Demi Malaikat Kecil

Demi Malaikat Kecil
Bab 17 Siuman


__ADS_3

"bagaimana mungkin aku bisa masuk dalam kehidupan kamu, sementara kamu sangat mencintainya" batin aldi yang menyeka wajahnya kasar


Aldi terus memperhatikan Andin yang membelai kening Gabriel dengan lembut, sementara tangan yang satu menggenggam tangan Gabriel.



"Setulus itu cinta kamu untuknya ndin, aku ingin sekali masuk kedalam hatimu agar aku bisa merasakan kasih dan sayang lagi" bisik Aldi lirih


"Maafkan papa nak, tapi papa akan berusaha semampu papa untuk mendapatkannya" sambung Aldi


flashback on!!!!!!


Tadi sore setelah Nasha bertemu dengan Andin di taman itu, Nasha lansung merasakan peluk hangat dari seorang wanita yang tidak pernah dia rasakan sehangat itu. pelukan dan perhatian yang di rasakan Nasha seketika membuatnya ingin merasakan sosok seorang mama dari wanita yang dia temui itu, nasha sudah lama mencari sosok seorang mama untuk nya, bila sore hari tiba Nasha dan papanya akan berkeliling untuk menemukan wanita yang sesuai menurut nya dan kini sudah berjalan lebih dari 3 bulan ia mencari. dia menemukan wanita cantik yang sesuai dengan hatinya yaitu Andin, tapi tidak bisa di pungkiri oleh Aldi bahwa dia juga menyukai Andin namun apa mungkin Andin akan luluh padanya?? pertanyaan itu sering kali muncul di benak Aldi.


"Tante itu baik pa, nacha cuka... akhilnya kita ketemu"ucap nacha dengan semangat sambil melingkarkan kedua tangannya keleher Aldi.


"Kok anak papa bisa bilang baik? kan enggak kenal" ucap aldi sambil mencubit pipi anak itu yang masih dalam gendongnya


"Tadi tante itu peluk nacha erat, nacha lancung cayang cama Tante itu!! papa halus bica jadiin mama nacha" ucapnya girang sekalinya dengan suara anak anak nya yang lucu sambil senyum sumringah


"Tapi tante itu udah punya pasangan sayang, omnya ganteng" ucap Aldi dengan lirih namun meyakinkan


"papa halus pelcaya takdil, kalau takdil papa cama Tante cantik itu papa halus peljuangkan" ucap nacha dengan lincahnya


"papa enggak boleh putuc aca" sambungnya

__ADS_1


"baiklah, akan papa usahakan! semoga tuhan iyakan!! kamu doain papa ya" ucap Aldi semangat agar anaknya tidak sedih


"holleeeeee, nacha bakal punya mama!!! makacih papa" ucapnya gembira


Aldi terpaksa melakukan nya agar Nasha tidak sedih, karena Aldi tidak ingin anak satu satu nya merasakan kesedihan kurangnya kasih sayang dari seorang mama.


flashback off!!!!!!


"bagaimana aku bisa mendapatkan nya, sementara dia sangat mencintai Gabriel!! tapi tidak, aku tidak akan menyerah karena aku sudah berjanji pada anak ku" bisik Aldi pelan yang kemudian pergi meninggalkan tempat itu untuk menuju pulang kerumahnya


Sementara Andin kini masih duduk menunggu Gabriel disebelah ranjang rumah sakit, Andin menggenggam tangan Gabriel dan letakan di pipi nya. sesekali dia cium tangan itu, sedangankan tangan yang satunya masih di kening mengelus dengan lembut berharap Gabriel cepat sadar.


"Bangunlah, aku takut kehilanganmu mu beruang kutub! apa kamu senang melihat aku yang sedih seperti ini untuk menunggumu? bangunlah.. aku takut!! aku belum menghubungi keluarga mu sama sekali" ucap Andin dengan lirihnya namun tidak di tanggapi oleh Gabriel.


Andin masih berusaha berbicara agar Gabriel dapat mendengarkan nya namun tetap saja Gabriel tak merespon, andin melepaskan genggaman tangannya dari Gabriel dan membukanya lebar, Andin meletakkan tangan itu kedadanya untuk merasakan hangatnya detak jantung yang dimiliki Andin agar dapat di rasakan oleh Gabriel.


"kamu bisa merasakan detak jantung ku bukan" ucap Gabriel sambil memegangi tangan Andin yang berada di dada Gabriel, sontak Andin kaget dan langsung meneteskan air mata bahagia melihat kekasihnya sudah sadar, dia tidak bisa bicara apa-apa yang dilakukannya hanyalah menangis.


"Hati aku sakit banget kalau ada air mata yang jatuh dari sini" ucap Gabriel menyentuh mata Andin dan segera menghapusnya


"hik hik hik... tadinya aku takut!" tangis Andin pecah dan lansung memeluk Gabriel


"aauwww" rintis Gabriel menahan sakit


"maafkan aku, kamu tunggu dulu!!! aku panggil dokter" ucap Andin pergi dan segera menemui Dokter

__ADS_1


Dokter yang menangani Gabriel segera memeriksakan keadaan nya yang koma sejak siang tadi.


"wah, ini kemajuan yang sangat bagus.. saya kira pak Gabriel akan mengalami koma yang lama karena benturan disaat kecelakaan begitu hebat, tapi Tuhan berkata lain! saya lihat istri anda selalu menangis disisi anda" ucap dokter itu yang membuat Andin tersipu malu


"Kami belum menikah dok, tapi insyallah segera" ucap Andin malu malu


"hahahaha, apa kamu sedang malu? tidak apa apa, asal jangan malu maluin!!! ucap Gabriel tertawa agar andin terhibur


"apaan sih"


"hahaha, ya sudah kalau begitu saya tinggal dulu pak buk" ucap dokter yang juga tertawa kemudian pergi dari ruangan itu


"makasih ya udah mau nemanin aku walaupun sebenarnya hati kamu sedang kesal tidak Ingin bertemu dengan ku" ucap Gabriel sedang berbaring sambil menggenggam tangan Andin.


"Sudahlah, ini karena keegoisan ku! kalau saja aku tidak bersikap seperti itu mungkin ini tidak akan terjadi!! dan mungkin besok kamu akan segera berangkat ke Afrika!" ucap Andin lirih


"tapi aku seneng bisa di perhatikan seperti ini" ucap Gabriel sambil mencubit hidung andin yang sedang duduk


"masalah Afrika bisa aku atur, kami ketengah laut satu Minggu lagi. jangan jangan khawatir!" sambung nya.


"Baiklah, aku hanya mengikuti kamu saja" ucap Andin


.


.

__ADS_1


.


guys jangan lupa like komen and vote nya ya!!!!


__ADS_2