
Dimas kembali ke rumah kontrakanya,dia menghempaskan tubuhnya di atas sopa,lalu memijat keningnya beberapa kali,dia juga membuang napasnya dengan kasar,dia tidak menyangka akan kehilangan Amira untuk selamanya karena dia sudah dilamar pria lain dan naasnya pria itu bukan pria sembarangan.
Dimas meneteskan air mata,mengingat semua kenangan indah bersama Amira,sikap Amira yang penurut dan selalu melayaninya dengan tulus tanpa pernah menuntut atau mengeluh.
"Aku kehilangan berlian yang begitu indah,apa yang terjadi hinga aku bodoh melepaskan dia dulu,aku sangat mencintainya dan niatku menikah dengan Safira hannya untuk sementara,kenapa aku harus kehilangan dia." Ucapnya sambil terus sesenggukan menangis.
Maya keluar dari dalam kamarnya,sementara Safira sedang membawa anaknya jalan-jalan keluar Dimas tidak peduli lagi terhadap Safira dan anak itu.
"Ada apa dengan mu Dimas,apa yang terjadi,kenapa kamu sampai menangis sedih seperti ini?" Maya memeluk Dimas yang butuh kekuatan untuk saat ini,dia menepuk-nepuk pundak putranya dan merasakan kesedihan yang dalam juga saat melihat anaknya begitu menderita.
"Ibu ...Aku belum siap kehilangan Amira,aku tidak mau jika harus bercerai dengannya,aku sangat sedih ma..hu....hu...." Adam terus menangis di pelukan ibunya dia benar-benar merasa tidak mampu kehilangan berlian yang begitu berharga.
"Kenapa Amira ingin menceraikan kamu,apa alasannya,seharusnya kamu tidak bisa menjadi lemah seperti ini sayang..." Ucap Maya.Sebagai seorang ibu tentu saja dia merasa sangat terluka saat melihat anaknya menangis sedih.
"Dia sudah tau Bu,kalau aku sudah menikah dan dia juga sudah dilamar oleh majikannya,dari awal aku sudah curiga dengan majikannya itu,dan ternyata kecurigaan ku itu benar adanya,majikanya jatuh hati kepada Amira,majikanya bukan orang sembarangan Bu,dia seorang konglomerat hebat yang memiliki banyak bisnis." Ucap Dimas,dia melepaskan pelukan ibunya dan kembali merebahkan tubuhnya di atas sopa.
Maya tampak sangat kaget mendengar kabar dari Dimas,dia tidak menyangka menantu yang sering dia hina sekarang berubah nasib.Dia sedikit tidak yakin akan cerita Dimas,rasanya dia ingin memastikan sendiri dan memohon kalau bisa kepada Amira agar kembali kepada Dimas karena dia begitu kasihan dengan hidup Dimas yang semakin berantakan setelah menikah dengan Safira.
"Dimas,bisakah kamu mengantarku,bertemu dengan Amira,aku tidak yakin ada bos yang ingin menikahi Amira,bisa saja itu akal-akalan Amira agar kamu tidak memaksanya untuk kembali bersamamu." Ucap Maya dengan nada tidak percaya.Tapi saya melihat raut kesedihan di wajah Dimas dia menjadi ragu.
__ADS_1
"Sudah lah ma,untuk apa aku menemuinya lagi,melihatnya bersama pria lain membuatku semakin sakit hati,saat ini hatiku sangat terluka Bu,tidak pernah terlintas di pikiranku untuk berpisah darinya,aku menikahi Safira hannya untuk sementara dan Amira tetap menjadi istri prioritas ku." Ucap Dimas dengan wajah kembali sedih.
Maya hannya diam,melihat kesedihan di wajah Dimas hatinya juga sangat sedih.Dan Tampa mereka sadari ternyata Safira mendengar semua obrolan mereka,dia sangat senang karena akhirnya Dimas akan menjadi miliknya seutuhnya.
Safira masuk ke dalam rumah,dia membawa barang-barang belanjaan nya,dengan penuh percaya diri dan angkuh di hadapan mertuanya.
"Mungkin ini semua azab dari Tuhan karena kamu sudah menyakiti istrimu malah Tuhan memberikan istri yang benar-benar jahat.Lihatlah istri mu itu,dia tahu sendiri kalau keuangan suaminya lagi tidak baik malah dia enak-enakan belanja menghabiskan uang." Sindir Maya saat Safira melewatinya.
Safira mengabaikan sindiran mertuanya dia masuk ke dalam kamar setelah itu dia mandi dan memakai baju baru yang baru saja dia beli.
Tidak lupa dia memakai semua aksesoris yang baru di belinya,dia terlihat sangat cantik hari ini,membuat Maya semakin kesal dan emosi.
"Lah...Itukan tanggung jawab Dimas Bu,untuk apa aku menabung,bilang saja ibu iri karena aku beli banyak baju dan sepatu sementara aku tidak membelikan apa pun untuk ibu ya kan Bu." Ucap Safira dan keributan kembali terjadi di rumah itu.
"Sudahlah Bu,lebih baik buatkan aku minuman Bu,kepala benar-benar pusing,tolong jangan tambah beban pikiranku." Ucap Dimas dengan suara memelas.
Maya langung bergegas pergi ke dapur lalu melakukan apa yang diperintahkan Dimas kepadanya,sementara itu Safira hannya berdiri tidak jauh dari hadapannya.
"Mas kamu sakit? apa kamu terlalu memikirkan Amira hingga kamu sakit seperti ini?
__ADS_1
"Pergi dari sini dan jangan ganggu aku,penyesalan terbesarku adalah menikahi mu dan meninggalkan istriku,kamu hannya memberikan kerumitan di dalam hidupku dan kamu sebagai istri tidak bisa mengambil hati ibuku dan juga menghormatinya."Ucap Dimas dengan suara semakin lemah.
"Tapi mas,itu aku lakukana karena ibu juga tidak pernah menghargai aku,dia terlalu keras mas dan ingin menang sendiri siapa yang mau mas,wanita mana yang mau bertahan dengan mertua seperti itu,bahkan Amira saja dulu pergi itu karena ibu terlalu keras kepadanya,jangan hannya menyalahkan istri mas,sesekali lihat dirimu,apa sebagai pria kamu sudah bisa bersikap baik terhadap istrimu?"
"Diam kamu Safira jangan mempengaruhi otak anakku,jika kamu tidak suka kamu bisa pergi masih banyak kok wanita yang mau sama anakku,kalau pria menikah lima kali juga tidak papa,beda sama perempuan,apa lagi perempuannya kayak kamu." Ucap Maya,saat dia sudah meletakkan minuman di hadapan Dimas.
Dimas menghela napas panjang,dia mengambil teh yang ada di depannya lalu dia pergi ke kamar meninggalkan ibu dan istrinya yang membuat kepalanya semakin pusing.
"Dasar ular betina,kamu sengaja ingin menghasut anakku,aku pastikan kamu tidak akan pernah hidup nyaman bersama anakku." Ucap Maya dia pergi meninggalkan Safira.
Dimas menghabiskan teh yang ada di depannya hannya sekali teguk,pikirannya yang semakin frustasi apalagi saat ibu dan istrinya tidak pernah sekali pun akur,Dimas hampir gila memikirkan itu,sesuatu yang tidak pernah terjadi saat Dimas masih bersama Amira.
Sementara itu,Jane menemui papanya di sebuah restoran,mereka bertemu secara diam-diam,itu karena Jane merasa kesulitan untuk mendapatkan hati Adam kembali.
"Bagaimana,apa sudah ada perkembangan selama kamu disana,bisa kah Adam menerima kehadiran Aaron?" Tanya Irawan tidak sabar.
"Sangat sulit pa,Adam dalam waktu dekat ini akan menikah dengan wanita lain,aku kesulitan menyelesaikan ini." Ucap Jane.Sudah lama Jane menjadi boneka papanya tapi dia tidak menyadari itu,papanya memanfaatkan dirinya sama seperti dulu dia membawa kabur semua uang Adam.
πππBersambung πππ
__ADS_1