
Jane menunggu pelayan di luar,dia memang wanita yang cukup tidak tau malu,setelah semua perbuatannya dulu terhadap Adam,dia mengira Adam akan kembali membuka hati untuknya,dia datang begitu bangga membawa putra mereka Aaron.
"Ma..Lama sekali mereka membuka pintu untuk kita,bukan kah rumah ini milik papa,kenapa papa tidak membuka pintu untukku,aku ingin tau apakah papaku memiliki wajah tampan sepertiku?" Ucap Aaron.Dia masih terlalu kecil untuk mengetahui semua masalah tentang orang tuanya,Jane datang dengan penuh percaya diri,karena dia sangat yakin Adam akan menerimanya karena dia memiliki anak darinya.
"Tunggu sayang,papa juga pasti merindukan kamu." Ucap Jane lalu mengelus rambut putranya .Lama sekali pelayan membuka pintu Jane kembali menekan bel berkali-kali hingga seorang pelayan kembali membuka pintu untuk mereka.
"Maafkan aku tuan tidak mengijinkan anda masuk,sebaiknya anda datang di saat hati tuan Adam sedang baik-baik saja."
"Katakan kepada dia,aku akan terus menunggunya di depan pintu,katakan kembali putranya ingin bertemu dengannya." Ucap Jane penuh percaya diri,dia mengira dengan demikian Adam akan membuka pintu untuknya.
pelayan kembali menutup pintu,wajahnya mulai kesal melihat Jane yang terlalu memaksakan kehendaknya.
"Aaarngg...Buat kesal saja,bagaimana bisa dia terlalu keras kepala,bukan kah tuan Adam sudah menceraikan dirinya,dia terlalu percaya diri untuk kembali ke tuan Adam,sepertinya dia wanita yang tidak tau malu." Sungutnya.Dia kemabli ke belakang dan membiarkan Jane dan putranya di luar,dia tidak berani menemui Adam apalagi sampai memberitahu semua pesan Jane.
"Enak saja dia,untuk apa aku menyampaikan pesan-pesan wanita itu,aku tidak mau melihat tuan Adam marah-marah lagi.Aku sangat bersyukur setidaknya setelan Amira tinggal di rumah ini,suasana hati tuan adam sangat berubah dia semakin baik dan jarang marah-marah seperti dulu." Ucapnya dalam hati.
"Apa wanita itu masih di luar ya kak?"
"Hmm masih katanya dia akan menunggu sampai tuan Adam keluar." Jawab pelayan.Amira hannya diam lalu dia pergi dari dapur lalu menaiki anak tangga menuju kamar Adam.
Amira mengetuk pintu beberapa kali,dia tidak mendengar suara apa pun,mengira Adam sedang tidur Amira beranjak dari sana,dia tidak enak jika ada yang melihatnya berdiri di depan pintu kamar majikannya.
__ADS_1
"Kamu mau kemana setelah menganggu istirahatku?" Tiba-tiba Adam sudah membuka pintu lalu menarik tangannya hingga mereka terjatuh ke atas ranjang dengan posisi Amira di atas.
"Tuan....Maafkan aku,Aku tidak sengaja tuan aku minta maaf." Ucap Amira dia segera bangkit lalu berdiri jauh dari Adam.Sebenarnya dia tau kalau Adam melakukannya tapi entah kenapa dia begitu sungkan dengan majikannya mungkin karena dia pria yang sangat berwibawa.
"Kenapa kamu harus meminta maaf untuk kesalahan yang tidak kamu lakukan,Amira..." Adam mendekatinya..Semakin dekat hingga Amira takut lalu dia mundur ke belakang.Adam terus mendekatinya hingga akhirnya Amira,tidak bisa lagi bergerak karena dia sudah terjebak dinding.
"Amira....Aku harus mengatakan ini dengan jujur,aku...." Tiba-tiba Adam meraih wajah Amira lalu mencium bibir Amira dengan brutal.
Amira sangat ketakutan dia berusaha keras untuk melawan Adam,tapi apalah dayanya dia tidak mampu melawan tubuh Adam yang begitu besar bahkan saat dia ingin berteriak Adam menutup mulut Amira dengan kasar dan berbisik di telinga Amira.
"Percuma kamu berteriak,ruangan ini kedap suara,sekeras apa pun kamu berteriak tidak akan ada orang yang mendengar kan suara mu."Ucap Adam dengan lembut.
Amira sangat ketakutan dia berusaha sangat keras untuk melawan Adam tapi dia tidak mampu,malam ini Adam benar-benar memerkosanya hingga kejadian berulang beberapa kali.
"Amira maafkan aku,aku akan melakukan apa pun untukmu,bahkan jika kamu mau aku akan memberikan menikahi mu kapan pun kamu mau." Ucap Adam dia berdiri di hadapan Amira lalu mencium kening Amira dengan sangat lembut dan perhatian.
"Aku sudah jatuh cinta kepadamu dari pertama bertemu dengan mu,bahkan aku sudah lama tau kalau suami mu selingkuh dengan wanita lain."Ucapnya.Amira mendorong tubuh Adam lalu dia kembali menutup tubuhnya dengan selimut dan tidur di ranjang Adam.
Adam membiarkan Amira menenangkan pikirannya,dia maklum atas sikap Amira yang kasar karena dia sudah memaksa Amira untuk melayani nafsunya malam ini.
Adam sangat bahagia malam ini,semua beban yang ada dipikirannya seakan hilang bersama penyatuannya malam ini dengan Amira.Setelah beberapa tahun dirinya seakan mati suri kini dia kembali merasakan madu cinta dari gadis desa yang begitu polos dan baik.
__ADS_1
Saat menuruni anak tangga,Adam cukup kaget saat melihat penjaga rumah berdiri di depan pintu mereka tampak mengantuk wajar saja karena saat ini sudah tengah malam.
"Apa yang mereka lakukan disana?" Ucapnya lalu dia menghampiri kedua security itu.
"Apa yang kalian lakukan malam-malam disini? kalian sudah bisa istrahat,kenapa masih disini?"
"Maaf tuan nyonya dan tuan muda kecil masih di luar dan mereka belum mau pergi?"
"Apa ...Dasar sinting,suruh mereka istirahat di rumah,besok pagi-pagi kalian harus segera mengusirnya." Ucap Adam lalu pergi dan meninggalkan tempat itu.
"Antar langsung ke dalam kamar dan jangan biarkan dia mengelilingi rumahku,aku tidak ingin ada hama di rumah ini." Ucapnya sebelum dia pergi menjauh.
Kedua penjaga rumah menghela napas lega karena tidak jadi lembur malam ini menemani mantan nyonya besar di rumah itu.
Adam pergi ke dapur lalu dia membuka kulkas dan mengambil minuman dingin dan meneguknya sampai habis,malam ini dia benar-benar bahagia karena tidak lama lagi Amira akan menjadi miliknya seutuhnya.
"Walaupun aku melakukannya dengan cara yang salah setidaknya aku sangat bahagia,aku berharap Amira dan suaminya segera bercerai aku sudah tidak sabar menjadikannya istri."Ucapnya dalam hati.
Pada saat dia akan kembali ke kamarnya dia melihat wanita yang begitu di bencinya masuk ke dalam kamarnya,rasanya tidak ikhlas membiarkan wanita itu kembali menginjakkan kaki di rumahnya.
Setelah rasa hausnya hilang dia kembali ke dalam kamarnya menghampiri Amira yang sudah tidur dengan nyenyak.Adam memeluk Amira dengan erat lalu dia mencium keningnya dia berdoa dalam hati semoga Amira menerima dirinya dengan ikhlas.
__ADS_1
Keesokan harinya,Jane keluar dari dalam kamarnya,dia berjalan mengelilingi seluruh rumah,setelan puas dia duduk di ruang tamu dia menatap semua dinding dia sedikit sedih karena tidak melihat satu pun poto nya di ruang tamu.
πππbersambung πππ