Demi Malaikat Kecil

Demi Malaikat Kecil
Bab 25 Penculikan


__ADS_3

"Tangan ku? Mulut ku?" sambungnya yang mulai merasa risih dengan dirinya


Ketika Andin bangun dia sudah mendapati ruangan dengan mati lampu dan tangan diikat serta mulut yang dilakban oleh penculik itu. Andin berusaha membuka tangannya yang diikat hingga menimbulkan bunyi gesekan kursi pada lantai karena terlalu kuat menarik tangan, tanpa dia ketahui sudah di pantau dari cctv.


"Selamat sore cantik, kenapa tidur kau lama sekali" ucap orang itu sambil menyalakan lampu


"Siapa kamu? apa mau mu" tanya Andin yang sudah mulai takut


"Tidak penting siapa aku, yang penting aku akan mengajak mu menikmati hari ini agar kau tau bagaiman rasanya" ucap nya mulai mendekat sambil menyeringai


"Apa maksud mu, kenapa kamu mengincarku" Andin mulai panik


"ini semua demi adik ku, kau dan pacar mu sudah mempermalukannya didepan umum. sekarang kau harus dapatkan balasan, Pacar mu akan mencampakkan tubuh yang bagus ini karena sudah aku jamah" ucanya sambil membelai pipi Andin


"Lepaskan aku, aku akan bayar berapapun yang kamu inginkan" ucap Andin memohon


"Aku tidak orang miskin yang membutuhkan uang mu nona, aku hanya ingin tubuh mu dan kebahagiaan adik ku hahaha" ucap nya dengan tertawa menggegerkan ruang itu


"Siapa sebenarnya adik mu"


"Bunga, kau pasti kenal bukan! Aku Rendra kakak bunga !!! sekarang kau harus kembalikan harga dirinya" ucap Rendra menyeringai sambil membuka lilitan tali pada tangan Andin hingga Andin ketakutan


Ikatan tali sudah lepas dari tangan Andin, kini pria itu menyongsong tubuh Andin ke dinding dan mengunci kedua tangannya. Andin memberontak sekuat yang dia bisa namun tenaga pria itu jauh lebih kuat dibanding dirinya, Andin mendapatkan 2 kali tamparan di wajah nya karena tak bisa diam.


"Diamlah, ini tidak sakit. kau akan segera menikmatinya" ucap Rendra tegas yang membuat Andin diam


"Aku tidak Sudi menyilahkan tubuh ku untuk mu" ucap Andin sambil medecih


"aaaaaahhhggg" teriak pria itu karena selangk*ngnya di hantam Andin saat dia lengah


Andin terlepas dari cengkeraman pria itu dan berusaha membuka pintu ruangan agar bisa keluar namun pintunya terkunci, Andin berteriak minta tolong berharap ada ada yang menolong nya sementara Rendra mengejar Andin sampai dapat.


"Sekarang kau tak bisa lepas lagi cantik" ucap Rendra yang sudah mendesak Andin disudut dinding.


"toloooong toloooong toloooong" teriak Andin meminta tolong

__ADS_1


"Hahahaha percuma kau berteriak, tidak akan ada yang menolong! 2 orang suruhan ku sudah didepan" ucap nya kemudian dengan cepat menangkap Andin.


Kini posisi tubuh Rendra sudah merangkak di atas tubuh Andin dengan mengunci kedua tangannya, sesekali dia berusaha mencium leher Andin namun selalu di tolak


Andin


"Jangan membuat kesabaran ku habis, tubuh mu sudah membangunkan singa yang lapar!! lebih baik kau diam atau mati


Andin tak bisa berkutik sedikit pun, percuma dia melawan karena tubuh nya yang mungil Sementara tubuh Rendra begitu besar dan kuat, kiniil Andin menangis pasrah dengan apa yang akan terjadi nantinya.


Rendra sudah menciumi leher Andin walaupun ada perlawanan tetap saja Andin tidak bisa menang yang membuat nya hanya menangis.


Braaaaaaaaakkk


suara pintu terdengar seperti ada yang melabrak


"Lepaskan wanita itu" ucap seseorang yang melabrak pintu mulai mendekat


"Siapa kau, berani beraninya mengganggu kesenangan ku? cok Dul" ucap Rendra dan memanggil anak buahnya sambil turun dari tubuh Andin yang menangis lemah


"Ini anak buah mu" ucap teman Aldi aambil menyeret anak buahnya


"Kurang ajar kalian" ucap Rendra kesal berlari mengejar Aldi dan memulai penyerangan


Aldi mendorong Andin untuk jauh darinya agar tidak terluka, serangan itu tidak bisa di elakan hingga terjadi perkelahian antara Aldi dan Rendra. Andin yang melihat hanya menangis karena pukulan demi pukulan saling membalas, sementara 2 orang teman Aldi sedang memegang 2 orang anak buah Rendra.


perkelahian usai yang didapati Rendra lemah terkulai karena pukulan bertubi tubi dari Aldi.


tidak lama polisi pun datang membawa Rendra dan anak buahnya untuk dimemintai keterangan.


"Andin, kamu enggak papa? ada yang terluka? ada apa sebenarnya" tanya Aldi dengan panik


"aku enggak p...." ucap andin terhenti karena badannya terkulai lemas lalu pingsan


"Andin Andin Andin, bangun" ucap Aldi sambil menggoyang goyangkan badan Andin namun tetap tak sadarkan diri

__ADS_1


Aldi bergegas mengangkat tubuh Andin membawanya kedalam mobil untuk menuju rumah sakit.


didalam mobil Aldi menghubungi seseorang untuk mempersiapkan kamar untuk Andin


"Hallo.. teman ku pingsan tolong siapkan fasilitas di rumah sakit itu. sebentar lagi aku sampai" ucap Aldi dalam telpon menyuruh seseorang


Rumah sakit itu didirikan oleh Hersadinata, tidak lain adalah kakek aldi yang merupakan dokter bedah. keluarga Hersadinata bebas lalu lalang masuk kedalam rumah sakit itu.


mereka sampai di depan rumah sakit dan lansung disambut oleh teman Aldi yang bekerja sebagai dokter. Andin lansung dibawa ke ruang VVVIP untuk mendapatkan perawatan intensif.


"Bagaimana keadaan nya" tanya Aldi yang melihat Dokter itu keluar dari ruangan Andin.


"Sebenernya apa yang terjadi sama dia? dia begitu syok" ucap Rio sebagai dokter yang menangani


"Dia diculik dan hampir diperkosa, tapi aku belum tau yang sebenarnya, kita harus menunggunya sadar terlebih dahulu agar dapat informasi" ucap Aldi menjelaskan


"Baiklah, aku tinggal dulu" ucap Rio yang berlalu pergi


Aldi masuk mendekati tempat tidur Andin yang terbaring lemah,


"Andin bangunlah, aku mohon" ucap aldi sambil menggenggam tangannya


"Papaaaaaa Tanteeeee" panggil Nasha baru datang yang sebelumnya dikabari Aldi Bahwa dia di rumah sakit menemani Andin


"Hai sayang, jangan keras-keras ya suaranya kasihan Tante, kamu kesini sama siapa nak" tanya Aldi


"Nacha baleng cama Oma pa, tapi Oma lancung pelgi kalena opa pulang"


"Yasudah, Nasha duduk sini liat Tante"


"Tante, ini Nacha.. cepat bangun ya bial kita bica ketawa baleng" ucapnya gemas


Malam pun tiba tapi Andin belum sadarkan juga, Sambil menunggu Andin sadar, Aldi mengajak Nasha tidur di ranjang jaga khusus di kamar itu karena sudah larut malam, kamar itu didesain untuk kenyamanan disana.


Setelah Nasha tidur, Aldi pun kembali duduk disebelah ranjang Andin untuk menemaninya

__ADS_1


"Kenapa kamu belum sadar juga ndin, bangun lah" ucap Aldi sambil mengelus kening Andin hingga tertidur


__ADS_2