
keesokan harinya Aldi terbangun lebih dahulu untuk membersihkan dirinya dan segera melaksanakan sholat subuh dalam ruangan kamar itu, sementara Andin yang mendengar desiran air di kamar mandi ruangan itu terbangun karena sangat jelas bunyinya, dia juga ingin ibadah namun dia segan untuk menampakkan diri pada Aldi hingga memurungkan niat nya untuk sholat.
"Kamu mau sholat" tanya Aldi yang sudah keluar ruangan itu dan mendapati Andin sedang bengong memperhatikan ruangan tempat ibadah yang membuat Andin kaget mendengar suara Aldi
"I i iya mas, aku ma mau sholat" balas Andin gugup karena ketahuan melihat ruangan yang ditempati Aldi
"Silahkan, aku keluar dulu cari udara segar sekalian sarapan buat kita" ucap Aldi tersenyum menyilahkan lalu pergi
"Aku titip Nasha ya" tambah nya berbalik melihat Andin
"Tentu mas"
Andin menuju kamar mandi, setelah itu segera dia melaksanakan ibadahnya. sementara Aldi sedang menunggu lift untuk menuju parkiran
Aldi POV..
Setelah aku meninggalkan Andin di ruang VVIP itu aku lansung menuju lift untuk ke parkiran, namun harus menunggu beberapa saat karena lift masih tertutup.
Seketika betapa terkejutnya aku melihat siapa yang keluar dari lift itu. orang yang sangat aku kenal wajahnya, orang yang begitu dekat dengan ku namun berlalu saja tanpa menghiraukan aku yang ada berada didepan lift. sakit yang aku rasakan melihat wanita itu berjalan sambil menggandeng tangan seorang pria dengan mesra yang tidak aku kenali sama sekali.
aku putar badan untuk memastikan apakah dia memang wanita pujaan ku atau bukan, dari paras nya yang cantik memang sangat mirip dengan Casandra namun cara berpakaiannya yang terbuka bukanlah Casandra, Casandra yang dulu berpakaian sopan walaupun tidak mengenakan hijab.
"Casandra..." ku coba memanggil namanya namun dia tidak mendengar sedikit pun.
Casandra adalah mama dari Nasha, ibu dari anak ku, iya dia istri ku yang meninggal setelah melahirkan Nasha.
Aku tidak bisa berfikir jernih karena Casandra tidak mungkin kembali, jika itu saudaranya yang tidak aku kenal rasanya sangat tidak mungkin karena dia tidak memiliki kelurga.
Disaat aku pertama kali mengenalnya di kota Makasar tepat nya aku di tugas, dia pernah bilang kalau dia tidak punya keluarga lagi yang disebabkan rumah terbakar sejak dia masih SMA, dia memang seperti anak yang luntang lantung di jalanan. aku jatuh cinta padanya saat pandangan pertama, dia mengembalikan dompet ku yang terjatuh di tepi jalan setelah mengeluarkan dompet itu untuk mengeluarkan uang sebagai ongkos angkot yang aku tumpangi menuju batalyon.
__ADS_1
Dia memanggilku dengan sebutan bapak mungkin karena aku berpakaian dinas Tentara, dia menyodorkan dompet yang jantuh tadi pada ku. mulai saat itu aku sangat penasaran siapa wanita berparas cantik sebagai pengamen, sejak saat itu aku dekat hingga membawanya pulang ke kampung halaman ku dan menjadikan nya istri.
"Ya sudahlah, mungkin dia salah satu orang yang mirip dengan istri ku dari 7 orang kemiripan di dunia" batin ku dan lansung saja memasuki lift untuk mencari sarapan
*************
Disisi lain, Andin sudah selesai melaksanakan sholat. Segera dia ambil ponsel agar mengetahui siapa saja yang telah menghubungi nya, Namun ada panggilan tidak terjawab beberapa kali dari beruang kutub pujaan hatinya karena tak di angkat Gabriel mengirimkan pesan
"Assalamualaikum" (chat 1)
"selamat sore OLIVE istri pelaut" (2)
"Aku tau kamu pasti sibuk hingga tidak sempat mengangkat panggilan ku ini" (3)
"Baiklah, aku ingin pamit sayang" (4)
"Aku janji akan mengabari kamu setelah 6 bulan" (5)
"I Love You 😘😘😘" (7)
"Assalamualaikum"
Begitulah pesan singkat chat yang dikirim Gabriel, Andin sangat senang meski itu chat pamit. kini dia ingin membalas pesan itu satu persatu namun diurungnya karena percuma saja, Gabriel tidak akan membalas balik.
Segera andin meletakan ponsel di atas nakas samping ranjangnya karena kasur yang ditempati Nasha terdengar gelisah, Andin mendekati kasur itu dan melihat Nasha masih tertidur.
"Kamu cantik banget sayang, walapun masih tidur kayak gini tetap Tante sangat suka pandang kamu" ucap Andin pelan sambil membelai rambut Nasha lembut.
Karena belaian Andin, Nasha terbangun dan tersenyum pada Andin.
__ADS_1
"kok bangun sayang, Tante ganggu ya" tanya Andin
"Tante enggak ganggu kok, Nacha cenang aja di belai Tante" ucapnya sambil tersenyum dan duduk dari tidurnya
"Tante berterimakasih banget sayang, karena kamu Tante selamat dan baik baik aja sampai sekarang" ucap Andin sambil memeluk Nasha erat.
"Kalena aku cayang Tante, aku ngelaca Tante mama aku" ucap Nasha dan membalas pelukan Andin
"wah,.. papa juga mau di peluk, boleh gabung kan ya" suara Aldi terdengar dengan tangan membawa tentengan makanan.
"Tidak!!!!!!" Tegas mereka serempak
"papa belum, nikah cama Tante" jelas Nasha dengan gemasnya, Andin yang mendengar Nasha sedikit risih karena tidak tau maksud ucapannya
"Ayo kita sarapan, maaf ya papa agak lama" ucap Aldi memecahkan kebingungan Andin
Meraka bertiga menikmati sarapan di meja tamu ruangan itu tanpa bersuara sedikit pun.
"Wah, kayak keluarga kecil kompak saja yang sedang menikmati sarapan" ucap buk lora baru datang bersama suaminya yang membuat Andin terseyum malu
"Apaasin mah, bagus mama sama papa sarapan bareng kita" ucap Aldi
"Tentu saja, mama sudah bawa sarapan sebelumnya" ucap buk lora dan duduk disebelah Andin
"Owh iya buk, saya berterima kasih banget sama ibuk. ibuk udah tolong saya kemarin" ucap Andin sambil memegang tangan tangan buk lora
"iya, itu sudah kewajiban ibuk ndin. Lain kali jangan di tempat sepi, ibuk udah dengar semuanya dari penjelasan polisi" jelas buk lora
"Baik buk" ucap Andin paham
__ADS_1
setelah sarapan, mereka bersiap untuk Lansung pulang kerumahnya karena Aldi sudah mengurus administrasi setelah memberi sarapan.