DETEKTIF TUMUS

DETEKTIF TUMUS
Episode 16 (Postgame)


__ADS_3

Ah sial..ini pasti ulah Dika, pikirnya.


"B-bukannya lo mau cari tahu bapaknya Elga?" tanya Dika gugup. Setelah di tatapi tidak enak oleh teman-temannya yang kini malah mengalihkan atensi pada dirinya.


"Jena cuma cari minuman kok. Supermarket deket rumah Jena tutup." katanya dengan wajah super polos. Yang membuat Arka, Bin maupun Elga tampak meringis kemudian. Ah menyebalkan sekali. Pikir mereka.


"Dika kampret bajiran."


"Kurang kerjaan, ganggu orang nonton drakor."


"Harusnya kita abaikan saja."


Begitu kira-kira yang mereka keluhkan. Dengan gerakan malas, Arka dan Bin pun kemudian berbalik, hendak pulang dan meninggalkan mereka disana, padahal episode yang Arka tonton tadi sedang seru-serunya, bagian so hee yang mengaku bahwa dia berselingkuh dengan suami orang, sekarang malah terganggu karena ulah Dika dan Jena. Ah mereka ingin mengumpat saja sebenarnya, akan tetapi mereka lebih takut terkena dosa.


Sedangkan Elga dan Dika hanya terdiam di tempat, menatapi Jena yang juga terlihat kebingungan sendiri. "Apa?" tanya gadis itu kemudian.


-


Mama, "Jenaa.., haish kebiasaan anak itu kalo mau beli cemilan ga pernah bilang."


-


"Lo ngapain si cari tau bapak gue, udah gue bilang jangan bahas apa-apa soal bapak gue." oceh Elga yang sedari tadi telihat kesal karena Jena terus saja mengungkit-ungkit perihal ayahnya, yang ayahnya seorang profesorlah, artislah, ah pokoknya dia selalu bilang kalau nama dan wajah ayah dari Elga itu sangat familliar sekali.


Mereka sudah mau pulang sekarang, sembari menuntun sepeda karena katanya.. mereka ingin mengobrol banyak, lagi pula rumah Jena memang tidak terlalu jauh dari sana. Sedangkan gadis yang di ocehinya itu hanya terkekeh kecil. "Apa salahnya cari tahu?"


"Lo itu ceroboh, Jen, aish lo ga inget apa waktu lo hampir di bunuh psikopat? Coba pikir deh! Kalo aja kita ga nguntitin lo waktu itu lo gabakal selamet.. nyari mati lo emang. Lain kali kalo ada apa-apa bilang kita! Apa gunanya kita kalo lo maunya sendirian mulu." oceh laki-laki bertahi lalat kecil di bawah matanya lagi. Sedangkan si cowok berambut klimis di seberang sana hanya menatapi mereka sembari menghela nafas berkali-kali, huh! Elga dan Jena selalu saja ribut kalau di hadapi dengan masalah seperti ini. Pikirnya.


"Nyari mati lo emang!" Dan sekelebat suara itu pada akhirnya membuat Jena tersadar akan sesuatu. "Elga pasti nyembunyiin sesuatu ya dari Jena?"

__ADS_1


-


Hari sudah semakin pagi, dan cuaca tampak cerah seperti biasanya, hanya saja tidak secerah hati Jena kini yang sempat galau semalaman.


"*Gue enggak mungkin nyembunyiin apapun dari kalian."


"Terus kenapa Elga gamau cerita tentang keluarga Elga?"


"Udah gue bilang gue sensitif klo inget-inget kejadian dulu, apa lagi pas insiden perceraian mereka*."


Elga sepertinya tidak bohong, dia benar-benar setrauma itu hingga tidak mau menyimpannya sebagai memori. Meskipun Jena tidak yakin laki-laki itu akan melupakan sepenuhnya. Ah tapi dia bahkan sudah membuat Elga kembali murung kemarin. Bagaimana ini? Dia benar-benar tidak mau melihat Elga sedih, cukup dirinya saja. Tapi sayangnya sudah telanjur.


"Lain kali kalo ada apa-apa bilang kita! Apa gunanya kita kalo lo maunya sendirian mulu." meskipun kalimat itu benar dan menyudutkannya untuk tidak egois, tapi.. "kalian pasti ngerti kalo Jena hanya pengen ngelakuin ini sendiri." lirihnya, kemudian meringis karena merasa prutasi luar biasa. "Aaahhrkh! Terus kenapa juga Jena harus jauhi Elga??"


"Terus klo Jena udah tau sebabnya Jena masih harus jauhi Elga?"


"Mama ga ngerti ya sama Jena."


"Masa suruh berhenti gitu aja"


"Ish ga adil tau.. Jena ga yakin nanti bakal nemuin Elga yang ke 2 lagi ga.. hiks." ocehnya di sepanjang jalan. Sembari melajukan sepeda dengan cepat agar tidak telat masuk sekolah.


15 menit setelah mengelilingi jalanan yang cukup ramai dan membuat Jena harus menyalip dengan kekuatan limbat, akhirnya sampailah ia pada tempat tujuan, ah bersyukur karena dia tidak telat meski sempat kesiangan tadi.


Lorong-lorong sekolah pun kini di penuhi oleh siswa-siswi yang mulai berlarian kesana kemari, setelah mendengar bunyi Bell yang nyaris membuat gendang telinganya mengempis, sesekali juga menjawabi sapaan dari mereka yang memergoki Jena. Hey! Menjadi artis memang harus ramah, kalau tidak, tamat riwayatmu kalau sampai di bully satu sekolah nantinya.


Baru saja sampai di koridor kelas 10.A.1, sesuatu tiba-tiba menarik lengannya dengan cepat, membawanya pergi dengan random.. hingga membuat gadis itu nyaris limbung kalau saja tidak terbiasa. Ya! Siapa lagi yang suka melakukan itu kalau bukan Dika.


Setelah berlarian seperti di kejar setan, bahkan sampai menerobosi orang-orang yang nyaris saja terjungkal karena ulah mereka, Laki-laki itu pun berhenti di belakang sekolah, ia memandangi pagar besi yang mengelilingi gedung itu dengan rapat.. kemudian naik ke atasnya. Hey! Astaga apa yang mau dia lakukan? Apakah Dika bermaksud ingin mengajaknya bolos sekolah sekarang?

__ADS_1


"Dika!"


"Pssst!" Gadis itu bungkam saat si empunya merapatkan jari telunjuk pada bibirnya sendiri. Lantas lompat dari ketinggian 2 meter. Membuat Jena harus sesekali menelan ludah. "Cepet naek!" hingga suara lirih itu pun mampu membuat gadis yang kini tengah kebingungan setengah mati itu terlonjak. Kemudian dengan cepat  naik ke atas pagar dengan keberanian tingkat Dewa meskipun agak sedikit takut-takut. Ah Jena lebih takut kalau dia melompat roknya akan terbang dan Dika melihatnya. Sialan bisa-bisa menang banyak dia.


"Balik badan!" karena paham dengan interupsi itu, Dika pun mendecih sarkas lantas memutarkan badannya dengan cepat. "Amal dikit kale, pelit amat jadi orang." ujarnya yang tak lama kemudian mendapatkan toyoran dari belakang.


"Ngapain si? Gila lu ya? Ngajak Jena bolos! Dika ga bener!"


"Gue tau tentang bapaknya Elga, soal bolos tenang aja, gue udah suruh si dinda buat bikin surat ijin abal-abal punya gue sama lo..." surat ijin abal-abal, astaga itu lucu!


"Di bayar berapa tuh?"


"Dinda suka sama gue, dia nembak gue kemaren.. nah sebagai syaratnya, gue minta dia buat bikin surat abal-abal." mendengar itu, Jena seketika melotot. Benar-benar terkejut saat baru menyadari kalau ternyata Dika adalah fakboy. Ah terkadang kita memang tidak bisa menilai orang dari covernya saja. Bisa-bisa-


"Udah ayo! Sebelum kepergok!" lagi, laki-laki berambut klimis yang memiliki wajah agak annoying itu pun kembali menarik lengannya, membawa Jena berlari dengan tergesa.. hingga gadis itu nyaris saja menubruki apa saja yang ada di depannya.


Meskipun begitu, kedua oknum itu memang bisa terbilang cukup mahir dalam urusan maraton, ya walau tidak sampai di atas 10 kilometer.. tapi agaknya, cukup berbahaya kalau sekarang ini mereka harus melewati jalan terpencil dan lorong-lorong tempat para preman magang demi tidak di curigai oleh salah satu warga sekolah.


Setelah cukup puas berlarian, mereka pun berhenti di sebuah gubuk kecil, untuk merelaxan nafas masing-masing, kemudian tak berapa lama Dika mendorong Jena masuk dan menyuruhnya untuk berganti pakaian lebih dulu.. karena kalau tidak, mereka bisa di curigai warga karena baru saja bolos sekolah.


Untungnya, Dika membawa baju sepupunya karena rencana ini pun, ia buat sendiri secara mendadak, jadi tidak mungkin kalau Jena sempat menyiapkan hal-hal semacam itu sebelumnya. Terkecuali kalau dia memang bisa melihat masa depan. Seperti indigo?


Sembari menunggu Jena berganti pakaian, ia pun dengan cepat membuka seragamnya di luar.. memampangkan kaos hitam dengan tulisan kecil Keep excited to fight di dada sebelah kiri. Dan celana hitam selutut tak lupa juga dengan topi agar wajahnya tidak terlihat, yah agaknya tidak masalah kalau laki-laki berganti pakaian dengan sembarangan seperti itu.


Setelah 5 menit berlalu, Jena pun keluar dari gubuk kumuh tersebut. Dengan bibir yang sudah maju sekitar 2 centi meter, karena merasa marah ia pun berteriak. "Ih Dika jijikkkk! Itu di dalem kandang bebek yaaa." namun apa yang terjadi? Ia malah di tertawakan.


"Jadi ini kita mau apaa?!!"


To Be Continue...

__ADS_1



Putri Jena Kaxiel Si Gadis China Yang Unyyuuuuuu....🤩😘


__ADS_2