Di Khianati Suami Kere Di Nikahi Konglomerat

Di Khianati Suami Kere Di Nikahi Konglomerat
Bab 56 ~ Hancur ~


__ADS_3

Jane tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan dari bibir papanya,dia merasa papanya benar-benar tidak sadar dengan apa yang barusan dia ucapkan.


"Papa....Apa kamu belum puas melihat kehancuran ku ini,apa papa ingin aku masuk penjara, memangnya aku ini siapa yang bisa bebas melakukan apa pun lagi di rumah itu."Ucap Jane dengan nada mulai meninggi karena kesal papanya yang semakin keterlaluan.


"Sudahlah kamu tidak usah drama,lakukan apa yang aku suruh."


"Maafkan aku papa,kali ini aku tidak bisa melakukan apa yang papa suruh,kalau aku kesana dan melakukan apa yang papa suruh sama saja,aku ingin masuk penjara."


"Banyak ngomong kamu,dasar anak tidak tau malu." Irawan memukul kepadaku Jane dengan gelas minumnya hingga Jane kaget dan kesakitan lalu dia pingsan.


"Sial banget punya anak tidak tau diri,apa gunanya punya anak kalau tidak bisa membantu ku." Ucap Irawan membiarkan Jane tergeletak di lantai.


Keesokan paginya Irawan terbangun saat mendengar bel pintu berbunyi berulang-ulang,rumahnya yang besar dan mewah sudah mulai tidak terurus saat semua pelayan yang ada di rumah sudah dipecatnya satu bulan yang lalu.


"Siapa sih pagi-pagi sudah berisik saja." Sungut Irawan,dia menatap lantai yang sudah kosong sepertinya Jane kembali ke kamarnya setelah merasa sakit yang luar biasa di kepalanya.


Irawan berjalan menuju pintu,saat dia membuka pintu dia sangat kaget saat melihat beberapa orang bank yang berbeda mendatangi rumahnya dan juga seorang pria yang meminjamkan uang kepadanya jaminan perusahaanya.

__ADS_1


"Apa yang kalian lakukan pagi-pagi dirumah ku,kalau masalah hutang aku akan membayar kalau uang ku sudah cukup." Ucap Irawan dia bersiap ingin menutup pintu tiba-tiba Tomi memaksa dia untuk tidak menutup pintu rumahnya.


"Sepertinya kamu pecundang,kalau kamu punya hutang silahkan bayar jangan permainkan semua orang." kebetulan Irawan tidak kenal dengan Tomi karena dulu Irawan tidak pernah sama sekali berkunjung ke perusahan Adam.


Pada saat itu lima orang pria bertubuh besar masuk ke dalam rumah,lalu mendekati Irawan dan memegangi kedua tangannya,semua kreditur yang sudah memberikan pinjaman kepada irawan berkumpul disana,mereka berharap uang yang mereka pinjamkan kepada Irawan masih bisa kembali.


"Tuan irawan yang terhormat,bawa kemari surat-surat perusahaan mu,rumah ini dan seluruh harta mu,aku akan membayar semua itu,agar kamu bisa membayar hutang mu kepada mereka semua,kalau kamu menolak dengan terpaksa aku akan membuang mu dari negara ini ke negara yang tidak akan pernah kamu bayangkan."Ancam Tomi.


"Tidak,aku tidak akan memberikan semua ini,jika Adam sudah kemabli kepada anakku aku pasti akan membayar semua hutang-hutangku_


"Brakk...Kamu masih berharap tuan Adam mau menerima putri mu itu,jangan mimpi bapak tua sekarang ambil semuanya atau aku benar-benar marah." Ucap Tomi.Dia memukul meja dengan kasar hingga Irawan ketakutan yang luar biasa.


"Ayo kita ambil atau aku menyeret mu dari ruangan ini,..." bentak pria itu,tubuh irawan gemetaran bahkan dia hampir kencing celana,tiga pria itu menarinya dari ruangan itu dan membawanya menuju lantai dua.


"Kamu menyimpannya di kamar kamu,ayo kita ambil kalau kamu sulit diajak kerja sama aku akan menusuk mu dengan pisau ini," Seorang pria menunjukkan pisau yang dia ambil dari tubuhnya dan mengancam Irawan hingga pria itu ketakutan dan mulai melangkahkan kaki menaiki anak tangga.


Setelah menunggu sekian lama,Irawan dan semua pria yang mengikutinya langsung menuruni anak tangga dan kembali duduk di atas sopa.

__ADS_1


Tomi memeriksa semua harta Irawan,setelan itu dia mengambil cek dari dalam tasnya dan menuliskan uang untuk semua hartanya termasuk dua mobil yang masih tersimpan.


"Pergilah ke bank dan cairkan uang ini,bayar semua hutangmu dan sisanya pakai untuk membeli rumah kecil kalau tidak cukup kamu bisa mengontrak."


"Diam kamu bajingan pengusaha dari mana kamu?" Tanya Irawan penataan.


"Aku bukan pengusaha bapak tua tapi aku hannya seorang asisten ya itu asisten tuanku Adam Sanjaya.


"Apa kamu bilang,Adam Sanjaya jadi semua ini milik Sanjaya,baguslah itu artinya dia masih peduli dengan kami_


"Peduli,dia begitu membenci mu hingga membeli semua hartamu dia ingin melihat mu miskin dan tidak punya apa pun sekarang kamu pergi ke bank dan cairkan uang ini setelah itu mungkin rumah mu sudah tutup." Ucap Tomi dengan nada kecil tapi cukup menekan.


Irawan keluar dari rumahnya dengan berat hati,semua harta peninggalan istrinya habis begitu saja tidak tersisa apa pun.


Mendengar keributan di rumahnya Jane terbangun dia menuruni ranjang dengan kepalanya yang sangat pusing.Jane sangat kaget saat melihat Tomi duduk santai di sopa,dia takut kalau Tomi datang untuk membawanya dan mengurungnya di penjara.


"Apa yang kamu lakukan disini,keluar kamu,aku tidak menerima tamu di rumah ini." Tomi beranjak dari tempat duduknya lalu menatap Jane dengan tatapan sinis.

__ADS_1


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2