DETEKTIF TUMUS

DETEKTIF TUMUS
Episode 7 (Fractal Holographic)


__ADS_3

Setelah perdebatan Jena dan Elga berhenti, Dika lebih memilih tidur begitu pun Elga yang pasrah kemudian, tak perduli jantungnya berdoskotik sedari tadi, pasalnya Jena memang terlalu jujur tentang perasaannya, mereka pun lebih memilih menunggu kedatangan guru dengan berada di alam mimpi dari pada berdebat dengan Jena yang sudah pasti tidak akan ada ujungnya.


"So what happen?" Tanya Arka tiba-tiba yang entah sejak kapan sudah berada di sebelah mereka.


Dika terkekeh kemudian. "Nih suami istri ribut bae, pusing aing" mendengar itu Elga reflex menampol Dika. Hingga cowok berambut klimis yang merasa kesakitan karenanya langsung mengaduh.


Kelas pun kembali ricuh seperti biasanya, hingga sebias suara yang nyaring mengheningkan seisi ruangan dalam sekejap, bahkan Arka dan Bin pun reflex berlari ke tempat duduknya dengan tergesa, saking tergesanya hingga menubruki meja. "selamat pagi anak-anak..." mendadak mereka semua tertawa, "Siang buuu" jawab mereka serempak setelah sebelumnya memandangi wanita cantik dengan postur bagus itu dengan gemas.


ah- itu guru IPA, bu Fatma namanya, bu Fatma ini lebih di kenal sebagai guru cantik yang suka melawak di sekolah. Lebih spesifiknya lagi dia juga sangat terkenal akan kegalakannya, tapi meskipun begitu, bu Fatma adalah salah satu guru favorite Elga. Ya walau nilai IPAnya tidak bertambah sedikit pun. Hanya sering bertemu dengan angka 3-5.


"Haha sadar juga ya kalian, ibu kira dah pada ngantuk gara-gara kebanyakan cilok. Beli cilok berapa hari ini? Seperti biasanya pasti 4 mangkok kan yaa." katanya lagi yang membuat kelas kembali ramai oleh suara tawa. Hingga kemudian ia menyebut nama Elga sembari memunggunginya, membuat si pemilik nama langsung menegakan posisi duduk. "Hari ini ada tes ya..oh iya Elga..ibu ga mau liat nilai kamu kayak yang kemaren lagi ya, ngerusak nilai rata-rata kelas asal kamu tau..cuma kamu yang paling bagus soalnya."


Meskipun begitu, mereka tetap saja menganggap kalimat bu Fatma barusan itu lucu, padahal itu adalah sebuah pengingat dan sindiran, sedangkan Elga yang baru saja di bicarakan hanya mengacak-acak rambutnya sembari tersenyum masam.


"Kita sekarang akan membahas tentang hubungan semesta dengan alam," mendengar kalimat itu, semuanya sejenak saling pandang, berkedip beberapa kali guru cantik itu pun lantas bertanya, "Kenapa ya?" hingga satu siswi yang sangat unik di ujung sana akhirnya mengacungkan tangan. Jena.


"Bukannya ibu bilang mau tes?"


"Oh iya, tesnya yaitu quisioner ya..."


"Oohhhhhhhhhh."


"Siap ya?"


"Asiap bu..."


"Oke kita mulai, Sekarang kita akan membahas tentang desain alam semesta. Yang perlu diketahui dalam desain semesta bahwa ada 2 semesta yang saling berhubungan erat, yaitu semesta kecil (microcosmos) dan semesta besar (macrocosmos).


Diri kita (manusia) adalah microcosmosnya semesta dan lingkungan luar kita, adalah macrocosmos..antara diri kita dengan semesta, ternyata saling berkaitan erat. Untuk memahami hal ini, ibu akan ajak kalian untuk melakukan sebuah simulasi sederhana.

__ADS_1


Coba nanti kalian ambil sebuah kertas hvs kosong, yg belum ditulisi apa-apa, masih bersih. Lalu kalian gambarkan di kertas itu sebuah bintang dengan 6 kaki yang besar memenuhi halaman kertas tersebut. Setelah tergambar, lalu sobeklah kertas itu menjadi dua bagian yang sama besar.


Maka kalian akan menemukan gambar setengah bintang di setiap sobekannya. Kalau kalian belah lagi kertas tersebut, sehingga menjadi 4 bagian, maka gambarnya akan menjadi seperempat bintang..dan seterunya...


Karena itu system semesta ini bekerja seperti holograpic..apa yang ada di semesta kecil akan sama dengan apa yang ada di semesta besar..." jelas bu Fatma sembari menggunakan bahasa tubuh yang membuat semua murid disana tampak memperhatikan dengan seksama tanpa ada yang mengantuk satu pun. Ah kecuali Elga.


"Elga? Bisa kamu jelaskan sistem alam semesta dengan mencontohkan bunga brokoli?" yang di sebutkan namanya langsung terperanjat, membuka mata lebar-lebar hingga suara gelak tawa pun akhirnya terdengar lagi.


"Haha..****** kena."


"Nilai Ipa lo kan kecil, gimana coba jelasinnya hayo?"


"Anj*r brokoli lagi haha."


"Eh jan sangka ya, dia itu detektif prfffth..."


Tanpa menunggu lama, dia pun menjawab dengan wajah setenang air. "Bunga brokoli adalah tumbuhan," mendengar itu mendadak semua anak di kelas kembali tertawa terbahak-bahak, hingga bu Fatma pun tak bisa untuk sekedar tersenyum.


Sampai kemudian kelas kembali hening saat Elga mulai melanjutkan kata-katanya, "bunga brokoli adalah tumbuhan yang memiliki pola spiral..pola itu semakin lama semakin besar kebawah dan di setiap garisnya ada benjolan-benjolan kecil, yang lebih uniknya di benjolan-benjolan kecil itu terdapat pola lagi, polanya sama seperti yang besar..sama-sama spiral.


Pengulangan pola inilah yang dinamakan fractal, karena semesta ini memiliki system fractal holograpic atau pengulangan pola, bahwa apa yang ada di besar, juga ada di kecil. Seperti contohnya galaxy dengan otak manusia"



Mendadak mereka semua terperangah dengan penjelasan Elga yang hampir mirip seperti KKN, atau bahkan anak kuliahan pun sepertinya tidak akan bisa menjelaskannya sesingkat dan sejelas itu.


Hingga kemudian kelas yang tadinya di ramaikan dengan suara tawa, kini berubah menjadi suara gemuruh tepuk tangan.


"Bagus Elga! Kamu genius ya! Tapi kenapa nilai kamu terlalu bagus kemaren? Harusnya kamu bisa dapet nilai 100." ucap bu Fatma antusias sembari diikuti tawa dari teman-temanya yang lain. Sedangkan Elga hanya tersenyum bangga kemudian.

__ADS_1


"Hahahaha"


"Elga adalah contoh untuk kita, bahwa kecerdasan itu tidak hanya dilihat dari nilai ujian ya..melainkan dari bagaimana cara kita menganalisis dan mendefinisikannya dengan baik, tapi akan jauh lebih baik kalau kita bisa menuangkan pengetahuan kita menjadi nilai yang besar di soal postest."


 


~☆☆●☆☆~


 


"Lo keren banget *****..." Dika mnyenggol bahu Elga yang sedari tadi hanya tersenyum menanggapi semua ocehannya. Kemudian, ia mengibas-ngibaskan tangan ke kedua bahunya tanda bangga.


Dan detik selanjutnya berhasil membuat kedua oknum itu menghentikan langkah secara bersamaan. Itu bukannya Jena dan Naya? Mereka sekarang pulang bersama dengan mobil yang di bawa Naya.. sepertinya Jena benar-benar akan pergi ke rumah teman sebangkunya itu. Tidak salah lagi.


"Ayo ikutin!" Dika menepuk punggung Elga sekali, bermaksud untuk mengajak. Sementara yang di tepuk hanya bergeming di tempatnya, memicingkan mata hingga kedua gadis disana berhasil pergi dengan sebuah mobil hitam dengan nomor plat BT 1806 TX.


Kemudian.. secara tiba-tiba Elga pun berlari mendahului rekannya, menghampiri sepeda BMX united yang ia taruh di parkiran. Melajukannya dengan cepat. Membuat Dika mau tak mau harus mengintilinya, oh ayolah Elga sangat ceroboh dia tidak boleh lengah mengawasi anak itu.


"Elga!"


To Be Continue...



ELGA'S BIKE...



DIKA'S BIKE...

__ADS_1


__ADS_2