
Dua Minggu setelah semua keributan yang di buat oleh Jane dan papanya,semua kembali damai setelah Jane dan papanya menghilang dari kehidupan keluarga Adam Sanjaya,sementara itu Aaron juga bahagia menjalani hidup bersama papanya dan juga Amira yang akan menjadi ibu sambungnya.
Hari ini hotel Sanjaya group sedang sibuk,hotel itu tidak menerima tamu untuk hari ini karena pemilik hotel sedang melaksanakan pernikahan disana.
Semua tamu kehormatan datang menghadiri acara itu tidak terkecuali para pejabat dan juga artis.Dan bahkan di hadiri kepala negara dan juga beberapa Mentri negara ini.
Amira sangat cantik hari ini dia benar-benar berubah,balutan gaun pengantin sangat cocok di tubuhnya yang mungil tidak rugi Adam membayar Desainer luar negri hanya untuk merancang pakainya pernikahan mereka.
Dimas dan ibunya juga turut hadir disana,Safira tidak bisa hadir karena dia baru saja melahirkan seminggu yang lalu.
Amira yang berdiri jauh dari mereka terlihat sangat cantik dan anggun,bahkan dia seperti bukan Amira menantu miskin yang selau di rendahkan mertuanya satu tahun yang lalu.
__ADS_1
"Dimas...Ternyata kita tidak pernah tau ya rahasia Tuhan kepada kita,sama seperti Amira,setahun yang lalu dia bagaikan babu di rumah kita sekarang dia berubah menjadi nyonya besar yang bahkan di hormati semua orang."Ucapan Maya ibunya.Dimas mengabaikan kata-kata ibunya,matanya berkaca-kaca menyaksikan Amira di gandeng pria lain bahkan keningnya di kecup pria lain,ada rasa yang belum rela dihatinya saat Amira harus menjadi milik yang lain.
"Dimas...." Maya mengejutkan Dimas hingga dia hampir jatuh dari tempat duduknya dia menatap ibunya karena sangat kesal.
"Kamu kenapa,kamu masih mencintainya,bangun Dimas,Amira bukan orang sembarangan lagi yang bisa kamu sentuh!!" Dimas semakin kesal rasa cemburu di hatinya semakin besar dia beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari dalam hotel .
Tidak ingin di tinggalkan Maya akhirnya berlari mengikuti Dimas dia menarik tangan Dimas dan menahannya untuk tidak pergi.
Sepanjang jalan terlihat papa bunga menghiasi jalanan panjangnya hampir dua kilo meter membuat Dimas merasa semakin sesak.
Dalam hati Dimas sangat menyesal karena selama bersama dengannya sekalipun dia belom pernah membahagiakan Amira,bahkan untuk baju sepotong aja hannya dikasih pada saat lebaran dan dia tidak menyangka kalau Amira akan mendapat semua kebahagian dan kemewahan dari pria lain.
__ADS_1
Sesampainya di rumah dia semakin kesal karena Safira istrinya menonton acara pernikahan itu,hatinya sangat panas ingin sekali dia menghancurkan televisi tapi saat itu dia mendengar suara tangisan putrinya hingga dia tersadar kalau dia sudah memiliki kebahagian Juga.
Dimas memeluk Safira dan mencium keningnya bayinya,sekarang dia harus belajar ikhlas karena kebahagian bukan tentang uang tapi rasa syukur yang kita miliki.
Sementara itu Amira seharian berdiri menerima ucapan selamat dari semua tamu undangan kakinya sudah tidak tahan lagi untuk berdiri.
"Sayang kamu duduk kalau kamu sudah lelah,tidak penting harus menerima mereka ucapan dari semua orang."Ucap Amira.Dia menghela napas lega kakinya yang sudah kebas tidak sanggup lagi berdiri.Adam membantunya duduk di kursi pengantin.
"Terima kasih sayang...Aku sangat mencintai mu." Ucap Amira dengan senyum yang sangat indah.
πππbersambung πππ
__ADS_1