Di Khianati Suami Kere Di Nikahi Konglomerat

Di Khianati Suami Kere Di Nikahi Konglomerat
Bab 43 ~ Aku tidak tau dia anak siapa ~


__ADS_3

Jane menghela napas berat,beberapa tahun tidak pernah mengunjungi rumahnya sekarang semua bentuk rumah sudah berubah bahkan sudah banyak yang berubah.


"Rumah ini semakin mewah,tidak salah memang aku memilih Adam sebagai suami ku dulu,setelah aku merampas semua hartanya, aku kira dia akan hidup miskin nyatanya tidak sama sekali dia semakin jaya dan sukses,bahkan dia sama sekali tidak menikah." Ucap Jane dalam hati.


Jane berjalan ke gudang,dia berharap masih ada Poto pernikahannya yang disimpan disana,dia membongkar seluruh isi gudang nyatanya dia tidak menemukan apa pun.


"Sepertinya mas Adam membuang semua Poto pernikahan kami,sepertinya sikap pemarahnya belum berubah sampai hari." Ucapnya.Dia keluar dari gudang lalu berjalan menuju dapur,dari sekian pelayan yang melihatnya tidak ada satu pun yang menyapanya membuatnya merasa kesal.


"Bibi...Kalian tidak melihat aku disini,sebagai seorang pelayan,seharunya kalian melayani aku dan menyapa ku dengan sopan,kenapa kalian malah mengabaikan aku!!" Jane terlihat marah tapi itu tidak membuat para pelayan untuk takut dengannya.


"Mama....Mama... kamu dimana mama....???" Aaron keluar dari kamarnya sambil menangis mencari mamanya,Adam yang mendengar keributan di lantai bawah langsung bangun lalu melihat kejadian dibawah dari lantai atas.


Adam sangat marah saat jane bersikap seolah-olah tetap menjadi nyonya di rumahnya,dia mulai menuruni anak tangga dan menghampiri mereka ke bawah.


"Kapan kalian akan meningagakan rumah ini? apa perlu aku memanggil pihak yang berwajib untuk mengusir kalian." Aaron dan Jane langsung menoleh ke asal suara itu,Jane mendorong Aaron secara lembut,dan memberi syarat untuk mendekati papanya.


"Papa.....Aku sangat merindukan kamu?" Aaron berlari menghampiri Adam lalu memeluknya dengan erat.Adam tidak memberikan kesempatan kepada Aaron untuk memeluk dirinya,dia langsung melepaskan pelukan Aaron dan mendorongnya ke arah Jane.


"Jangan sembarang menyentuh orang lain." Ucap Adam.Aaron langsung menangis histeris dan lalu dia berlari memeluk tubuh ibunya dia sangat sedih saat tidak ada penyambutan dari papanya yang sudah lama dia inginkan.

__ADS_1


"Papa....Jahat....Aku benci papa...Aku benci."


"Kamu keterlaluan ya mas,Aaron itu anak mu mas,dia darah daging mu,kalau kamu benci kepada ku setidaknya kamu jangan benci anak kamu sendiri."


"Diam...Pergi kamu dari rumah ini wanita yang tidak punya harga diri,berani sekali kamu datang kerumah ini setelah apa yang kamu lakukan kepadaku." Ucap Adam dengan penuh amarah.


Dia benar-benar sangat marah,wajah Jane yang tidak menunjukkan rasa bersalah semakin membuatnya benci dan muak.


"Mas....Aku tau aku salah tolong ampuni aku,ini demi anak kita mas,Aaron sudah besar dia sudah tau mencari papanya mas."


"Diam...Jangan kamu topeng kan anakmu,siapa yang tau dia anak siapa,bawa dia dari rumah ini dan kalian pergi dari rumah ini." Ucap Adam.Dia sangat emosi terlihat sekali dari dadanya yang menahan amarah.


Sementara itu Amira yang sedang di atas sedang menonton semua keributan antara Jane dan Adam,Amira tidak tau harus bersikap seperti apa saat ini.


Adam menarik napas berat,lalu dia kembali menaiki anak tangga,tiba-tiba pandangannya tertuju kepada Amira yang berada di lantai atas.


"Amira tunggu aku...." Adam berlari menaiki anak tangga lalu mengejar Amira yang berlari menuju balkon,Amira menangis atas kejadian tadi malam dimana Adam memperkosanya dengan sadis.


"Maafkan aku Amira,aku memang binatang kamu pantas menghina dan membenci ku,sekali lagi maafkan aku,bukan niat ku melakukan itu tapi sebagai pria normal aku sudah lama menginginkan kehangatan dari seorang perempuan." Ucap Adam.Dia menggenggam erat tangan Amira lalu menciumnya dengan lembut.

__ADS_1


"Amira aku akan menikahi mu setelah kami resmi bercerai dengan suami mu,aku akan menjadikan kamu istri." Ucap Adam kemabli.


"Mas...Apa kamu sedang mengigau,kamu sudah punya anak dan kamu juga ada istri,bagaimana bisa kamu berjanji menikahi aku,mas...Aku memang membutuhkan sosok suami yang bertanggung jawab tapi aku tidak mau menjadi orang ketiga di rumah tangga orang lain."Ucap Amira,dia melepaskan tangan Adam yang memegangi tangannya.


"Amira...Jane sudah meninggalkan aku beberapa tahun yang lalu bahkan dia membawa semua harta ku,uang ku empat puluh miliar,aku hampir gila saat dia melakukan itu kepada ku,kamu tau betapa hancurnya aku waktu itu,berapa tahun aku menderita hannya karena dia menderita hati dan fisik serta otakku,tolong Amira,jangan persulit aku untuk mendapatkan cinta mu." Ucap Adam dengan nada rendah.


Amira sangat tersentuh mendengar ucapan Adam,dia tidak menyangka dirinya menjadi wanita yang istimewa di hadapan pria lain dan menjadi sampah di mata suaminya sendiri.Andaikan dia tidak menjaga harga dirinya ingin sekali dia menangis di pelukan Adam mengingat semua penderitaan yang di alaminya selama ini di saat dia masih istri sah dari suaminya Dimas.


"Amira....Aku mohon kepada mu,jangan pernah tersentuh apa pun kata Jane,kamu bisa bertanya kepada asistenku Tomi bagaimana hancurnya aku saat Jane meninggalkan aku dengan membawa semua hartaku.Aku tidak pernah menyangka Jane dan orang tuanya kerja sama untuk mengambil semua hartaku,dan aku juga tidak tau kalau Jane hamil di saat dia pergi meninggalkan aku.Amira berjanjilah kamu harus menjadi milikku,jangan pernah berharap kamu bisa meninggalkan aku." Ucap Dimas kemabli setelah itu dia memeluk Amira dengan erat.


"Mas...Berikan aku waktu untuk memikirkan semuanya,aku belum siap dan aku sangat kaget mendengar pengakuan mu." Ucap Amira lalu dia pergi meninggalkan Adam di balkon sementara dia menuruni anak tangga dan membantu para pelayan untuk mengurusi semua pekerjaan rumah.


"Amira...Kamu bersiap-siap kita akan pergi ke mall untuk membeli semua kebutuhan kamu,kamu akan menjadi nyonya di rumah ini tua artinya menjadi seorang nyonya kamu harus menyesuaikan gaya denganku." Ucap Adam saat Amira sudah mulia menuruni anak tangga.


Amira mengangguk,hari ini dia merasa semuanya seperti mimpi bagaimana bisa, seorang wanita kampung yang selalu di rendahkan mertua karena tidak punya pekerjaan, sekarang malah di lamar seorang pria hebat bahkan sangat hebat.Amira mencubit tangannya memastikan kalau dia tidak bermimpi.


"Auhh...Aku tidak bermimpi,apa semua ini hadiah dari Tuhan setelah aku sabar melewati ujian yang begitu berat,sebenarnya aku takut dengan tuan Adam,wajahnya sangat dingin dan sikapnya cenderung cuek bagaimana kalau sudah menjadi istrinya pasti dia akan sangat galak." Ucapnya dalam hati.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’— πŸ’—

__ADS_1


__ADS_2