
Keesokan harinya semua anggota keluarga Riko bangun lebih awal untuk mempersiapkan diri di acara lamaran Andin, karena waktu yang mendadak membuat mereka mendesak dalam semua hal yang di perlukan dalam lamaran.
Begitu juga dengan Andin yang belum mempersiapkan pakaiannya untuk acara lamaran nanti, dia pun menghubungi desainer keluarganya untuk mencari baju yang sesuai untuk lamaran nanti.
Setelah semua persiapan selesai, jarum jam sudah menunjukkan pukul 10, semua orang tampak duduk di kursi tamu untuk menyambut kedatangan keluarga Aldi yang sudah mulai dekat dari rumah Andin.
Tink nonk
Tink nonk
"Sepertinya itu mereka sudah datang" ucap Riko
"Coba buka mama" tambahnya
"Andin aja pa yang buka pintunya" tawar Andin kemudian berlalu menuju pintu
seketika dia membuka pintu terlihat semua anggota keluarga Aldi Hersadinata sudah berdiri didepan pintu, Andin senyum datar karena tidak tau hatinya berdegup kencang.
"Assalamualaikum mbak, bener ini dengan kediaman ibuk Andin" canda aldi
"mas Aldi" ucap Andin sambil mata tajam menatap Aldi karena candaannya
"Nasha, sini sama Tante sayang" tambah Andin terseyum sambil meraih Nasha di tangan aldi tangan
Silahkan masuk buk om semuanya" ajak Andin mempersilahkan
keluarga Andin yang sudah menunggu di ruang tamu mengetahui kedatangan Aldi dan menyambut dengan ramah, pak Riko memperhatikan pria paruh baya yang berjalan bersama Aldi, dia merasa tidak enak jika menolak perjodohan ini karena pria itu adalah pak Bambang rekan bisnisnya, dia sangat menyesal sudah mengatakan tidak malam tadi pada Andin.
"Pak Bambang"
"Pak Riko"
"Apa kabar pak, saya sungguh tidak menyangka kalau anda papa Aldi" ucap pak Riko sambil menjabat tangan pak Bambang
__ADS_1
Pak Bambang begitu senang ketika melihat rekan bisnis nya lah yang akan menjadi besannya, sementara Aldi dan keluarga lainnya tidak menyangka. Seperti sebuah keberuntungan di terima dengan baik karena anak nya akan menikahi duda.
"Saya juga tidak menyangka pak, ternyata wanita cantik bak bidadari ini adalah putri bapak" ucap pak Bambang
pujian demi pujian di lontarkan oleh pak Bambang pada Andin dan keluarganya sehingga Andin senyum malu saja.
"Silahkan duduk semuanya" ucap pak Riko mempersilahkan duduk sambil senyum
Dimeja sudah tersedia berbagai makanan untuk dinikmati sambil mengobrol
"Terimakasih pak Riko" jawab pak Bambang
"Maafkan kami yang sudah mengganggu waktu bapak dan keluarga, sebelumnya datang tiba tiba seperti ini" ucap pak Bambang
"Tentunya tidak pak, saya sangat senang bisa di kunjungi oleh bapak dan keluarga apalagi menempuh jarak lumayan jauh, dan saya bisa tenang seketika mengetahui bahwa Aldi putra bapak" ucap pak Riko
"Haha, coba saja kalau kami mirip pasti bapak lansung mengenalinya sebagai anak saya" ucap pak Bambang
"Begitu juga dengan saya pak, namun sayang sekali dia lebih memilih mirip mamanya" balas pak Riko tanpa mengalah
Semuanya ikut tertawa dengan bincangan pak Riko dan Bambang, mereka sedikit bercanda agar tidak kaku untuk lamaran ini. Setelah cukup lama bergurauan, Pak Bambang mulai berbicara maksud kedatangan nya secara formal.
"Ya kalau saya tentunya hanya mengikuti kemauan Andin saja, jadi biar saya serahkan padanya apa keputusan nya nanti, kalau
secara pribadi saya setuju apalagi bapak adalah calon besan saya" ucap pak Riko
"Bagaimana dengan mu nak" tanyanya pada Andin
"Hhmm, Iya pa.. Andin mau" ucapnya
"Alhamdulillah" ucap semua serempak
"kalau begitu bagaimana kalau kita tetapkan tanggal pernikahannya sekarang" tanya pak Bambang
dengan rasa tanpa ragu, semua mengiyakan tanda setuju.
__ADS_1
"Bagaimana kalau 3 hari lagi pa om" candaan aldi yang membuat semua tertawa karena seperti orang kebelet nikah saja
"Kamu enggak sabaran aja nak haha" ucap pak Bambang sambil menepuk pundak Aldi
"hhmm, Aldi boleh ngomong sama Andin om" minta nya dan di persilahkan pak Riko
Aldi mengajak Andin ke ruang keluarga untuk berbicara lebih lanjut mengenai keseriusan itu.
"Sebelumnya terima kasih sudah mempercayai lamaran ku, tapi apakah kamu serius dan sangat yakin dengan keputusan kamu ini" tanya Aldi sambil menatap intens
"Iya mas, aku serius dan sangat yakin, tidak ada lagi yang membuatku ragu" ucap Andin
"Bagaimana dengan Gabriel? apa yang akan kamu lakukan nantinya? aku yakin dia pasti marah dan sangat kecewa sama kamu"
"Itulah yang aku fikirkan mas, aku ingin sekali menghubungi nya untuk memberitahu semua ini, tapi enggak bisa dengan keadaan nya yang masih ditengah laut sana. aku harap kamu bisa bekerja sama dengan ku untuk menjelaskannya nanti pada Gabriel" ucap Andin
"Baiklah, jika hati kamu sudah mantap dengan pernikahan ini maka kita akan lanjut" ucap Aldi terseyum
Setelah berbicara panjang lebar mereka duduk kembali di ruang tamu dan mendapati senyuman dari semua orang.
"Kenapa semuanya tersenyum melihat kami" tanya Aldi bingung
"Ntahlah, mungkin masing masing kami punya alasan yang sama atau berbeda, kalau aku sangat bahagia karena tungil ku ini sudah besar, sebentar lagi akan menyandang status istri karena Minggu depan kalian akan menikah" jelas Arya
"Benar kata bang arya, papa sudah menetapkan pernikahan kamu Minggu depan karena lebih cepat baik" ucap papa tersenyum
"Dan hari ini om melamar kamu untuk anak om sekaligus ingin kalian bertunangan hari ini juga, Aldi maafkan papa ini diluar rencana kamu karena papa sudah menyiapkan cincin. papa tidak ingin calon menantu papa mengait pada pria lain" ucap pak Bambang sambil menyerahkan cincin itu pada Aldi.
"Sekarang, aldi pasangkan cincin di jari manis Andin begitu juga dengan Andin" ucap buk lora
Mereka saling memasangkan cincin satu sama lain, sementara Arya dan viola memotret kenangan itu.
"Alhamdulillah kalian sudah bertunangan, Minggu depan pesta pernikahan nya akan di gelar begitu mewah. papa akan mempersiapkanya semua" ucap pak Riko
"Tidak tidak, biar saya saja yang mengurus semuanya" ucap pak Bambang
__ADS_1
"kenapa jadi mempeributkan itu, kita semua harus mengurus nya. sementara Andin Aldi menentukan dekorasi nya apa" ucap buk Mona
"Tidak" ucap Andin dan Aldi serentak kemudian saling menatap