
Irawan terdiam mendengar ucapan Jane putrinya,kalau sampai Adam menolak untuk rujuk kembali dengan Jane itu artinya perusahanya tidak akan bisa kembali lagi.
"Kamu harus bisa merebut kembali Adam Jane,kamu harus pikirkan masa depan Aaron,kalau tidak minta saja salah satu hotel milik Adam,nanti biar papa yang mengelolanya,itu semua untuk masa depan Aaron." Ucap papanya yang begitu rakus dan serakah.
Rumah tangga Jane hancur itu semua karena keserakahannya,dia menyuruh Jane mencuri semua uang Adam dan membawanya ke luar negri.
"Aku tidak tau papa,aku pusing memikirkan ini,kalau pun mungkin Adam menerima Aaron paling juga berapa biayanya itu di kasihnya dan itu tidak akan mungkin bisa membantu perusahan papa yang sedang dilanda masalah."Jawab jane,dia pusing dengan masalahnya.
Hidup sendiri selama lima tahun membuatnya banyak belajar,ternyata terlalu penurut apa kata orang tua bisa menimbulkan masalah yang besar,tapi sebagai anak yang berbakti dia merasa enggan untuk menolak permintaan papanya.
"Lebih baik sekarang kita menemui Adam,bagaimana pun juga dia harus bertanggung jawab atas Aaron,bagaimana pun juga Aaron adalah darah dagingnya dia tidak bisa menolak itu." Ucap Irawan,dia sudah mulai putus asa apalagi bank sudah mulai beberapa kali menghubunginya.
Jane mengikuti saran papanya,mereka berdua keluar dari restoran dan pergi menuju rumah Adam.Selama beberapa hari tinggal di rumah mewah itu Jane sering merasa dirinya tidak berharga dimana Adam dan semua orang mengabaikan keberadaanya.
Adam memang tidak pernah melarangnya atau menyuruh pelayan untuk melarang dia menikmati apa pun yang ada di rumah baik itu pasilitas atau pun makanan semua bebas dia nikmati mungkin karena Adam sadar kalau Aaron adalah anaknya sendiri.
Irawan dan Jane sampai di kediaman Adam Sanjaya,mereka disambut oleh Aaron yang sudah menunggunya sedari tadi.
"Maaf ada yang bisa kami bantu? tuan Adam melarang orang asing masuk ke rumah ini?" Ucap seorang pelayan tampa rasa takut.
"Kami bukan orang asing di rumah ini,dia papaku mertua dari majikan mu,panggil mas Adam turun kebawah dan menemui kami!!" Ucap Jane dengan wajah garang.
__ADS_1
Dia sering sekali merasa sakit hati, saat diperlakukan tidak adil seperti tapi sekilas dia sadar semua itu atas sikapnya yang dulu,meninggalkan Adam disaat Adam sangat mencintainya.
"Tuan Adam dan nyonya Amira sedang keluar,mereka sedang ada urusan,mungkin nanti sore baru kembali." Belum selesai bicara pelayan Jane langsung meninggalkan pelayan lalu duduk di sopa begitu juga dengan papanya.
"Bibi buatkan kami kopi,papa akan menunggu kedatangan mas Adam."
"Maaf tuan Adam menyuruh kami untuk tidak melakukan apa pun yang anda perintahkan jika anda ingin buatkan saja sendiri." Jawab pelayan lalu dia segera pergi dari ruang tamu.
"Lancang kamu,aku akan membuang semua pembantu semua di rumah ini jika aku kembali bersama mas Adam." Sungut Jane dia bergegas ke belakang dan membuatkan kopi untuknya dan juga papanya.
"Pembantu jaman sekarang memang semakin banyak tidak tau diri kayak semua pembantu di rumah ini." Irawan mengomel saat semua pelayan terlihat mengabaikan mereka.
"Sayang apa kamu suka kalung yang baru saja aku beli?"Terdengar suara Adam dari depan pintu,sebagai seorang wanita tentu saja Jane sangat cemburu,wanita mana yang tidak cemburu saat suaminya mencintai wanita lain bahkan membahagiakan wanita lain.
Adam dan Amira masuk ke rumah,Adam yang merangkul pinggang ramping Amira masuk ke dalam.Mungkin merasa risih bersikap mesra di hadapan Jane dan orang tuanya Amira melepaskan tangan Adam dari pinggangnya.
"Apa yang kalian lakukan di rumah ini orang-orang bermuka tebal,hebat memang kalian,sangat hebat masih berani datang ke rumah ini setelah apa yang kalian lakukan." Ucap Adam dengan nada dingin dan tatapan ingin membunuh.
"Menantu....
"Aku bukan menantu mu lagi bapak tua sadar kalian,hubungan ku dengan anakmu sudah berakhir lima tahun yang lalu di saat dia membawa kabur semua uangku,untuk apa kalian datang lagi,perusahan mu sudah bermasalah utang di mana-mana,itu semua terjadi karena keserakahan mu sebagai orang tua,nikmatilah hasilnya di masa tua mu,dengan menjadi orang miskin." Ucap Adam dengan senyuman sinis menghiasi bibirnya.
__ADS_1
"Mama....." Tiba-tiba Aaron menghampiri Jane,dan menatap Adam dengan penuh kemarahan.
"Adam,aku tau kami bersalah,setidaknya maafkan istrimu demi Aaron,dia itu darah daging mu,kamu tidak bisa membantahnya dan kami juga siap membawa dia ke rumah sakit untuk tes DNA,mungkin kamu curiga atau tidak percaya." Irawan masih tetap berharap Adam menerima Jane kembali menjadi istrinya.
"Aku tidak lari dari tanggung jawabku,jika memang dia anakku,biarkan dia tinggal disini aku akan membesarkan dan menyekolahkan dia sampai sukses,tapi kamu harus tetap angkat kaki dari rumah ini,kamu harus menjaga perasaan calon istriku." Jawab Adam.
Jane gugup mendengar kata-kata Adam,semua rencana yang sudah dia susun buyar seketika,bagaimana mungkin putranya tinggal bersama papanya sementara dirinya tidak jelas nasibnya bagaimana.
"Tidak mas aku tidak mau,lebih baik berikan satu hotel mu untukku sebagai warisan untuk Aaron,setelah itu aku tidak akan mengusik hidupmu lagi." Ucap Jane mencoba saran dari papanya saat di restoran tadi.
"Benar itu Adam,kamu harus memikirkan masa depan Aaron,untuk apa Aaron memiliki papa konglomerat tapi hiduinya berkekurangan di luar sana." Ucap Irawan menambah ucapan Jane.
"Hahahah.....Kamu kira aku ini orang yang paling bodoh di dunia,aku itu seorang pebisnis menghadapi klien licik dan busuk seperti kalian sudah biasa bagiku,sekarang enyah kalian dari rumah ini dan biarkan Aaron tinggal disini." Ucap Adam.Suara tawanya menggema di seluruh ruangan hingga membuat Jane dan papanya merinding ketakutan.
"Sayang kamu tidak keberatan kan,jika anak itu tinggal di rumah ini,kamu mau menyayanginya nanti?" Tanya Adam dia menoleh ke arah Amira yang sedari tadi hannya diam mendengar obrolan menegangkan mereka.
"Tentu saja tidak mas,aku akan mengurusnya dan membesarkan dia dengan baik." Jawab amira.Sebenarnya dia juga takut tapi dia tidak mungkin menolak takut Jane membencinya atau dendam kepadanya.
"Kamu dengar apa yang dikatakan calon istriku,dia mau membesarkan anak itu,jadi kalian tidak ada alasan apa pun untuk meminta apa pun untukku lagi,kamu bukan tanggung jawab ku lagi.Adam segera meninggakan tempat itu dan menarik tangan Amira.
πππbersambung πππ
__ADS_1