
Tomi tersenyum mendengar ucapan Jane,dia antara emosi dan juga kesal,bagaimana bisa di dunia ada wanita yang benar-benar tidak tau malu sama sekali.
"Aku rasa anda perlu minum obat,atau memang anda lupa minum obat,anda memang wanita yang tidak punya harga diri sedikit pun,anda begitu percaya diri datang kembali setelah apa anda lakukan di masa lalu."Ucap Tomi dengan tatapan yang sangat menakutkan.
"Untuk apa aku malu mempertahankan hak anakku,apa yang terjadi Aaron adalah darah dagingnya,jadi dia berhak untuk mendapat semua pasilitas di rumah ini termasuk suatu saat pendidikan yang tinggi serta warisan dari Adam papanya." Ucap Jane.
Melihat Jane yang begitu keras kepala Tomi segera masuk ke dalam kamar setelah mengetuk pintu terlebih dahulu dia menemui Adam atas perintah Adam kepdanya.
Tidak lupa Tomi mengirim pesan kepada penjaga pintu,untuk mengusir Jane dari depan kamar Adam karena dia tidak ingn Jane mengusik kehidupan Adam lagi.
Amira masih berdiri disana, dia tidak peduli apa pun yang dikatakan Jane terhadapnya intinya dia tidak terpengaruh dengan kata-kata Jane.
"Tolong nona silahkan keluar dari sini,sampaikan semua masalahmu kepada tuan Adam, di saat hatinya sudah membaik." Ucap Pria itu.Jane dengan tatapan sinis keluar dari sana,dia merasa Amira yang sudah merebut Adam darinya tanpa dia tau masalah apa yang terjadi kepada Adam setelah semua penghianatan nya.
Sementara itu Dimas baru saja sampai di depan pintu rumah majikan Amira,kali ini jantungnya berdebar hebat,saat kakinya menginjakan kakinya di rumah mewah itu.
"Selamat siang ada yang bisa kami bantu?" Seorang penjaga rumah menghampiri Dimas yang terlihat bingung di depan pagar.
"Aku ingin bertemu dengan pelayan rumah ini yang bernama Amira?" Ucap Dimas dengan gugup.
"Amira...?" Penjaga itu sedikit bingung lalu dia mengulangi kata-katanya.
__ADS_1
"Iya Amira,dia istri saya,tolong panggil dia dan katakan aku ingin bertemu dengannya." Ucap Dimas.Penjaga itu pergi menjauh sedikit dari Dimas lalu dia mengambil ponselnya dan menghungi nomor majikannya.
Adam bergegas keluar dari kamarnya,lalu menuruni anak tangga bersama Tomi sang asisten,sebelumya dia menyuruh Tomi mendatanginya untuk mencari mantan suami Amira dan memberikan gugatan cerai dari Amira,ternyata begitu mudah baginya menyelesaikan masalah itu karena Dimas sendiri datang ke rumahnya.
Dimas dibawa penjaga masuk ke dalam rumah lalu,dia duduk di atas sopa yang sangat mewah dan matanya juga mengelilingi rumah mewah itu dia merindukan Amira.
Pada saat itu Amira juga keluar dari kamarnya,dia sangat kaget melihat keberadaan Dimas rumah itu,dia menghampirinya.
"Apa yang kamu lakukan di rumah ini,sejak kapan kamu datang dan keluar dari rumah ini sesuka hatimu." Ucap Amira dengan nada menekan.Dimas berdiri lalu membalikkan tubuhnya dia cukup kaget melihat Amira yang sudah sangat jauh berbeda.
"Amira....."Dimas beranjak dari tempat duduknya lalu menghampiri Amira dan memeluknya dengan erat tapi pada saat itu Amira lansung melepaskan pelukan Dimas dari tubuhnya dan mendorongnya dengan kasar.Adam yang melihat kejadian itu menghentikan langkahnya di atas tangga dia memberikan waktu untuk Dimas dan Amira menyelesaikan hubungan mereka.
"Amira...Apa yang terjadi,kenapa kamu bisa secantik ini sekarang,dan kenapa kamu tidak pernah mengangkat panggilan ku,kamu kan tau aku sudah tinggal di Jakarta bersama ibu,Amira aku mohon ayo kita pulang dan kita tinggal bersama lagi,kita mulai hubungan kita ini dari nol lagi,Amira aku mohon maafkan semua kesalahan ku dimasa lalu."
Adam yang menyaksikan itu langsung turun dari tangga,lalu dia membanting sebuah map di atas meja dengan kasar.Dimas yang melihat itu semakin grogi dia tidak tau apa yang terjadi dengan Amira hingga bisa berubah begitu cantik dan elegan,jauh sekali bedanya saat mereka bertemu terakhir kalinya beberapa bulan yang lalu.
"Apa yang kamu lakukan di rumah orang,untuk apa kamu kemari,kamu datang untuk menjemput Amira,kenapa kamu harus menjemputnya,apa kamu dan istrimu yang sekarang sudah pisah?" Semua pertanyaan Adam membuat Dimas ketakutan dan juga gugup.
"Apa maksud anda,Amira istri saya,apa pun yang terjadi tidak ada urusannya dengan kamu_
"Mulai hari ini semua tentang Amira adalah urusan saya,karena Amira adalah calon istri saya,ini berkas surat cerai silahkan tanda tangani." Ucap Adam dengan nada menekan dia duduk atas sopa,dia mengangkat kakinya satu di antara kaki yang satunya dia terlihat begitu angkuh dan sombong.
__ADS_1
Dimas merasa dunianya berhenti berputar,dia tidak percaya kalau sekarang Amira sudah dilamar pria hebat,rasanya dia ingin pingsan saat ini juga.
"Tidak Amira,aku tidak akan membiarkan kamu menikah dengan dia,sekarang kita pulang,kamu jangan menjadi wanita matre kamu bukan wanita seperti itu,kamu menerima semua kekurangan ku selama ini!!"
"Bug..."Adam memukul meja dengan sangat kasar kamu dia berdiri dan menatap Dimas dengan tatapan membunuh membuat Dimas benar-benar takut.
"Kamu tanda tangan sekarang atau aku membawa kamu ke jalur hukum,dari segi mana pun kamu sudah salah,kamu menikah diam-diam dengan wanita lain di saat istrimu mencari nafkah dan kamu sudah memanfaatkan Amira swlama ini,apa kamu pantas masih disebut pria atau suami cepat..." Dimas meraih pensil yang ada di atas meja lalu dia ingin langsung tanda tangan tapi saat itu dia kembali meletakkan pensil dan segera meninggalkan ruangan itu.
"Amira aku tidak akan mengijinkan kamu menikah dengan pria mana pun,kamu istriku dan tidak bisa menjadi milik orang lain." Ucapnya setelah itu dia segera pergi dari tempat itu.
Jane menonton semua kejadian itu, dia tersenyum kecil sambil mendengus,rasanya dia semakin percaya diri untuk mendapatkan suaminya kembali.
"Ternyata dia hannya wanita rendahan,apa wanita seperti itu ingin bersaing dengan ku,kamu terlalu naif wanita miskin,aku bukan orang baru yang kenal dengan dunia percintaan." Ucapnya lalu dia kembali ke dalam kamar.
Jane mengambil ponselnya,lalu dia menghubungi seseorang dan mengajaknya bertemu.
"Aku tidak akan membiarkan wanita itu menggantikan posisi ku,aku tidak mau kehilangan Adam untuk kedua kalinya." Ucapnya dalam hati.
"Aaron,mama keluar dulu,aku ingin ketemu kakek kamu disini jaganya bandel ya,tidak boleh keluar sembarangan." Ucap Jane sambil mencium kening putranya.
"Iya mam,mama cepat pulang ya." Jawab Aaron.
__ADS_1
πππbersambung πππ