, tadi Andin sidang!" ucap buk lora dengan memancing anaknya agar mengetahui bagaimana ekspresi wajah Aldi


"andin pintar banget, udahlah dia cantik baik ramah lagi" sambung buk lora


"owh dia sidang, pantesan ada pacarnya juga disini!!" ucap Aldi dengan paras kecewa nya.


"iya Aldi tau dia baik cantik ma, tapi dia punya orang!" sambung Aldi yang membuat mamanya merasa bersalah melihat wajah gusar itu

__ADS_1


"ya udah yuk, Nasha pasti udah nungguin kamu" ucap buk lora yang segera meninggalkan ruangan nya.


Ditempat lain, di salah satu restoran ternama daerah itu sudah terdapat beberapa orang yang duduk saling berhadapan untuk menyantap makanan yang sudah di hidangkan. Gabriel yang berhadapan dengan Andin, Febby berhadapan dengan Fira dimana Febby bersebelahan dengan Gabriel disebelah kanannya. Sementara sebelah kiri Gabriel terdapat bunga dengan gaya genitnya yang memainkan kaki kanan nya yang menyentuh betis Gabriel.


__ADS_2