DETEKTIF TUMUS

DETEKTIF TUMUS
Episode 19 (Teka-Teki Ekstrim)


__ADS_3

 "Lo inget gak? Pas Aldan bilang-"


"Gue Aldan Bramasta dari SMA negarajaya.. gue.. selaku mantannya Naya, mau minta maaf sama kalian sebesar-besarnya atas semua yang udah dia lakuin.. gue pikir ini bakal sulit di percaya, tapi Naya adalah mantan RSJ yang sempet kabur.. dia sakit mental."


Elga ingat betul dengan kalimat Aldan beberapa hari yang lalu, dan entah mengapa.. ia malah mencurigai salah satu kalimat disana, "mari kita garis bawahi kata-kata Aldan yang bilang kalau dia minta maaf buat semua yang Naya lakuin.. bukankah itu artinya.. dia udah nguntit Naya selama ini? Dan Naya sakit mental? Apa itu ga aneh? Naya bahkan kelihatan normal banget.. dia cuma keliatan kayak orang depresi ga lebih dari itu.. kalo iya dia sakit mental kenapa dia bisa bersekongkol sama Dr.M Barta Danoel? Dan berniat buat nyulik Jena dengan cara yang lebih pinter dari kita? Gue pikir orang yang sakit mental gabakal bisa berpikir sejauh itu.. mereka cuma bisa bergantung dengan satu hal yang ada di benak mereka secara abstrak, dan mereka ga akan ngelakuin apa pun dengan logika sehingga bisa menyusun rencana dengan rapih," tutur Elga panjang lebar, hingga membuat Jena maupun Dika saling pandang kini.


Omong-omong mereka sedang berada di Jembatan ARASOMA sekarang.. jembatan yang terkenal akan mitos-mitosnya yang mengatakan, siapa pun yang berenang di sungai itu.. maka mereka tidak akan bisa pulang.


"Gue curiga kalo Aldan sama Naya berhubungan banget dengan kasus ini." Elga menatap kedua temannya yang hanya diam membisu, seperti sedang memikirkan apa saja yang dia katakan tadi, "jadi sasaran kita kemana dulu?" tanya Jena akhirnya yang sudah mulai jengah dengan kasus-kasus tersebut..memang, Elga ada benarnya juga.. tapi ia pikir mengapa kasus Naya begitu rumit? Dan sambung menyambung seperti ini.. oh ayolah.. Jena pikir tidak akan sepanjang itu.


"Sayangnya cuma Naya yang tau berkas-berkas penting Dr.M Barta Danoel, gue yakin dia ga cuma mau nusuk beliau dari belakang, dia bahkan sampe bawa identitas lengkap Dr.M Barta Danoel ke rumahnya..." Dika ikut menyahut. Lantas dengan cepat Jena miliriknya dengan tatapan kesal, "apa hubungannya Dika?? Bukannya masalah mereka udah selesai, astaga kalian ini gimana sih tujuan kita kan bukan itu!!" marahnya pada kedua oknum yang kini malah saling terfokus pada pikiran masing-masing, hingga berakhir terabaikan.


"Jadi maksud lo.. Dr.M Barta Danoel ada hubungannya sama bapak gue?" tanya Elga sembari memandang kedepan dengan tatapan kosong, berharap si empunya tidak menjawab 'iya' tapi sayangnya Dika benar-benar mengatakan satu kata itu. Membuat Elga mematung di tempat.. merasa tak habis pikir, atau malah tak bisa berpikir lebih jauh. Ayahnya adalah seorang dokter.. iya dia tahu, tapi bukankah sangat mustahil jika ternyata ayahnya bersekongkol dengan Dr.M Barta Danoel yang katanya adalah professor dari dubai itu, atau jika ayahnya ternyata adalah korban.. Elga mungkin saja bisa mengerti.

__ADS_1


"Dr.M Barta Danoel adalah professor asal Dubai yang selalu nyembunyiin datanya sendiri, bahkan bisa di bilang gaada satupun yang tau identitas aslinya, dia punya anak namanya Chaesan Cambrio, umurnya masih 17 tahun sekarang.. tapi dia udah bisa nyiptain tekhnologi-tekhnologi canggih dan dia yang nyempurnain hybrid android ciptaan ayahnya. Berakhirlah Dr.M Barta Danoel buat nyerahin semua kekuasaannya ke Chaesan, karena dia percaya kalo anaknya bisa mimpin perusahaan kecil dia sampe jadi terkenal.. dan hibryd android mereka pun laku banyak hampir di seluruh negeri selama 2 tahun terakhir ini, tapi karena hybrid android yang mereka ciptain ga di ACC sama mentri tekhnologi dunia dan undang-undang dubai, jadilah mereka di buron para polisi karena hybrid android dari perusahaan mereka terbilang ilegal.. sejak itu.. Dr.M Barta Danoel pun kabur dari dubai, karena kalang kabut sendiri sampe akhirnya dia datang kesini, sedangkan Chaesan udah di tangkap polisi,"


Dika kemudian melirik kedua temannya yang setia mendengarkan meski sembari menukikan alis tajam. Lalu melanjutkan kalimatnya yang nyaris seperti pembacaan proklamasi, "sampai beberapa bulan kemudian, dia di datangi orang tua bangka kaya raya dari Amerika, dan dia tau kalo Dr.M Barta Danoel adalah professor asal Dubai yang sekarang lagi jadi inceran polisi, orang tua itu bilang dia gaakan ngebongkar rahasia Dr.M Barta Danoel ke pihak kepolisian Dubai asal Dr.M Barta Danoel mau mengoperasi dia jadi muda lagi," mendengar kalimat terakhirnya yang agak sakral.. Jena pun kemudian menatapnya dengan bingung, "jadi muda lagi?" tanyanya yang hanya di balas dengan anggukan oleh laki-laki tinggi yang masih mau berbicara itu. Sedangkan Elga malah reflex memijat pelipisnya prustasi, ah.. ini cukup memusingkan. Keluhnya.


"Mungkin awalnya Dr.M Barta Danoel takut, karena dia belum pernah operasi kaya gitu sebelumnya, tapi karena posisi dia saat itu lagi terancam, dia pun akhirnya nurut dan memulai operasi.. tapi dia butuh raga orang lain yang masih hidup dan cantik seperti kemauan orang tua tadi.. dan ya! Ternyata dia ngambil raga orang tua Naya sebagai percobaan. Itulah kenapa Naya jadi dendam sama dia, tapi yang gue pertanyakan sekarang, darimana Naya tau Dr.M Barta Danoel yang nyulik mamanya? Dan kalau dia kabur sendiri ke sini, lalu siapa yang ngebantu dia? Sedangkan operasi kayak gitu butuh banyak bantuan, setelah menemukan sesuatu yang janggal gue curiga kalau salah satu dari mereka ada bapaknya Elga." anak yang merasa namanya di sebut itu pun kemudian menoleh ke arahnya, menatap Dika dengan tatapan tidak percaya.


"Terserah lo mau percaya atau ga.. tapi gue udah rela-relain he hack berita ini semalaman sampe mata gue bengkak.. nih liat nih mata gue jadi kek bopeng gara-gara kalian." ujar Dika lantas mendekatkan wajahnya ke arah Jena dan juga Elga secara bergantian, membuat kedua temannya reflex menahan tawa. Benar juga.. wajah Dika jadi tidak karuan sekarang, rambutnya yang berantakan, wajah mengantuk, dan mata yang menghitam. Ah astaga.. entah kenapa dia jadi mirip sekali dengan gelandangan. Pikir mereka.


Cleb! Cleb! Cleb!


GREPP!!


-

__ADS_1


"Ahk.. Jena dimana?" Jena perhalan membuka matanya, pertama kali yang ia lihat adalah langit-langit yang pendek dan ruangan dengan tembok serba hitam, membuat nuansa ruangan sempit tersebut menjadi kelam dan sangat pengap, lalu mendapati Elga dan juga Dika yang entah sejak kapan tergapar juga di dalam sana. Jena pun mencoba meraih tubuh ke 2 temannya itu, menggoncangnya dengan kasar hingga Elga dan Dika mulai tersadar kemudian.


Di samping mereka terdapat 1 buah meja yang di penuhi dengan buku-buku, sebuah surat, photo-photo dan.. bom! Astaga itu bom.. Jena seketika kalang kabut sendiri ketika tak sengaja melirik waktunya yang masih berjalan sekitar 1 menit lagi. Dika yang menyadari itu pun langsung membaca surat yang tergeletak di sana, sedangkan Elga meliriki satu-satu dari photo tersebut. Yang tak lain adalah photo tentang Dr.M Barta Danoel.


"Jika kalian tahu banyak tentang Dr.M Barta Danoel, susunlah photo-photo tersebut sebelum bom meledak, jika kalian salah pasang atau terlambat, maka bom akan meledak dan menghancurkan seisi ruangan." Lantas segera menyatukannya menjadi 1 kerangka yang tersusun setelah mendengar interupsi dari Dika. Karena waktu mereka yang benar-benar tidak mempuni untuk berfikir banyak.. jadi Elga harus cepat-cepat berfikir, Jena mulai kalang kabut sendiri, dan jantungnya kini mulai berdebar hebat, bagaimana kalau mereka tidak bisa menyusun photo-photonya dengan benar? Lalu.. mereka akan mati? Ah astaga Jena tidak takut mati, hanya saja tidak begini caranya. Dia tidak bisa membayangkan kalau tubuhnya hancur berkeping-keping di dalam ruangan ini dengan sebuah bom.


"Dokter Barta adalah profesor dari perusahaan tekhnologi swav, Dubai,"


To Be Continue...



Hayolooo dapet teka-teki yang lumayan extrim.:(

__ADS_1


__ADS_2