Di Khianati Suami Kere Di Nikahi Konglomerat

Di Khianati Suami Kere Di Nikahi Konglomerat
Bab 18 ~ Di marahi ~


__ADS_3

Walaupun ada yang warga yang melihat Amira diganggu ketiga pria itu,mereka tidak berani sama sekali membantu Amira,karena mereka tidak ingin berurusan dengan berandalan yang ada ditempat itu.


Amira tidak tau harus bagaimana sekarang, dia sangat menyesal tidak minta tolong kepada security rumah bosnya setidaknya untuk menemaninya agar tidak mendapat masalah seperti sekarang ini.


"Tunggu dulu cantik jangan buru-buru pergi temani kami untuk main-main aku taun nanti kamu pasti menyukainya." Amira menghempaskan tangan pria yang terus menganggunya.


"Bos sepertinya dia ingin kita berbuat kasar kepadanya sekarang lebih baik minta uang damai saja." Ucap salah satu dari pria itu,membuat Amira semakin ketakutan.


Pada saat itu mobil Adam kebetulan lewat dari tempat itu,sebenarnya Adam tidak peduli dengan ketiga pria itu mereka selalu membuat onar di tempat itu dan mereka juga kenal dengan adam pria yang sangat disegani di sekitar itu.


"Bukan kah wanita itu pengasuh mamaku,apa yang dia lakukan ditempat itu sore-sore begini kenapa dia tidak menjaga mama." Ucapnya dalam hati.


"Apa yang kalian lakukan terhadap wanita itu,dia pengasuh mamaku lepaskan dia atau melaporkan kalian." Ketiga pria itu sangat kaget melihat kehadiran Adam,mereka tidak menyangka kalau wanita yang ada di hadapan mereka adalah pengasuh pria kaya raya yang sangat disegani di seluruh kota itu.


"Maaf....Maaf tuan Adam, kami tidak tau kalau wanita ini adakah anggota tuan maafkan kami tuan."Ucap ketiga pria itu dengan wajah yang ketakutan lalu mereka berlari sangat kencang meninggalkan tempat itu.


Semua warga di sekitar rumah Adam tidak ada yang mau mencari masalah terhadap keluarga Adam mengingat dia adalah pria hebat yang sangat ditakuti.


"Masuk...Kenapa kamu masih berdiri seperti orang bodoh." Adam membentak Amira dengan nada yang tinggi membuat Amira ketakutan.Dia masuk kedalam mobil mewah milik bosnya, mungkin baru dialah pelayan yang pernah menaiki mobil tuannya.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan diluar sore-sore begini,kenapa kamu tidak menemani mamaku,bukan kah seharusnya kamu mengurus semua kebutuhannya bukan malah kelayapan seperti ini." Sungut pria itu dengan kata-kata yang sangat keras membuat Amira semakin ketakutan.


"Maaf tuan,aku sudah menyelesaikan semua pekerjaanku dan nyonya sedang tidur saat aku meninggalkan rumah aku minta ijin kepada bunda Dahlia karena aku ingin ke menari tempat pengiriman uang."


"Bunda....Siapa yang bunda mu?"


"Tuan semua pelayan di rumah memanggil bunda Dahlia dengan panggilan bunda."Jawab Amira jujur tapi jauh di lubuk hatinya dia takut sudah membuat masalah di rumah itu nantinya.


Adam mengabaikan kata-kata pelayan barunya itu,dia kembali pokus menyetir mobilnya hingga mereka sampai di rumah mewahnya.Amira bergegas turun dari dalam mobil lalu dia berlari ke dalam rumah membuat Adam sedikit curiga dengan sikapnya yang aneh.


"Baru datang kamu...Lama sekali,nyonya sudah bangun sepertinya dia mencari mu,dia menolak makanan yang baru saja diberikan pelayan yang lain." Ucap Dahlia.Amira hannya mengangguk lalu dia bergegas menuju kamar dan melayani nyonya pemilik rumah.


"Apa yang kamu lakukan disini?" Dahlia sangat kaget mendengar suara Adam yang ada di dekatnya dia langsung kaget bahkan dia hampir jatuh dari sopa karena kaget.


"Maaf tuan,aku baru saja duduk disini karena seharian bekerja di rumah." Ucap Dahlia dengan suara yang sangat gugup.


"Pergilah aku tidak suka melihat orang sepertimu,aku tidak ingin melihatmu di tempat ini,jangan menunjukan batang hidung mu di hadapanku untuk beberapa Minggu,kembalilah kerumah mu untuk sementara."


"Tapi tuan." Dahlia tidak bisa terima dengan keputusan Adam dengan menyuruhnya di rumah untuk waktu yang tidak ditentukan.

__ADS_1


"Kamu ingin aku memecat mu atau hannya memberikan kamu istrahat untuk beberapa Minggu saja." Dahlia langsung diam saat mendengar ucapan Adam.Dia sudah hapal dengan jelas sifat pria itu,dia orang yang tidak bisa di bantah sama sekali.


Dahlia pamit dari hadapan Adam dan masuk kedalam kamarnya setelah itu menyusun baju-bajunya dan pulang menuju rumahnya.


"Bisa-bisanya dia bertingkah seperti nyonya di rumah ini, sepertinya tidak hannya di perusahan ada orang tidak berguna seperti ini." Sungutnya.


Amira tidak berani lagi keluar dari dalam kamar karena kesalahan yang dia lakukan tadi,dia sangat takut bertemu lagi dengan tuan Adam.


****


Adam masuk kedalam kamarnya lalu mengganti pakaiannya,setelah itu mengambil anggur dari ruangan rahasia miliknya.


Sebagai seorang yang pria yang sudah dewasa,tentu saja dia sangat merasa hidupnya kesepian seharusnya di umurnya yang sekarang dia sudah bahagia dengan istri dan anak-anaknya tapi karena pengkhianatan yang di lakukan mantan istrinya, beberapa tahun yang lalu dia tidak ada niat untuk memiliki istri lagi.


Adam melewati hari yang begitu berat beberapa tahun ini, dia menghabiskan waktu dengan bekerja hingga bisa sukses seperti sekarang ini.


Malam semakin larut Adam sudah merasakan kepalanya mulai pusing,tidak ingin kembali mabuk seperti hari-hari sebelumnya Adam naik ke atas balkon dia ingin menghirup udara malam untuk menenangkan hatinya yang mulai memanas.Tiba-tiba saja dia teringat rasa sakit yang dilakukan istrinya beberapa tahun yang lalu.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—

__ADS_1


__ADS_2