Di Khianati Suami Kere Di Nikahi Konglomerat

Di Khianati Suami Kere Di Nikahi Konglomerat
Bab 54 ~ Sehari bersama anak ~


__ADS_3

Hari ini Adam dan Amira memutuskan untuk membawa Aaron jalan-jalan,Amira sendiri yang meminta itu agar Adam dan Aaron semakin dekat agar tidak ada batasan diantara mereka berdua.


Adam akhirnya membatalkan Jadwal mereka untuk fitting baju pengantin di ganti untuk hari esok saja.Hari ini mereka pergi jalan-jalan ke kebun binatang,ke kolam dan ke semua tempat permainan yang ada di kota itu.


Adam dengan tulus menemani mereka,sementara Amira dan Aaron langsung bisa dekat karena Amira memperlakukan Aaron dengan baik.Setelah mereka lelah bermain mereka mencari restoran untuk makan Adam sudah terlihat lapar begitu juga dengan Aaron.


Adam menanyakan banyak hal kepada Aaron setelah selesai memesan makanan dan menunggu pesanan mereka sampai.


"Aaron waktu dirumah mu,apa kamu sudah sekolah atau sudah pernah ada pendidikan anak-anak yang kamu ikuti." Tanya Adam,melihat kepintaran Aaron Adam ingin memasukkan Aaron ke sekolah.


"Belum papa,mama tidak punya uang,kata mama waktu itu papa dan mama harus menikah lagi agar aku memiliki hidup yang lebih baik dan bisa membeli apa pun yang aku inginkan." Ucap Aaron polos.Dia begitu polos menceritakan semua kata-kata ibunya dan itu sanggup membuat Adam kembali emosi.


"Mulai hari ini kamu tinggal bersama papa saja dan tante Amira,kamu harus belajar dengan rajin agar bisa jadi orang sukses.Biarkan mama pergi mencari kebahagiaanya sendiri,dia harus menikah dengan pria lain,kalau pun menikah dia tetap menjadi ibumu dan selamanya dia ibumu.Kamu mengerti? katakan kepada mama nanti seperti itu suruh dia menikah lagi seperti papa yang menikah lagi."Ucap Adam.Aaron terlihat mengangguk itu artinya dia mengerti ucapan Adam.


Setelah beberapa saat pesanan mereka datang,mereka makan dengan sangat antusias mungkin karena mereka sudah lelah hingga kelaparan.


" Aaron sekarang kita kemana lagi,apa kamu ingin mainan?" Tanya Amira.Amira memang wanita yang sangat menyukai anak-anak tidak salah dia bisa dekat dengan Aaron secepat itu.


Setelah puas makan mereka pergi ke mall yang tidak jauh dari tempat itu,ini juga pertama kalinya Amira masuk ke mall itu sepertinya mall ini khusus untuk orang-orang kaya terlihat dari sepinya pengunjung dan toko-toko juga tidak terlalu dekat.


Sesampainya di sana Adam menyuruh Amira untuk memilih baju-baju yang pantas untuk Aaron karena sejak dia sampai ke rumahnya tidak pernah sekali pun Aaron memakai baju layaknya anak pengusaha.

__ADS_1


Amira dengan senang hati mau melakukan itu,dia memilih begitu banyak baju untuk Aaron begitu juga untuknya,luar biasa memang harga-harga baju disana bahkan hannya untuk baju kaos anak satu biji saja harganya sampai jutaan.


Awalnya Amira takut mengambil baju-baju disana saat melihat harganya,tapi saat itu Adam marah dengannya karena untuk menjadi nyonya seorang Adam dia harus terbiasa dengan harga segitu.


Bahkan Adam memberikan dia ikat rambut yang memang sangat cantik di bandrol harganya lima juta rupiah dan itu sanggup membuat mata Amira terbelalak.


Adam juga mengambil sebuah gaun untuknya dengan harga seratus dua puluh juta,rasanya dia ingin menolak karena merasa uangnya sangat sayang tapi Amira takut Adam marah.


"Itulah sebabnya pria itu harus kerja keras sayang,agar bisa membahagiakan anak istri,lagian wanita yang memakai barang-barang mahal akan terlihat lebih cantik.


Amira hannya mengangguk,dia yang pertama menjadi orang kaya merasa kaget untuk semua harga itu dan mulai sekarang dia harus terbiasa dengan semua itu walaupun dirinya belum terbiasa.


Hari ini dia sangat bahagia,setelah sampai di rumah,penjaga rumah membawa semua barang-barang Aaron dan juga barang Amira,mereka semua tampak sangat bahagia.


"Aaron sini kamu!! "Jane menghampiri Aaron lalu menarik tangan Aaron dengan kasar dan membawanya ke kamar tapi Aaron menolak dia langsung menepis tangan Jane dan kembali berlari ke arah dan Amira.


Aaron mengambil mainnya lalu dia mulai membuka mainannya dan mulai bermain di dalam rumah,Jane sangat kesal melihat itu,ingin sekali dia menghajar Aaron sepeti yang biasa dia lakukan kalau sedang marah saat mereka di luar negri.


"Aaron....Sini kamu,dasar anak tidak tau diri dikasih barang murahan ini saja kami langsung lupa sama mama kamu dasar anak bodoh idiot." Jane berlari ke arah Aaron lalu menendang semua mainannya hingga berantakan.


"Kamu bodoh,sini kamu ikut mama ke kamar." Jane menjambak rambut Aaron dan membawanya ke dalam kamar,Aaron menangis histeris karena merasakan sakit yang luar biasa.

__ADS_1


"Lepaskan dia...Dia belum mengerti apa-apa kalau kamu dan mas Adam ada masalah tidak seharusnya kamu melampiaskan amarah mu terhadap Aaron."Ucap Amira melerai keduanya dan menarik tangan Jane yang sedang di kepala Aaron.


"Dasar bangsat kamu,ini anakku,jangan mengajari ku,kamu mau mengambil anakku agar Adam makin cinta sama kamu,aku tau kamu juga wanita licik yang mengingkan harga Adam."Jane melepaskan tangannya dan mendekati Amira yang sudah mulai ketakutan dia mundur kebelakang saat Jane terus mendekatinya.


Adam pada saat itu sedang berada di belakang,di sedang telponan dengan ibunya yang sedang di luar negri,ibunya sudah pulih total dan sudah bisa bicara dengan lancar dan kakinya juga sudah bisa berjalan dengan baik.


"Kenapa kamu takut,ya aku memang wanita yang jahat terhadap anakku kamu keberatan,jika aku ingin membunuhnya juga itu bukan urusan kamu."


"Dasar kamu orang tua egois dan jahat."


"Bug....Plak....bug..aah...." Jane memukul wajah Amira lalu menendang perutnya setelah itu dia mendorong Amira hingga kepalanya mengenai siku meja yang kebetulan sudah berada di belakangnya.


Adam yang mendengar suara erangan langsung mematikan ponselnya lalu dia berlari keruang tamu disana dia sudah melihat Jane menyerang Amira,saat itu Adam sangat panik apalagi melihat darah di wajah Amira.


"Amira.....Kalian semua apa yang kalian lakukan hingga tidak melihat keributan di rumah ini." Adam memekik,Jane ketakutan melihat kemarahan di wajah adam,seketika dia lari dari dalam rumah saat semua pelayan sibuk mengurus Amira.


Penjaga rumah yang kebetulan melihat Jane yang melarikan diri,dia langsung mengejar Jane tapi sayang dia kalah,Jane langsung masuk ke taksi yang kebetulan lewat.


Adam menggendong tubuh Amira dan membawanya ke dalam kamar setelah itu menghubungi dokter pribadinya,Amira menolak di bawa ke rumah sakit.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—

__ADS_1


__ADS_2