
*Satu Minggu kemudian*
Trinkkkk!!!!!!!
Trinkkkk!!!!
Trinkkkk!!
Ponsel Andin berdering untuk kesekian kalinya, namun tidak di angkat Andin karena dia masih tidur pulas.
lagi dan lagi baru telpon itu di angkat dengan maja yang terpejam tanpa melihat penelpon
"Ini siapa? kalau nelpon itu yang sopan! jangan nelpon tengah malam" ucap Andin dengan dingin dan ketus
"Hei, apa kamu tidak mengenal nama kontak ku lagi? kamu sudah menghapusnya karena aku akan berangkat? dan tadi kamu bilang tengah malam? apa waktu kita sudah berbeda? coba lihat mata hari, sudah tinggi!!!" ucap Gabriel penuh kesal karena mendengar Andin.
Andin yang sudah tau siapa penelpon itu lansung membuka matanya lebar setelah mendengar suara Gabriel yang menggema
"Hehehe, beruang kutub ku ternyata!! maafkan aku karena tidak melihat nama kontaknya! aku masih memejamkan mata!" ucap Andin dengan suara yang selembut mungkin agar Gabriel tidak kesal padanya
"Oke baiklah, untuk kali ini aku akan memaafkan mu OLIVE"
"Terimakasih POPEYE, dengan terpaksa aku panggil nama mu itu" ucap Andin yg memelas
"Sekarang katakan bahwa kamu akan mengantarkan ku ke bandara" ucap Gabriel manja
"Tidak mungkin aku mengantarkan mu ke bandara sementara aku haru naik peswat dulu! lagi pula kita sudah bersama sama satu bulan lama nya, berangkat lah kebandara tanpa aku! lagi pula aku tidak ingin mewek melihat kepergian mu" ucap Andin dengan nada sedih nya
"Hei hei... aku tidak ingin mendengar mu sedih my baby girl, tenanglah.. aku akan kembali dalam waktu 6 bulan" ucap Gabriel menenangkan
"Kalau nyandar ya hahah" sambung nya sambil tertawa
"Dasar lelaki yang tidak pengertian" ucap Andin kesal
__ADS_1
"Hahaha, sudah sudah jangan menangis di saat aku pergi!! sekarang hujatlah aku" ucap Gabriel pasrah
"Pergilah, aku kuat.. raih impian dan cita cita mu!!! Segeralah pulang untuk menyusul ku" ucap Andin dengan suara seraknya
"Aku tidak tega mendengar suara yang seperti ini, lebih baik aku matikan agar hati ku bisa tenang meninggalkan mu namun aku mohon kirim Selfi mu agar aku merasa kamu ada disini sekarang" ucapnya sedih sambil menghembus nafasnya kasar
"Baiklah aku kirimkan!! aku matikan ya, seakan aku wanita kuat" ucap Andin dan memutuskan panggilan
Hari ini satu Minggu telah berlalu, kini Gabriel berada di kampung halamannya untuk bertemu keluarga sebelum balik ke Afrika.
Sebelum menuju bandara dia tidak lupa untuk terlebih dahulu menghubungi Andin yang berada jauh dari jangkauan nya, panggilan putus Gabriel segera melajukan mobilnya ke bandara yang di antar oleh keluarga besarnya.
Gabriel dengan berat hati meninggalkan daerah ini, namun apa boleh buat karena dia ingin menggapai cita citanya sebagai kaptep kapal dan lebih memilih meninggalkan perusahaan nya banyak itu.
Gabriel sudah duduk yang berada di pesawat untuk menuju Afrika, dia buka ponsel nya melihat lihat foto foto kenangan selama 1 bulan bersama Andin.
"Afrika, aku datang!!!!! sayang aku pergi" bisik Gabriel memandang keluar jendela pesawat dan bergantian menatap foto Andin yang di kirim nya tadi
"hhuuufff, Aku memang di Afrika tapi hati ku di Indonesia!!! mengapa aku sangat berat meninggalkan mu" tambahnya
*********
Disisi lain, Andin sedang duduk bengong ditaman sambil melihat langit biru yang indah berharap ada pesawat yang lewat.
Andin begitu sedih karena hari ini Gabriel berangkat ke Afrika untuk berlayar. selama satu bulan mereka bersama, kini akan terasa canggung karena tidak ada lagi Gabriel disisinya.
"Cepatlah pulang, aku akan merindukan mu beruang kutub" ucapnya sedih sambil melihat langit
Taman tempat andin duduk sekarang terlihat sepi karena pukul 1 siang, panas sangat terik sehingga tidak ada yang mengunjungi taman. Andin duduk di bawah pohon yang tidak terlalu rindang, hingga dirinya terkena sinar Matahari dari sela sela daun dan memutuskan untuk pindah tempat ke rumah taman bunga yang kecil.
rumah taman itu tampak sepi, tidak ada seorang pun yang terlihat disana.
__ADS_1
sedang asyik bersantai, tiba tiba saja datang dua orang pria berbadan sedang yang masih muda menghampiri Andin.
"permisi mbak, kenal orang ini enggak?"ucap nya lansung mendekati Andin sambil melihat kan sebuah foto yang tidak Andin kenal
"Maaf mas, saya enggak tau itu siapa" ucap Andin tersenyum ramah
"Kalau kau tidak kenal dia berarti kau harus kenal kami" ucapnya menggoda dan memberi kode pada teman yang lain
"Jangan mendekat, atau aku akan berteriak" ucap Andin sambil melangkah mundur dan lansung lari namun tangannya ditarik penjahat itu
"tolong........ tolong...... tolong" teriak Andin yang sedang memberontak berusaha melepaskan tangannya.
"Diamlah wanita sialan, atau akan kubunuh kau disini" ucap orang itu mengancam yang membuat Andin menjadi ciut
"Siapa kalian? apa yang kalian inginkan? uang? aku akan beri berapa pun itu " ucap Andin ketus
"kami tidak mau uang mu, kami hanya ingin membawa mu ke tempat tertutup dan menikmati tubuh mu yang indah ini" ucapnya sambil membelai lengan andin
"siapa kami kau tidak perlu tau, yang penting kami adalah penyelamat mu dari kematian seorang yang kejam" smbung nya dengan sinis
Tak lama, datang sebuah mobil mendekati mereka dan Andin dibawa menggunakan mobil oleh dua orang penjahat menuju tempat yang di masih dirahasiakan agar bisa melakukan hal yang diinginkan.
"Lepaskan aku, akan ku tuntut kalian jika aku terluka" ucap Andin sambil memberontak
"Diamlah wanita ******" ucap nya sambil membungkam mulut Andin dengan lakban
diperjalanan, Andin berusaha melepaskan dirinya dari sekapan penjahat itu namun yang didapati Andin adalah pukulan dikepalanya hingga dia pingsan.
Didalam ruangan tempat Andin disekap, dia mulai sadar dan merasa pusing dibagian kepalanya.
"dimana aku, kenapa semuanya gelap" bisik Andin sambil meringis kesakitan karena kepalanya sakit
"Tangan ku? Mulut ku?" sambungnya yang mulai merasa risih dengan dirinya
__ADS_1