
Dimas dan Safira keluar dari dalam mobil,lalu masuk kedalam pasar malam dan mulai menonton hiburan yang disediakan tempat itu.
Safira berjalan di samping Dimas,perasaan Safira dari beberapa tahun yang lalu tetap sama dia masih ada perasaan kepada Dimas padahal dia tau jelas kalau Dimas sudah punya istri tapi sepertinya dia tidak mau tau.
Safira menggenggam tangan Dimas,Dimas lansung menoleh kebawah dia membalas genggaman Safira sejak Amira pergi merantau satu Minggu yang lalu,Dimas seakan melupakan Amira dia terlalu sibuk mengurusi kekasih barunya.
"Dimas....Kamu punya pacar baru ya,padahal istrimu baru saja berangkat merantau tapi kamu langsung memiliki kekasih baru." Sindir Melinda yang kebetulan juga sedang berada di tempat itu.
Dimas langsung melepaskan tangannya dari gengaman Safira,dia merasa malu di hadapan keluarga melinda karena kebetulan mereka satu keluarga ada di tempat itu.
"Wajar sih kamu selingkuh istrimu yang pemalas itu sering menyakiti ibumu." Ucap Melinda kembali.Safira yang mendengar itu langsung menghela napas lega setidaknya orang-orang tidak menyebutnya sebagai pelakor atau perusak rumah tangga orang lain.
Dimas menelan ludahnya,walaupun Melinda membelanya pada akhirnya juga perasaanya tetap tidak nyaman dia takut suatu saat Amira pulang dia menceritakan apa yang dilihatnya hari ini.
"Mas memangnya mbak Amira pergi merantau kemana,kok kamu tidak cerita mas." Tanya Safira.Wajahnya terlihat senang mendengar kabar kalau istrinya Dimas sedang pergi merantau.Keinginanya untuk menjadi istri kedua Dimas semakin besar.
"Aku minta maaf,aku lupa cerita dia sudah pergi satu Minggu yang lalu aku juga tidak tau kenapa dia pergi padahal aku sudah melarangnya."
"Sabar ya mas." Ucap Safira sambil mengelus punggung Dimas dengan lembut.Sebagai pria normal tentu saja Dimas merinding saat merasakan sentuhan halus di pundaknya.
Dimas hannya mengangguk lembut,dia merasa merinding merasakan sentuhan itu, konsentrasi akhirnya buyar bayangannya tubuh Safira selalu menghantuinya sepanjang di taman sedikit pun dia tidak menikmatinya.
Hari ini Adam kembali ke istana miliknya, setelah satu bulan tidak pernah menginjakkan kakinya di rumah mewahnya.Adam adalah seorang pria sukses di usia yang sudah lumayan dewasa di usia tiga puluh sembilan tahun dia sudah menjadi seorang pria sukses memiliki banyak aset dan juga perusahan setelah lima tahun yang lalu dia sempat hancur karena perbuatan mantan istrinya .
Dahlia dan beberapa pelayan menyambut kedatangan Adam di rumah mewahnya mereka semua berdiri di depan pintu sambil menunduk menyambutnya dia sebagai pria dingin dan terkesan angkuh mengabaiakan para pelayan dia duduk di ruang tamu.
"Dimana mama,bagaimana keadaanya?" Tanya Adam tanpa menoleh sedikitpun ke arah kepala pelayan yang selalu cari muka jika Adam sedang ada di rumahnya.
__ADS_1
"Di_dia sedang di bawa pengasuh barunya keluar tuan." Jawab Dahlia ketakutan.Dahlia sudah melarang Amira membawa nyonya Elisabet setengah jam yang lalu tapi Amira tetap membawanya alasannya supaya Nyonya Elisabet bisa lebih santai.
Adam langsung meletakkan ponselnya lalu menatap Dahlia dengan tatapan sinis.Dahlia sangat ketakutan melihat wajah garang Adam.
"Kenapa kamu memberi ijin orang baru untuk membawa mama pergi,kalau terjadi sesuatu kepada mama aku akan menuntut mu,kamu sudah lama bekerja tapi kamu tetap bodoh dan tidak berguna." Ucap Adam dengan sinis.Dahlia sangat ketakutan.
Pada saat itu Amira juga muncul dari pintu dia mendorong kursi roda milik Elisabet,saat itu Dahlia langsung pamit dari hadapan Adam dan menghampiri mereka berdua.
"Dasar orang kampung,tadi juga aku sudah melarang mu membawa nyonya,sekarang kamu terima akibatnya tuan Adam sudah sangat marah.Lekas temui dia dan minta maaf." Ucap Dahlia dia sangat marah kepada Amira tapi dia tidak bisa berbuat sesuatu karena adam masih di sana.
Amira menghampiri Adam yang sedang duduk di atas sopa,dia sedikit gemetaran bertemu pria itu apalagi melihat perawakannya yang begitu menyeramkan.
"Selamat pagi tuan,aku minta maaf tuan karena sudah membawa nyonya tanpa pamit." Ucap Amira gugup.Adam melihat banyak perubahan terhadap mamanya dia semakin cantik dan rambutnya juga tersisir rapi membuat Adam sedikit melunak.
"Sudah berapa lama kamu bekerja?"
"Kemana pengasuh lama bibi?"
"Keluar tuan,dia tidak tahan dengan sikap nyonya yang selalu menolak saat pelayan merawatnya."
"Hmm..."
"Sekarang bawa nyonya ke kamarnya bibi,aku akan mengintrogasi pengasuh mamaku." Ucap Adam.Dahlia mendorong kursi roda milik Elisabet menuju kamarnya ada rasa tidak suka terhadap Amira saat melihat Adam yang sedikit peduli terhadap wanita itu.
"Berani dia mencuri perhatian tuan Adam,aku tidak akan tinggal diam dasar wanita kampung." Ucap Dahlia dalam hati.
Sementara itu Amira yang sangat gugup berdiri di hadapan tuan tuan Adam,dia bingung karena Adam sibuk dengan ponselnya sementara dia berdiri di hadapannya.
__ADS_1
"Tuan,apa aku bisa kembali ke kamar?"
"Siapa yang menyuruhmu kembali ke dalam kamar!!" Ucap Adam dengan sinis,Amira langsung tutup mulut dia tidak berani lagi buka mulut.
Sementara itu Dahlia mengintip dari balik lemari,dia ingin tau Adam berbicara apa kepada Amira nyatanya mereka hannya diam sementara Adam sibuk dengan ponselnya.
Dahlia menghampiri mereka,dia takut perhatian Adam jatuh kepada Amira yang baru saja bekerja,sementara selama ini dia sudah berkuasa di rumah mewah itu.
"Selamat sore tuan,nyonya Elisabet memanggil Amira tuan." Ucap Dahlia berbohong,dia sengaja membohongi Adam supaya Amira segera pergi dari hadapan Adam.
"Temui mama sekarang,kamu harus merawat mamaku dengan baik,jangan sesekali menyakiti mama atau meninggalkannya di rumah tanpa alasan yang jelas.Kemana pun kamu pergi kamu harus membawa mama." Ucap Adam.Amira mengangguk lalu pergi meninggalkan Adam dan Dahlia di ruangan itu.
Dahlia cemburu melihat Adam yang sedikit perhatian kepada Amira,dia takut posisinya sebagai kepercayaan di rumah itu terbuang.
"Tuan,saya perhatian wanita itu tidak cocok sebagai penjaga nyonya besar,aku sudah melihatnya beberapa kali."
"Sudahlah biarkan dia bekerja, nanti hasilnya akan terlihat beberapa bulan kemudian.Sekarang kamu pergi dari hadapanku."Adam mengusir Dahlia dari hadapannya membuat Dahlia semakin tidak nyaman.
Amira keluar dari dalam kamar lalu berjalan menuju balkon dia mengangkat telepon dari suaminya yang sudah beberapa Minggu tidak pernah mengangkat telepon darinya.
π Mas kenapa kamu tidak mau mengangkat telepon dariku? Amira langsung marah kepada suaminya yang mengabaikannya.
π Maafkan aku sayang,sudah dua Minggu ini aku kurang sehat.Sayang kamu sudah gajian aku bisa minta tidak aku sangat butuh uang saat ini.
Dimas membohongi Amira,padahal selama ini dimas asik dengan Safira bahkan hubungan mereka sudah semakin jauh.
πππbersambung πππ
__ADS_1