Desahan Cinta Satu Malam

Desahan Cinta Satu Malam
Baby Ryujin Keith Mailie


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu. Tuan Lucas, Nyonya Fazura dan Zinad tinggal di desa itu selama lima hari demi merawat Cherry dan bayinya. Kini, Cherry sudah bersiap untuk pulang karena kondisinya juga sudah pulih. Seluruh warga desa juga mengantar kepergian Cherry menuju Ibu Kota dengan perasaan hampa. Mereka merasa kehilangan sosoknya jika ia memang pergi dari desa kecil itu.


"Apa kamu benar mau pulang, Cher?" tanya Pia, sedih. Wajahnya begitu muram karena sudah akrab juga dengan Cherry.


"Kenapa mendadak sekali?" sahut Bu Linda juga turut sedih.


"Iya, kami bahkan belum menyiapkan apapun sebagai tanda perpisahan,"


"Nona Cherry, apakah tidak ingin tinggal beberapa hari lagi? Kami ingin melihat bayi mu tumbuh di desa ini,"


"Benar. Jika kamu sibuk nanti, kami siap, kok, bergantian mengurus anak kamu,"


Semua orang desa enggan melepaskan Cherry pulang ke kota lagi. Namun keputusan yang diambil Cherry sudah tepat. Sudah saatnya ia pulang dan mengembalikan identitasnya sebagai putri kedua, agar bisa mencari ayah kandung dari anaknya.


'Tidak dipungkiri kalau memang aku sudah nyaman tinggal di desa ini. Tapi putriku juga membutuhkan identitas serta mengetahui siapa ayah kandungnya. Bukankah aku tidak boleh egois?' batin Cherry, bimbang.


"Oh, iya. Semalam, saya dan keluarga saya telah membincangkan nama bayi ini. Sebelum pergi, saya juga ingin memberitahu kepada kalian, nama anak saya adalah … Ryujin Keith Mailie. Nama ini diberikan oleh Papa dan Mama saya, kepada anak saya ini," Cherry memperkenalkan nama putranya yang sudah ia beri nama.


Bayi berjenis kelamin perempuan itu diberi nama Ryujin. Cherry memasrahkan nama pada ayah dan ibu kandungnya selaku sebagai kakek dan nenek dari putrinya. 


"Ryujin Keith Mailie. Hmm nama yang sangat cantik. Semoga, dia tumbuh menjadi gadis yang cantik seperti kamu dan kakakmu, Cher," celetuk Pia.


Mereka pun berpisah. Perjalanan kali itu sangat lama, jadi Tuan Lucas sangat berusaha untuk membuat keluarganya menikmati perjalanan. Saking lamanya, sampai Cherry dan Zinad tertidur. Sementara Baby Ryujin berada dalam pelukan sang nenek.

__ADS_1


Waktu yang ditempuh sudah cukup. Mereka sampai di rumah dengan selamat di malam hari. Sebelumnya, Nyonya Fazura sudah menyuruh pelayan rumah untuk mendekorasi kamar Baby R, juga membersihkan kamar Cherry sebelumnya.


Kini, ibu baru ini akhirnya kembali ke rumah. Banyak sekali kenangan meski baru tinggal selama dua bulan saja di sana. Kedua orang tuanya bahkan sampai rela menetap di Kota itu hanya demi Cherry.


"Kamu istirahatlah ke kamar.  Setelah melahirkan pasti tubuh akan lemas. Biarkan Baby R bersama dengan kami dulu," pinta Nyonya Fazura dengan lembut.


"Hey, itu anaknya Cherry, Ma. Mengapa kalian menguasainya, hah?" protes Zinad.


"Biarin saja! Ini gantinya ketika Cherry hilang. Maka Mama lah yang akan merawatnya. Sudah sana, bawa adikmu tidur!"


Pertengkaran Nyonya Fazura dengan Zinad rupanya  belum mereda. Mereka sama-sama memperebutkan baby R dan ingin mengurusnya. Tuan Lucas dan Cherry sampai tertawa dibuatnya, mereka sangat menikmati keributan yang ada hari itu. 


"Ayo, lebih baik kamu bersama dengan Papa saja. Abaikan mama dan kakakmu, biarkan Baby R bersama dengan mereka, hm?" ajak Tuan Lucas. Beliau lalu mengantar Cherry ke kamarnya. 


Tuan Lucas memberikan waktu bagi istri dan putri pertamanya bermain dengan baby R yang masih berusia 5 hari itu. Bahkan mereka juga menemani Baby R tidur di kamar yang sudah mereka siapkan.


"Nak, yang seharusnya terima kasih itu Papa. Papa sangat berterima kasih padamu karena kamu sudah menyelamatkan reputasi keluarga, meski itu tidak perlu. Istirahatlah, besok kita akan bicarakan lagi masalah pesta itu,"


Tuan Lucas keluar dari kamar putri keduanya. Tak butuh waktu lama, Cherry pun akhirnya tertidur. Di dalam tidurnya, ia malah kembali bermimpi hal yang sama sekitar sepuluh bulan yang lalu. Di mana dirinya sedang menyaksikan dirinya sendiri sedang berhubungan badan dengan Ayahnya baby R.


"Uh ...."


"Ah ...."

__ADS_1


******* demi ******* itu sangat terdengar jelas. Bahkan Tuan Yasha juga menyebut nama Aletta sebanyak tiga kali saat melakukan hubungan badan dengannya. Adegan menarik liontin juga sangat terlihat jelas. Hanya saja, Cherry masih belum bisa melihat seperti apa wajah dari pria yang sedang menggaulinya itu.


Akhirnya, ia pun terbangun dengan keringat yang bercucuran seperti biasanya. Sudah sangat lama dirinya tidak memimpikan malam itu. Akan tetapi, ketika dirinya kembali ke Kota, justru mimpi itu malah hadir kembali.


"Apa aku harus benar-benar mencari di mana Ayahnya Ryu? Tapi dengan hanya petunjuk Liontin ini mana cukup?"


"Aku harus bisa kumpulkan informasi lagi,"


Sebelum bisa mengumumkan bahwa Cherry adalah putri kedua dari Tuan Lucas dan Nyonya Fazura, malah di perusahaan milik keluarga Tuan Lucas yang ada di luar negri mengalami kekacauan.


Mau tidak mau, Tuan dan Nyonya Lucas ini harus kembali ke luar negeri dengan membawa baby R bersamanya dan meminta Cherry meneruskan kuliahnya di dalam negeri.


"Apa? papa dan Mama tega mau memisahkan aku dengan Ryu? Bagaimana bisa?" protes Cherry tak bisa berpikir jernih lagi. 


"Iya, Ma," sahut Zinad. "Kenapa baby R harus dibawa? Kami bisa menjaganya dengan baik, loh! Atau kalau tidak ... kalian bisa membawa Cherry saja sekaligus," usulnya.


Namun keputusan yang diambil Tuan dan Nyonya Lucas memang ada benarnya. Demi keamanan Baby R, mereka harus membawanya ke luar negeri dan membesarkannya disana. Kemudian, membiarkan Cherry melanjutkan pendidikannya sampai akhir.


Setelah dipertimbangkan kembali, Cherry akhirnya menyetujuinya. Pendidikan memang sangat penting baginya. Baby R masih akan menjadi putrinya selamanya, hanya saja ... saat itu memang harus orang tuanya yang mengasuh putrinya itu.


Pertimbangan berat ini juga membuat Zinad sedih karena pastinya akan jauh dengan keponakannya. Ia sangat berharap setiap tahunnya atau berapa bulan sekali mereka bisa bertemu meski hanya sekedar bermain saja.


Tuan dan Nyonya Lucas tidak akan pernah merubah status baby R sebagai cucunya. Mereka hanya ingin merawatnya, sebagai ganti dimana dulu sempat kehilangan masa kecilnya bersama dengan Cherry.

__ADS_1


Begitu juga dengan Cherry, dengan baby R yang di asuh oleh nenek dan kakeknya, maka ia akan lebih mudah lagi untuk mencari siapa ayah kandung baby R ini.


Meski Cherry masih harus tetap bekerja paruh waktu demi sang putri. Ia tidak ingin putrinya merasa jika ibunya tidak peduli padanya. Itu sebabnya, ia tetap bekerja dan akan mengirimkan uang jajan kepada putrinya, agar putrinya bisa melihat juga perjuangannya.


__ADS_2