
Sudah satu Minggu Andin dan Aldi berada di Makassar sementara pernikahan mereka akan di gelar 3 Hari lagi, namun pengajuan mereka belum selesai karena Pangdam TNI sedang tidak di tempat sejak dua Minggu lalu. Aldi mendapatkan konfirmasi dari anak buahnya bahwa Pangdam sudah pulang, Segera dia hubungi Andin untuk bersiap dan langsung menjemput ke hotel.
Setelah Aldi memarkirkan mobilnya dia langsung menuju kamar Andin untuk menemuinya.
Tink nonk !!!!!
Tink nonk!!!!!
Suara bel terdengar dari dalam kamar Andin, segera dia lihat siapa yang datang dan langsung membukakan pintu setelah tau siapa orangnya
Ceglekkkkk!!
"Mas Aldi, akhirnya kamu datang" ucap Andin dengan pakaian yang sudah rapi mengenakan baju persatuan istri tentara untuk menghadap atasan.
Sementara Aldi nampak diam dan terpaku karena melihat Andin dibaluti pakaian Dinas Persit membuatnya tampak jauh berbeda.
"Mas Aldi, kok bengong sih" tambah Andin membuyarkan lamunannya
"aduh ma.. maaf banget, habisnya cantik sekali calon ibu Persit ini, aku jadi pangling. bisa kita berangkat sekarang" ucap Aldi gugup
"Kamu juga keliatan keren, gagah pakai baju Dinas lengkap Tentara, ini yang kedua kalinya aku melihat" ucap Andin terseyum
"yah begitulah aku, banyak yang mengakuinya haha" ucap Aldi sombong namun bercanda
"duh, mulai sombong tuh" ucap Andin tepuk jidat kemudian berlalu mengambil tas
"yuk berangkat sekarang" tambahnya
Diperjalanan menuju kantor Pangdam, Andin sangat gugup karena tidak tau apa yang harus dia lakukan nanti, ini pengalaman pertama baginya.
__ADS_1
Aldi yang merasa Andin gugup langsung menggenggam tangan Andin.
"jangan gugup, kita akan hadapi berdua percaya sama aku" ucap Aldi.
"Aku bingung nanti ngapain aja mas"
"Masih sama seperti mengahadap ke kodam, yang penting pas jawab nanti harus sopan. masih ingatkan bilang apa dulu sebelum jawab" tanya Aldi
"Siap, izin"
"pinter, jawab itu lalu sampaikan apa adanya, bukan karena ada apanya haha" ucap Aldi yang ingin memecahkan gugup Andin.
"Kamu pasti bisa, sedangankan tes yang begitu banyak dan sulit kamu bisa lalui" tambahnya menguatkan.
"Iya mas, aku pasti bisa"
Kini mereka sudah sampai di parkiran, dan menunggu di ruang tunggu. Tidak lama mereka di panggil untuk masuk kedalam ruangan Pangdam, didalamnya sudah terdapat beberapa petinggi tentara. seketika Andin merasa gugup namun tidak terlihat.
tanpa basa basi panjang lebar akhir nya petinggi itu memulai dengan pertanyaan pertanyaan yang membuat Andin separuh bingung.
"apakah kamu sanggup menerima anggota TNI sebagai suami?
Kenapa ingin menikahi tentara?
Apa kamu tau bahwa calon kamu duda?
Apa kamu sanggup di tinggal suami saat dia bertugas mendesak sementara kamu sangat membutuhkannya?
Apa kamu sanggup melihat suami mu gugur di saat bertugas dan meninggalkan kamu untuk selamanya?"
__ADS_1
Begitulah pertanyaan pertanyaan yang sulit di jawab oleh Adin, masih banyak pertanyaan lainnya namun dengan sopan Andin menjawab dengan tegas. beberap pertanyaan itu pernah mereka tanyakan pada saat Aldi bersama istri pertama nya menghadap, dari situ Aldi memberikan sedkit gambaran pada Andin.
Walaupun berjalan lancar, namun Andin merasa lelah karena selama seminggu ini bolak balik untuk mengurus surat-surat keperluannya, semua itu tidak semudah yang dia pikirkan.
"Aku capek mas, tahap apa lagi yang akan kita lalui! aku enggak sanggup, aku capek pusing" ucap Andin mewek
"Hei, jangan bicara seperti itu. seharusnya kita bersyukur lebih di permudah menghadap Pangdam. kamu harus ingat tujuan awal kita itu apa, aku tau ini sangat melelahkan namun kita semangat. memang tidak mudah menghadap untuk pengajuan pernikahan. tapi sekarang kita sudah Selesai, nanti malam kita akan terbang Sumbar" ucap Aldi menenangkan
"Iya mas, maafkan aku"
*************
Di Bandara mereka sudah check-in untuk berangkat, sambil menunggu keberangkatan pesawat mereka duduk di kursi tunggu. seketika itu mata Aldi melihat sosok Casandra lagi bersama pria itu, Aldi terus memperhatikan gerak gerik merek tanpa dia sadari Andin bingung melihat Aldi
"Mas, kamu kenapa sih? liat apa? ada cewe cantik" tanya Andin kesal
"Bukan, aku bakal jujur dan terbuka sama kamu tapi kamu jangan salah paham, bisa?"
"Iya, aku lebih senang kalau kamu terbuka. cerita aja" ucap Andin
"Aku sekarang Bingung banget, akhir akhir ini sering lihat wajah wanita itu" ucap Aldi sambil menunjuk Casandra
"memang kenapa kalau kamu serinh lihat dia, dia orang mas punya kegiatan lain di luar pasti ketemulah sama kamu" tanya Andin
"Iya aku tau, aku bingung saja kenapa wajahnya sangat mirip sekali dengan almarhumah istri ku, bedanya dia berpakaian sexi sementara istriku tidak suka pakai terbuka seperti itu, aku merasa aneh saja mengapa aku melihat nya akhir akhir ini, kenapa tidak dari dulu" jelas Aldi
"Istri kamu udah meninggal mas, positif aja. mungkin dia salah satu wajah kemiripan yang 7 di dunia, mungkin saja dia baru pindah ke kota ini" jawab Andin
"Tapi aku juga lihat dia di Sumbar, dengan pria berwajah sama pria itu. tapi ya sudahlah tidak penting juga, yang penting kamu calon istri ku" ucap Aldi
__ADS_1
Merekapun mendengar pengumuman untuk keberangkatan pesawat yang akan di tumpangi nya.
di dalam pesawat Andin tidur dengan pulas dengan kepala tersandar di sandaran kursi penumpang, Aldi dengan cekatan memindahkan kepala Andin ke bahunya dengan sangat hati hati.