Desahan Cinta Satu Malam

Desahan Cinta Satu Malam
Membawa Aib


__ADS_3

Kehamilan yang dialami Cherry, lama kelamaan tercium oleh sang Bibi. Seperti biasa, pengurus rumah selalu melaporkan apa yang terjadi di rumah. Membuat orang tua Zinad dan Cherry marah besar dan memutuskan untuk pulang ke tanah air.


Kedua orang tua mereka memang marah, namun diantara berhasil berhasil memenangkan diri, dan membuat suasana tetap baik-baik saja.


Sesampai di rumah, Zinad dan Cherry sedang bersantai di ruang tengah. Mereka dikejutkan dengan kehadiran orang tuanya yang baru saja tiba.


"Cherry, Zinad!"


"Mami, Papi? Kalian—"


Datangnya kedua orang tua mereka bukanlah ingin marah karena Cherry mencemari nama keluarga dengan kehamilan itu, melainkan kedua orang tua mereka marah karena kedua putrinya tidak bicara jujur padanya.


"Papi, Mami, kalian pulang? Kenapa tidak memberitahu kami dulu, jika kami tahu … kami akan--"


"Akan apa? Akan apa, hah?" Tuan Lucas.


Nama dari orang tua mereka adalah Keenan dan Kirana. Tuan dan Nyonya Fazura menanyakan siapa ayah dari bayi yang dikandung oleh Cherry. Seperti biasa, Cherry menjawab jika dirinya tidak tahu siapa ayah dari bayi yang dikandungnya.


"Apa? Bagaimana bisa kamu tidak tahu ayah dari anak itu, Cherry?" tanya Nyonya Fazura.


Cherry menunduk, ia sampai malu ingin mengatakan bahwa dirinya bekerja di salah satu bar ternama di Kota itu.


"Saat itu mata Cherry ditutup, selain suaranya mana dia tahu pria itu siapa," sahut Zinad.


"Apa benar begitu, Cherry?" imbuh Tuan Lucas.


Cherry mengangguk. "Maafkan aku telah mengecewakan kalian. Aku sendiri juga tidak ingin ini terjadi, Mami, Papi. Tapi saat aku ingin menggugurkannya, aku jadi tidak tega," jawabnya dengan air mata yang terus mengalir.


"Kamu pernah ingin menggugurkannya? Ibu macam apa kamu, Cherry. Kami tidak akan memarahimu atas musibah ini, tapi setidaknya kamu bisa bicarakan semuanya dengan kami, bukan?" Nyonya Fazura sangat terluka saat putrinya ingin menggugurkan kandungannya.


"Mami, aku telah mempermalukan keluarga ini. Mengapa kalian tidak marah padaku? Aku hamil di luar nikah, apakah itu bukan aib bagi kalian?" tanya Cherry heran.

__ADS_1


Zinad memeluk Cherry dengan erat, di susullah oleh Nyonya Fazura memeluk kedua putrinya. Tuan Lucas masih diam saja menatap ketiga wanitanya yang berharga. Kemudian, ia bertanya, "Selain suara, apa kamu mendapatkan petunjuk lain, Cher. Papi akan berusaha mencari pria itu,"


"Benar! Jika tidak, kamu bisa katakan kepada kami, dimana kamu bertemu dengan pria itu. Maka, kami akan menemukan pria itu secepatnya dan memintanya untuk bertanggung jawab," sahut Nyonya Fazura.


Cherry kembali menunduk. Kemudian mengeluarkan liontin yang selalu ia bawa untuk berjaga-jaga.


"Selain suara, luka di tubuh dan lengannya, aku memiliki ini darinya. Jika Papi ingin menyelidiki pria itu, maka dimulai dari liontin ini," Cherry memberikan liontin tersebut kepada Tuan Lucas.


Tuan Lucas menerima liontin tersebut. Beliau juga membaca inisial YS dan bertanya-tanya siapakah pemilik dari liontin tersebut.


"Martin!" panggil Tuan Lucas kepada asisten pribadinya.


"Iya, Tuan. Ada yang ingin diperintahkan?"


"Selidiki liontin ini secepatnya. Aku tidak ingin mendengar kegagalan darimu, mengerti?" tegas Tuan Lucas.


"Mengerti, Tuan. Permisi!" pamit Martin. Tuan Lucas juga akan mengadakan pesta untuk mengumumkan bahwa Cherry adalah putri.keduanya yang selama ini hilang telah kembali. Hal itu didukung oleh Zinad dan Nyonya Fazura sendiri.


"Cher, sampai kapan kamu akan bersembunyi? Kamu adalah Cherry Keith, putri kedua dari keluarga Tuan Lucas!" jelas Cherry.


Mengingat kehamilannya yang semakin lama pasti akan semakin membesar, Cherry tidak ingin membuat keluarganya malu. Cherry hanya diam malam itu, kemudian segera mencari Martin dan merebut liontin itu kembali.


Tuan, Nyonya Fazura dan Zinad mengejar Cherry kala itu. Mereka berempat terlibat percekcokan besar. Cherry dengan pendiriannya, ingin melahirkan anaknya dan merawat sendiri karena tidak ingin membuat keluarga kandungnya memiliki aib sebesar itu.


Di sisi lain, keluarga kandung Cherry ingin Cherry tetap menjadi seorang putri kedua dan akan ikut dengan orang tuanya ke luar negeri. Cherry langsung menolak, ia tetap kekeh tidak mau melibatkan keluarganya ke dalam masalahnya.


Malam itu juga, Cherry angkat kaki dari rumah Tuan Lucas hanya membawa barang miliknya saja. Gadis 18 tahun ini, nekat membawa pergi seorang diri untuk kebaikan keluarganya.


"Mami, Papi, Kak Zinad. Terima kasih atas dua bulan ini. Kalian menyayangiku, menerimaku dan selalu ada untukku selama ini, sudah sangat membahagiakan bagiku. Tapi, aku tidak bisa melibatkan kalian dalam masalahku sendiri. Papi, Mami, aku sangat menyayangi kalian.


Tapi, aku harus pergi, suatu saat nanti, aku akan kembali membawa kebenaran dan nama baik keluarga kita. Cherry,"

__ADS_1


Malam itu, Cherry berjalan sendirian ke terminal dan.mencari bus untuk pulang ke kampung halaman neneknya ke luar Kota dan di pinggiran desa. Hanya tempat itu yang mungkin keluarga kandangnya tidak bisa menemukannya.


***


Sampai di lagi hari, Nyonya Fazura tak menemukan putrinya di kamarnya dan histeris usai membaca surat dari Cherry.


"Cherry, bangun, Nak. Mami masak enak dan bergizi buat.kamu pagi ini. Lihatlah, Mami juga membuatkan susu hamil untukmu," ucap Nyonya Fazura dengan lembut.


"Cher, kamu dimana? Kamu di kamar mandi, ya?"


"Cher?"


"Cherry? Cherry kamu di mana, Nak? Bi kamu … surat apa ini?" Nyonya Fazura menemukan surat tersebut dan membaca.


Seketika, Nyonya Fazura berteriak memanggil suaminya dan juga putri sulungnya. "Papi, Zinad! Cepat kemari!" teriaknya.


Mendengar teriakan Nyonya Fazura, membuat Tuan Lucas dan Zinad yang saat itu sedang.sarapan juga berlari ke kamar Cherry.


"Ada apa, Mi?" tanya Zinad.


"Cherry, Cherry pergi dari rumah samalam," jawab Nyonya Fazura mulai menangis. Tuan Lucas langsung membuka lemari putri bungsunya itu. Semua baju dan barang milik dari Cherry sudah dibawa semuanya. Cherry hanya meninggalkan surat dan meminta mereka untuk tidak mencarinya.


Zinad menenangkan Mamanya, sementara Tuan Lucas mencoba untuk menghubungi Cherry. Telponnya memang menyambung, tapi tidak diangkat oleh Cherry.


"Menyambung, tapi tidak diangkat," ujar Tuan Lucas


"Ditelpon lagi, Pi. Aku rasa dia mungkin belum bangun," sahut Zinad.


Sebelum Tuan Lucas menelpon kembali, Cherry sudah lebih dulu mengirim pesan. Tuan Lucas pun membacakan di depan Zinad dan Nyonya Fazura.


"Papi, Cherry sudah sampai di tempat tinggal Cherry yang baru. Suatu hari nanti, Cherry pasti akan kembali lagi. Papi katakan kepada Mami dan Kak Zinad, jangan mengkhawatirkan Cherry, karena Cherry di sini baik-baik saja. Cherry menyayangi kalian semua, itu sebabnya Cherry tidak ingin kehamilan Cherry membuat keluarga kita dalam masalah. Papi, Cherry masih memakai nomor rekening yang lama. Semisal Cherry butuh, apakah Papi mau meminjamkan uang? Yah, setidaknya buat biaya persalinan. Hahaha … canda Papi. Cherry sudah mendapatkan pekerjaan juga. Semoga Papi, Mami dan Kak Zinad selalu sehat disana. Salam Cherry." -, pesan dari Cherry yang dikirim ke ponsel Tuan Lucas.

__ADS_1


__ADS_2