Di Khianati Suami Kere Di Nikahi Konglomerat

Di Khianati Suami Kere Di Nikahi Konglomerat
Bab 40 ~ Tampa dia aku sudah bahagia ~


__ADS_3

Adam memijat keningnya,kepalanya benar-benar pusing memikirkan semua masalah yang datang secara tiba-tiba,dia sedikit bingung memikirkan kedatangan mantan mertuanya tadi ke kantornya walaupun mantan mertuanya itu tidak mengatakan apa pun kepadanya.


"Seharunya mereka memiliki sedikit rasa malu,bagaimana bisa dia datang menemui ku setelah putri kesayangan mereka meninggalkan aku beberapa tahun yang lalu,pria itu cukup tebal muka untuk menemui ku lagi,bukan kah dulu dia seakan tidak mau tau saat anaknya meninggalkan aku dengan semua uang milikku." Ucapnya dalam hati.


Adam tiduran di atas sopa sambil memejamkan matanya,dia juga memijat kepalanya yang terasa pusing.


"Tuan apa yang anda lakukan hingga tidur di tempat ini,apa anda membutuhkan sesuatu?" Tanya Amira yang tiba-tiba sudah datang dan berdiri di hadapannya.


Adam sedikit kaget saat melihat Amira dihadapannya,dia langsung beranjak duduk dan menatap Amira dengan tatapan penuh kagum.


"Amira aku ingin kopi,buatkan aku kopi seperti biasa jangan banyak gula."


"Baik tuan." Jawab Amira dia segera pergi ke belakang dan membuatkan kopi untuk majikannya dia tidak tau kalau Adam mengikutinya dari belakang.


Amira sangat kaget saat berbalik dia sudah melihat Adam di belakanganya dia mengikuti dirinya kebelakang.


"Kenapa tuan datang kemari bukan kah tuan ingin minum di ruang tamu." Tanya Amira.Dia merasa sungkan karena Adam terus menatapnya seakan ada yang salah dari dirinya.


"Aku ingin minum disini saja,saat ini aku sedang banyak pikiran."Jawab Adam dengan napas sedikit tidak beraturan.Amira tidak tau harus bagaimana bertanya tentang masalah majikannya menurutnya itu terlalu berlebihan karena dirinya hannya seorang pembantu di rumah itu.

__ADS_1


Adam sebenarnya ingin cerita tentang masa lalunya terhadap Amira tapi dia sedikit takut atau malu di hadapan Amira,dia malu karena dia di tinggalkan oleh istrinya beberapa tahun yang lalu.


"Bagaimana dengan suami mu,aku lihat kamu sudah jarang menghubunginya?" Tanya Adam,basa-basi dia sebenarnya malas ingin tau tentang mereka melihat Amira yang tidak banyak bicara membuatnya sedikit bosan.


"Aku tidak pernah angkat tuan,belakangan ini dia selalu menghubungiku." Jawab Dita.Adam tersenyum kecil,dirinya dan Amira sama-sama memiliki pasangan yang kejam dan tidak punya perasaan.


Kehidupan Amira berjalan dengan baik,dia sudah tidak mau ambil pusing dengan mantan suaminya,dia menganggap Dimas sebagai mantan suami walaupun mereka belum bercerai secara resmi.


Pekerjaannya juga berjalan dengan baik,walaupun dia merasa sedikit aneh dengan pekerjanya yaitu menjadi pelayan pribadi seorang pria yang sehat.


Pagi ini setelan Adam pergi ke kantor dia membantu pelayan untuk menyiapkan makanan,walaupun itu bukan bagiannya dia melakukannya dengan senang hati.


"Sudahlah paling juga mungkin karena aku memperlakukan ibunya dengan baik_


"No...No,aku rasa memang tuan Adam ada rasa sama kamu,coba kamu lihat cara dia menatap kamu penuh dengan cinta dan senyuman." Ucapnya kembali.


"Sudahlah kamu terlalu banyak menonton filim korea." Jawab Amira lalu dia meninggalkan dapur.


Sementara itu di ruangannya Adam sedang sibuk memeriksa semua keuangan perusahanya,dia sangat bersyukur karena semakin hari keuangannya semakin membaik.

__ADS_1


"Tuan pak Irawan ingin bertemu anda."


Tomi asisten pribadinya mengetuk pintu lalu mengucapkan tujuannya,sebenarnya Tomi malas untuk menyampaikan pesan itu kepada Adam tapi berhubung Irawan memaksa akhirnya dia menemui Adam di ruanganya.


"Ada apa? untuk apa orang tua itu selalu ingin bertemu denganku,aku sedikit curiga?" Tanya Adam dia menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya.


Sebelumya Tomi juga curiga kalau keluarga Irawan atau mantan mertuanya punya tujuan tertentu bertemu dengannya,keluarga itu memang cukup tidak tau malu,dulu saat mantan istrinya kabur membawa semua hartanya,Irawan seakan tutup mata dan tutup telinga untuk semua penderitanya dulu.


Irawan seakan tidak mau tau semua penderitanya,bahkan dia depresi berat saat orang yang sangat dia percayai pergi membawa seluruh hartanya.


"Tomi selidiki keluarga Irawan,keluarga ini adalah orang yang harus kita waspadai,sekarang temui dia dan suruh dia pergi karena aku tidak ingin bertemu dengan pria kejam itu."Ucapnya.


Tiba-tiba saja Adam teringat dengan kejadian lima tahun yang lalu saat dia mendatangi mertuanya ke kantornya tapi dengan kejam dia menolaknya bahkan menyuruh security mengusir dia bagai anjing yang tidak ada harganya.


"Mungkin dia mengira aku sudah lupa dengan semua perbuatan dirinya di masa lalu! kalian semua akan mendapat karma dari semua perbuatan kalian untukku." Ucap Adam.Dia berdiri di depan jendela kaca dan melihat keindahan dunia.Adam bersyukur karena tidak jadi mengakhiri hidupnya saat dia mengalami hal menyedihkan waktu itu.


"Aku akan menata masa depan ku dengan wanita yang sudah membuatku hidup kemabli,semua akan indah pada akhirnya,dan kamu orang-orang jahat akan mendapat balasan dari semua perbuatan mu." Ucap Adan dengan senyum mengambang di bibirnya.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—

__ADS_1


__ADS_2