
Keesokan harinya, pagi pagi sekali Aldi sudah berada di rumah Andin ingin mengajak nya ke toko perhiasan, mereka sudah berjanji akan mencari cincin pernikahan. Namun sesampainya di rumah itu Aldi tidak melihat Andin, rumah Andin terlihat sepi.
"Bik, kok rumah keliatan sepi? Pada kemana semuanya" tanya Aldi pada pembantu rumah Andin
"Den Arya tidur dirumahnya, tuan dan nona sedang di luar kota mengurus administrasi kuliah non viola sudah 2 hari mungkin nanti sore sampai, sementara non Andin belum keluar kamar sejak tadi malam den" jelas bibik
"Boleh saya masuk lihat keadaan Andin bik" pinta Aldi
"Tentu boleh den, toh sebentar lagi jadi suaminya juga" izin bibik
Aldi yang dapat izin masuk kedalam rumah segera menaiki tangga menuju kamar Andin.
Tokkkkkkkk!!!!
Tokkkkkkkk!!!
Tokkkkkkkk!!
Aldi mengetok pintu kamar, dengan wajah tersenyum berharap segera dibukakan Andin. Namun sudah menunggu beberapa lama tidak ada respon dari pemilik kamar itu.
Secara spontan Aldi membuka pintu yang tidak dikunci
"Andinnnnn" teriak Aldi memanggil karena melihat Andin sudah tergeletak dilantai depan pintu kamar mandi, yang masih mengenakan handuk karena selesai mandi.
"Andin, Andin Andin bangun" ucap Aldi sambil menggoyang goyangkan badan Andin.
Bibik yang mendengar teriak Aldi segera menyusul,
"Non Andin kenapa den? Kok bisa pingsan gini" tanya bibik
__ADS_1
"Tolong pegang bi" pinta Aldi yang memberikan handuk kepala Andin
"Aku juga enggak tau bik, aku ketemu Andin udah tergeletak" tambah Aldi sambil menggendong tubuh Andin keranjang
"Oleskan ke hidung nya den" ucap bibik memberikan minyak kayu putih
"Iya, Lebih baik kita panggil dokter bik, tapi aku enggak punya nomornya"
"Sebentar den, biar bibik panggil dulu, kebetulan rumahnya dekat" ucap bibik dan berlalu
Didalam kamar hanya tinggal Andin dan Aldi yang masih berusaha membangunkan nya, Aldi menarik selimut untuk menyelimuti tubuh Andin yang masih mengenakan handuk karena tidak ingin khilaf. Dengan spontan Andin mengambil tangan Aldi sambil memanggil nama Gabriel dengan suara lemahnya.
Aldi yang mendengarkan hanya diam karena hatinya sakit melihat Andin mengingat Gabriel.
"Kenapa hatiku sakit mendengarnya, seharusnya aku sadar bahwa orang yang dicintainya hanya Gabriel. Sadar Aldi sadar, dia terpaksa menyetujui pernikahan ini hanya karena Nasha" batin Aldi.
"Andin, ini aku Aldi bukan Gabriel" ucap Aldi menyadarkan nya
"Tadi kamu pingsan, aku menemukan mu sudah tergeletak di lantai tapi sepertinya kamu Selesai Mandi" ucap Aldi menjelaskan
"Owh iya, aku ingat! Setelah selesai telponan sama kamu aku langsung mandi, habis mandi aku ngerasa pusing mas" ucap Andin pelan yang masih memegang tangan Aldi
"Ya udah, kalau gitu kita kerumah sakit buat periksa" ucap Aldi sambil menatap intens membuat Andin merasakan cinta dari tatapan itu.
Mata mereka saling menatap, entah setan apa yang menggoda Andin yang mengarahkan tangan Aldi di atas dadanya hingga gunung kembar milik Andin bisa dirasakan Aldi, kini Andin membangunkan singa yang ingin makan. Aldi berusaha menahan nafsunya agar tidak kebablasan karena sudah cukup lama dia tidak merasakan hubungan intim.
Andin menarik kepala Aldi agar dekat dengan wajahnya, jarak antara mereka hanya 5 cm saja, sedikit lagi bibir mereka akan menyatu.
"Apa apaan ini, jangan mentang mentang kalian akan menikah seenaknya berbuat mesum dirumah ini" suara Arya tiba tiba terdengar karena melihat mereka hampir bercium yang membiarkan pintu terbuka lebar membuat mereka terkejut
__ADS_1
"A a abang, ini enggak seperti yang abang kira" ucap Andin gagap
"Ini tidak seburuk yang abang lihat, aku kesini mau ajak Andin untuk nyari cincin pernikahan, tapi setelah sampai sini aku lihat Andin pingsan selesai mandi" jelas Aldi
"Eh non, udah bangun, bibik udah panggil dokter kesini" ucap bibik yang tidak melihat keadaan
Dokter lansung memeriksa keadaan Andin, semua tampak baik baik saja. Dia hanya kelelahan saja. Setelah selesai Dokterpun pamit yang di antar bibik.
"Ya kamu pingsan, lalu kalian ambil kesempatan ini" ucap Arya tegas yang membuat Andin dan Aldi diam.
Sudahlah, selesaikan yang persiapan pernikahan kalian" tambahnya lalu pergi
"Maafkan aku ndin, aku khilaf" ucap Aldi
"Aku juga mas, ya sudah aku siap siap dulu, kamu tunggu di bawah ya"
"Baiklah"
***********
Setengah jam kemudian Andin selesai bersiap, segera dia kebawah untuk menemui Aldi. Namun tidak dia jumpai karena di halaman rumah sedang berbincang dengan Arya.
Arya yang menyadari kedatangan Andin berlalu meninggalkan Aldi tanpa menghiraukan senyum Andin karena masih kesal tapi itu semua bisa di pahami Andin.
"Kamu udah siap? mau kemana? Olahraga? Hahaha" sindir Aldi tertawa yang melihat Andin berpakaian sport
Andin yang mendengarkan itu hanya tersenyum saja, karena memang benar dia akan berolahraga.
__ADS_1
"Ayok berangkat sekarang mas, nanti aku telat, aku udah janjian sekarang mau main badminton sama teman aku. Nanti aku ganti kok bajunya, Setelah itu kita lansung cari cincin.
"Baiklah ayo berangkat"