Di Khianati Suami Kere Di Nikahi Konglomerat

Di Khianati Suami Kere Di Nikahi Konglomerat
Bab 41 ~ Pertemuan ~


__ADS_3

Irawan memaksa untuk bertemu dengan Adam,dia sudah menunggu lebih dari tiga jam hannya untuk bisa bertemu dengan Adam mantan menantunya.


"Mungkin dia balas dendam untukku,aku terpaksa merendahkan harga diriku demi perusahaan ku yang hampir bangkrut ini.Kapan Jane kembali ke Indonesia,seharunya dia sudah kembali dari dua hari yang lalu."Ucapnya dalam hati.


Adam keluar dari lift menuju lantai bawah,hari ini dia ingin bertemu dengan klien yang baru saja mendarat darat di Indonesia.


Tomi mengikuti Adam dari belakang, saat mereka sampai diluar Adam dan Tomi sangat kaget saat Irawan berlari menghampirinya.


"Adam...kamu masih marah sama papa,aku sudah berulang kali minta maaf kepada ku kenapa kamu begitu sulit memaafkan papa,Adam hari ini Jane akan tiba di Indonesia,apa kamu tidak ingin bertemu anak kamu!!" Ucap Irawan.Adam menghentikan langkahnya lalu membalikan tubuhnya dan menatap sinis mantan mertuanya.


Dia benar-benar muak melihat keluarga mantan istrinya yang cenderung tidak memiliki harga diri sedikit pun.


"Jangan menguji kesabaran ku,aku tidak punya anak dan juga tidak punya istri,jadi jangan mengusik kesabaran ku dan kehidupan ku lagi,jangan pernah muncul di halaman perusahan ku lagi." Ucap Adam dengan nada menekan,dia benar-benar kesal melihat orang tua yang tidak punya harga diri itu.


"Seribu kali pun kamu menolak Aaron,dia tetaplah darah daging mu,anak yang dilahirkan Jane." Ucap Irawan sebelum Adam dan Tomi meninggalkan tempat itu.


"Kamu selidiki apa yang terjadi kepada keluarga Irawan hingga dia mendekati aku lagi, apa dia pikir aku akan menerima perempuan laknat itu setelah apa yang sudah dia lakukan lima tahun yang lalu?" Ucap Adam dengan wajah penuh kemarahan.


Dia merasa dirinya dipermainkan oleh keluarga mantan istrinya dia merasa mereka terlalu meremehkan dirinya mungkin karena dulu dia begitu mencintai Jane dan melakukan apa pun yang dikatakan oleh Jane.


"Maaf tuan sebelumnya,beberapa hari yang lalu aku sudah mencari tau tujuan Irawan menemui anda,ternyata sekarang mereka sedang dililit banyak hutang,perusahanya hampir bangkrut dan kehidupan nona Jane sangat memprihatinkan di amerika mungkin dia ingin kembali kepada tuan." Ucap Tomi.


Adam merasa darahnya sangat mendidih mungkin kalau Jane ada di hadapannya mungkin dia akan memakinya sampai puas karena sudah meremehkan dirinya.

__ADS_1


"Dasar keluarga sampah,apa mereka mengira kalau aku pria gampangan yang melakukan apa saja demi wanita,aku bukan adam yang dulu yang terlalu bodoh mencintainya sepenuh hati,lakukan segala cara untuk benar-benar menghancurkan perusahan keluarga itu,dan beli perusahaan itu atas nama Amira." Ucap Adam,dia menatap pohon-pohon yang mereka lewati.


"Amira tuan?"Tomi mengulangi pertanyaannya, dia merasa sedikit aneh karena sebelumnya Adam belum pernah menceritakan tentang Amira kepadanya.


"Iya Amira...Ada yang salah?"


"Tidak tuan,aku hanya merasa aneh tuan,bukan kah Amira itu pelayan di rumah tuan,apa tuan memiliki hubungan khusus dengan wanita itu,tuan harus lebih berhati-hati dalam memutuskan sesuatu,aku takut kejadian serupa menimpa tuan." Ucap Tomi,menasehati pria yang sudah lama dia dampingi dalam suka dan duka.


Adam hannya bisa diam saat Tomi menasehatinya,dia bisa maklum atas ke khawatiran asistennya itu,karena dialah orang yang menjadi saksi atas hancurnya hidupnya saat jane memilih pergi beberapa tahun yang lalu dan saat itu Adam tidak tau sama sekali kalau Jane sedang mengandung anaknya.


Adam dan Tomi tidak tau ternyata Irawan mengikuti mobil mereka dari belakang,orang tua itu cukup gigih untuk mendapatkan apa yang dia inginkan,tidak peduli harga dirinya yang begitu mahal selama ini.


"Adam dengarkan papa kali ini saja!!" Adam sangat kaget saat dia keluar dari mobilnya ternyata Irawan sudah menunggunya diluar dan mengungkapkan kata-katanya.


Tomi menghampiri mereka lalu menghadang Tomi untuk tidak mendekat dengan Adam,dia juga merasa risih dengan sikap Irawan yang selalu datang tiba-tiba.


"Baiklah adam aku akan pergi,bisakah kamu bersikap lebih baik kepada ku,biar bagaimana pun aku ini kakek dari anak kamu Aaron." Ucap Irawan tidak tau malu dan itu membuat Adam mendesis kesal.


Adam dan asistennya masuk ke dalam restoran dan membahas kerja sama yang akan mereka lakukan.Setelah menghabiskan waktu hampir satu jam Adam di antar oleh asistennya kembali ke rumah.


Sementara itu Jane dan Aaron putranya,masuk ke dalam taksi,taksi membawa mereka ke rumah mewah milik Adam suaminya.


"Mam..Ini rumah siapa,mewah sekali pasti rumah ini sangat mahal,kenapa kita tidak tinggal disini saja dari dulu." Ucap Aaron,dia anak yang cukup pintar,walaupun umurnya masih lima tahun dia sudah sangat pintar bahkan dia sudah menguasai tiga bahasa.

__ADS_1


"Hmm...Sayang maafkan mama karena baru bisa membawa mu ke rumah ini,ini rumah kita rumah papa mu,kamu harus bisa mengambil hati papa mu,mungkin dia akan sulit menerima kita nantinya." Ucap Jane sambil mengelus rambut putranya.


Jane terpaksa kembali ke Indonesia,dia dengan wajah tebal menemui Adam mantan suaminya sudah dia tinggalkan beberapa tahun yang lalu.


Jane dengan terpaksa kembali karena sudah tidak sanggup memenuhi kebutuhan putranya dan tidak bisa lagi hidup bermewah-mewah setelah semua uangnya habis selama ini.


Lama sekali Jane dan Aaron berdiri di depan pagar yang menjulang tinggi,ada rasa takut di hatinya setelah sekian tahun meninggalkan suaminya.


Jane menekan bel,beberapa kali hingga seorang pelayan membuka pintu untuknya,pelayan yang tidak mengenalinya mencegatnya untuk masuk saat dia ingin menerobos ingin masuk.


"Maaf anda siapa ya,tuan Adam akan marah jika ada orang lain yang sembarang masuk kedalam rumah." Ucap pelayan,dia tidak mengijinkan Aaron dan Jane masuk ke dalam.


Jane membuka kaca mata hitamnya lalu dia menatap pelayan dengan sinis,dia kesal karena pelayan menghalanginya masuk.


"Dimana Adam,suruh dia datang menemui ku,maka kamu akan tau aku ini siapa!!" Ucap Jane dengan wajah marah dan nada sombong.


Pelayan langsung menutup pintu dan menemui Adam yang sedang istrahat di ruang tamu,


"Tuan...Seorang wanita dan anak laki-laki ingin bertemu anda,dia memaksa ingin masuk kedalam rumah." Ucap Pelayan.


"Usir mereka,dan jangan pernah sekali pun mengijinkan wanita itu masuk ke rumah ini,aku akan memecat siapa pun kalian yang mengijinkan dia masuk."Ucap Adam lalu dia segera masuk ke dalam kamarnya dan mengunci pintu.


Amira yang mendengar ucapan majikannya sedikit merasa aneh karena tidak bisanya dia bersikap kasar seperti itu.

__ADS_1


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2