
Tomi menarik Jane lalu menghempaskan nya ke lantai dengan kasar,dia menatapnya dengan sinis lalu menunduk ke arah wajah Jane.
"Ini akibatnya kalau kamu terlalu bodoh,kamu mengikuti semua kata-kata orang tua mu,dan pada akhirnya kamu akan menjadi gembel,kamu membuang suami yang begitu menciantai mu." Ucap Tomi lalu kembali berdiri dan menyeret Jane keluar dari rumah mewah itu.
Setelah para kreditur meninggalkan tempat itu,para pria suruhan Tomi mengambil semua pakaian Jane dan orang tuanya lalu dimasukkan ke dalam karung setelah itu di lempar keluar dari rumah itu.
Jane dan Irawan terlihat emosi tapi mereka tidak bisa berbuat sesuatu dan pada saat itu sebuah mobil masuk ke dalam rumah mewah dari dalam mobil keluar lima wanita.
"Selamat siang tuan kami pelayan suruhan tuan dalam kami dari yayasan kasih bunda tuan."Ucap seorang wanita sambil menunduk sopan kepada Tomi.
"Papa...Apa-apaan ini,kenapa Tomi melakukan ini kepada kita,panggil polisi papa mereka telah membuat keributan di rumah kita."
"Hahaha.....Polisi kamu bilang,memangnya kamu bisa melaporkan kami kepada polisi buktikan dulu aku ingin melihat sehebat apa polisi hingga sanggup menangkap tuan Adam yang seorang kepala polisi saja takut kepadanya." Ucap Tomi tertawa lepas.Jane semakin emosi pada saat itu dia menendang kaki Tomi dan memakinya.
"Kamu jangan kurang ajar ya Tomi,biar bagaimana pun aku ini nyonya Sanjaya tidak ada yang bisa mengusirku dari rumah ini."
"Diam kamu Jane...Kamu jangan mempermalukan dirimu sendiri,dari kamu kemabli ke Indonesia aku sudah mengatakan untuk merebut hati Adam kenapa kamu tidak melakukan itu,bahkan untuk mempertahankan anak mu saja kamu tidak mampu."Irawan memukul kepala Jane hingga Jane terdorong sedikit ke samping.
"Papa....Apa yang kamu lakukan kamu jahat,kamu yang membuat hidupku hancur seperti ini,papa yang sudah membuatku sengsara aku benci papa." Jane keluar dari halaman rumah sambil menangis dia sangat terluka saat papanya yang selalu dia hormati tega melukai hatinya dengan memukulnya si depan umum.
"Silahkan anda pergi dari tempat ini tuan irawan,tempat ini akan di jaga dengan ketat itu artinya anda tidak bisa bebas berkeliaran di sekitar ini."
"Tapi..."
__ADS_1
"Tidak ada tapi sekarang juga anda keluar dari tempat ini bawa barang-barang mewah mu ini,mana tau suatu saat anda merindukan saat-saat anda masih kaya." Ucap Tomi lalu menendang goni itu tepat di dekat kaki Irawan.
Irawan tidak bisa berkata-kata dia menatap rumah peninggalan istrinya,selama ini dia sudah berjuang keras untuk mempertahankan rumah itu nyatanya dia tetap harus mengikhlaskan rumah itu.
****
Adam sudah menyerahkan seluruh tugasnya kepada Tomi,dia akan cuti untuk beberapa lama karena dia akan melakukan pernikahannya dengan Amira.
"Amira....Kamu sedang apa di dapur ini sayang,kamu tidak perlu melakukan itu lagi di rumah ini banyak pelayan kamu hannya tinggal meminta di saat kamu ingin." Ucap Elisabet wanita yang pernah dia rawat dan sekarang akan menjadi mertuanya.
"Tidak mama,aku hanya membuatkan susu untuk Aaron,sepertinya dia sedikit demam,aku tidak tau kenapa dia demam." Jawab Amira sambil membawa gelas berisi susu.
"Amira kamu tidak usah peduli dengan anak haram itu,mama sangat tidak menyukai dia,bahkan kalau bisa kembalikan dia kepada ibunya." Ucap Elisabet.
"Sudah lah ma,dia masih anak yang polos dia hannya korban ibunya ma,bahkan selama ini dia menderita bersama Jane,mama harus menerima dia apa pun yang terjadi." Ucap Amira dia menasehati calon mertuanya yang kerap menunjukkan sikap tidak sukanya terhadap Aaron.
"Pokoknya mama tetap tidak menyukainya.Dari pada membuatku pusing dan stres lebih baik kita shoping,sudah lama sekali mama tidak pernah shoping,kamu akan melihat bagaimana seorang wanita kaya menghabiskan uangnya.Ayo lekas kamu siap-siap biar aku suruh supir mengantar kita."Ucap Elisabet.
Amira meninggalkan calon mertuanya lalu masuk ke kamar Aaron setelah itu memberikan Aaron segelas susu.
"Sayang bangun ,minum susu dulu selagi hangat." Ucap Amira lalu membantu Aaron untuk bangun dan memberikan susu itu.Amira sangat kasihan kepada Aaron korban orang tua yang broken home bahkan dia tumbuh dengan hidup di dan di besarkan orang tuanya penuh kekerasan.
"Amira apa yang kamu lakukan disana,kenapa kamu belum siap-siap mama sudah bosan nih."
__ADS_1
Terdengar suara calon mertuanya yang memanggilnya dari luar,dia tidak tega sama sekali meninggalkan Aaron yang sedang mengalami demam.
Amira keluar dari dalam kamar lalu menghampiri calon mertuanya ke ruang tamu dia sama sekali tidak tega meninggalkan Aaron.
"Bu...Tidak bisakah kita belanjanya besok saja,aku tidak tega Bu meninggalkan Aaron." Jawab Amira dia berdiri di hadapan mertuanya yang dari tadi sudah memanggilnya.
"Ibu tidak mau pokoknya kita belanja hari ini,kamu titipkan saja anak itu sama Mila pembantu kita.Mila.....Sini sebentar."Mila yang kebetulan tidak jauh dari mereka,berlari menghampiri Elisabet.
"Ada apa nyonya?"
"Kamu jaga anak yang ada di kamar itu,dia sepertinya demam jaga dia dengan baik kerjaan kamu hari ini mengurusnya." Ucap Elisabet.Melihat Elisabet yang sangat ingin mereka pergi Amira segera masuk ke dalam kamarnya lalu bersiap-siap,setelah selesai dia keluar dari kamar dan menghampiri calon mertuanya.
"Ayolah Bu kalau memang kita jadi pergi."Ucap Amira.Mereka meninggalkan rumah menuju mall yang sudah di beritahu Elisabet kepada supir,sepanjang jalan Amira merasa tidak tenang karena meninggalkan Aaron yang kurang sehat.
Setelah mereka sampai di mall,Elisabet langsung mengajak Amira menuju toko-toko baju bermerek dan tas bermerek,Elisabet memilih beberapa baju yang untuk Amira.
"Bu...Minggu kemarin mas Adam baru saja membawa ku belanja dan membeli banyak baju,lebih baik ibu saja yang belanja hari ini."Ucap Amira menolak.
"Sudah lah sayang,uang suami mu tidak akan habis walau dia membeli seluruh baju di mall ini bahkan sekalian juga gedung ini di beli uangnya tidak akan habis." Ucap Elisabet lalu mengambilkan baju brand terkenal dengan harga yang sanggup membuat mata Amira terbelalak.
"Ya ampun hannya sehelai baju ini saja harganya seratus dua puluh juta,aku rasa mereka sudah kelebihan uang hingga dia membuang uangnya untuk membeli baju ini." Ucap Amira dalam hati.Dia takut kalau terlalu banyak bicara dia takut mertuanya malu di hadapan orang-orang yang terlalu menghormatinya.
πππbersambung πππ
__ADS_1