
Jane berlari mengejar Adam yang pergi meninggalkan dirinya setelah mengucapkan kata-katanya.Jane memegang lengan Adam lalu menariknya.
"Adam...Kamu tidak bisa seperti ini,biar bagaimana pun aku pernah menjadi wanita di rumah ini,kamu harus memberikan aku harta gono-gini untuk masa depanku,aku juga meminta tunjangan ku karena pernah menjadi bagian ku." Ucap Jane.Adam menghempaskan tangan Jane dari tubuhnya lalu mengibaskan lengannya seakan Jane adalah mahluk paling menjijikkan.
"Kamu masih waras dengan semua permintaan mu itu,atau jangan-jangan kamu sudah mulai gila,kamu keluar dari rumah ini atau aku menyuruh security menyeret tubuhmu dari tempat ini." Ucap Adam tatapan nya sangat menakutkan dan itu membuat Amira juga ketakutan.
"Security!! seret wanita sampah ini,aku tidak mau melihat dia di rumah ini lagi." Ucap Adam.Dua orang security menghampiri Adam mereka ingin menarik tangan Jane tapi saat itu Irawan langung bergegas menghampiri mereka.
"Jangan sentuh anakku,dasar orang-orang terkutuk Adam!!! kamu memang pria sangat kejam,bagaimana bisa kamu memperlakukan Jane seperti sampah."Ucap Irawan.Dia mengangkat pundak Jane berdiri karena saat itu Jane duduk di lantai.
"Aku tidak mau pergi dari rumah ini papa....Ini rumahku aku tidak akan pergi kemana pun." Ucap Jane lalu dia berlari menghampiri Aaron dan membawanya masuk ke dalam kamar.
Jane menutup pintu kamarnya,dia disana bersama Aaron yang tidak mengerti apa-apa,bahkan Aaron bingung apa yang terjadi sehingga pria yang disebut papanya memaki ibunya sedemikian rupa.
"Seret wanita itu keluar dari rumah ini,aku tidak sudi melihatnya di rumah ini."
"Mas...." Amira tidak tega Jane diperlakukan kasar seperti itu apalagi di hadapan anaknya Amira mengedipkan matanya seakan memberi isyarat untuk tidak terlalu kasar di hadapan anaknya.
Amira menarik tangan Adam dan membawanya menaiki anak tangga,dia tidak tega melihat Adam begitu menyakiti Jane di hadapan anaknya.
"Mas....Kamu tidak boleh memperlakukan Jane seperti itu di hadapan Aaron,itu bisa menimbulkan luka yang dalam di hatinya dan bisa menjadi dendam nantinya.Kamu pasti tidak mau kan kalau darah daging mu membencimu,kamu bisa membenci mantan istrimu tapi tidak dengan anak mu." Amira menasehati Adam.
__ADS_1
"Tidak ada sedikit pun perasaan cinta di hatiku terhadapnya,mungkin karena aku tidak pernah melihatnya dari bayi,atau jangan-jangan dia bukan anakku." Ucap Adam mulai meragukan Aaron sebagai anak atau darah dagingnya.
"Mas...Itu tidak mungkin sementara Jane saja menantang mu untuk tes DNA itu artinya Aaron adalah anakmu dan benar-benar darah daging mu." Ucap Amira.
Adam membenarkan ucapan Amira,dia berani menantang itu karena dia percaya diri itu darah dagingnya,mungkin saja dia tidak mencintai anak itu,karena dia tidak pernah merawatnya sedari dia lahir sampai dia sebesar ini.
"Mulai hari ini mas kamu tidak boleh kasar terhadap anak itu,kamu bisa lebih mendekatkan diri terhadap anak itu,biar bagaimana pun dia keturunan mu." Adam langsung memeluk tubuh Amira dengan erat sambil menepuk pundak Amira.
"Terima kasih sudah menjadi wanita yang hebat,terima kasih karena sudah mau menerima kekurangan ku,aku kembali hidup karena kehadiran mu." Ucap Adam penuh haru.
Irawan keluar dari rumah mewah milik Adam,dia keluar tanpa mendapat apa pun,bahkan dia hannya mendapat hinaan dari Adam,dia sangat membenci mantan menantunya itu hingga timbul di pikirannya untuk merencanakan sesuatu yang jahat terhadap adam.
"Kalau Adam mati,sudah pasti seluruh hartanya jatuh ke tangan Aaron,dan itu artinya aku juga akan kebagian,aku tidak bisa hidup miskin apalagi sampai terhina seperti sekarang ini." Ucap Irawan dalam hati.
Sementara itu,Maya dan Dimas bersiap-siap ingin kembali menemui Amira,walau hatinya sangat berat untuk kembali kesana tapi berhubung Maya sudah memaksanya akhirnya dia menuruti keingian ibunya.
"Kalian mau menemui Amira lagi,memangnya kamu pikir mas Amira akan mau kembali kepada pria kere sepertimu sementara dia sudah di lamar seorang konglomerat kamu tidak malu mas.Kamu kesana sama saja kamu mempermalukan dirimu sendiri." Ucap Safira yang sedang duduk di ruang tamu sambil menikmati cemilan.
"Diam kamu,tau apa kamu bilang sama kamu takut kehilangan Dimas, kamu takut tidak ada pria yang malu lagi sama kamu." Jawab Maya sinis dan kesal dia takut Dimas berubah pikiran.
"Lah...Benar kan mas apa yang aku bilang,kamu pikir Amira masih mau sama Dimas yang kere sementara dia dinikahi pria hebat,mungkin Jika aku di posisi Amira aku juga tidak sudi kembali kepada mu.Hebat juga itu Amira,bisa mendapatkan pria hebat seperti itu,dia bagaikan jatuh ke tumpukan emas dari babu jadi nyonya." Ucap Safira kembali membuat Dimas kembali ragu.
__ADS_1
"Sudah Dimas, kamu tidak usah terpengaruh dengan kata-kata wanita licik ini,dia hannya ketakutan posisinya tersingkir,ayo kita berangkat sekarang." Ucap Maya sambil menarik tangan Dimas.
Dimas terpaksa mengikuti ibunya yang sudah memaksanya terus menerus,rasanya dia kesal karena harus menuruti semua keingian mamanya.
Mereka berdua sampai di depan rumah Adam,reaksi Maya sama persis seperti Dimas saat pertama kali sampai di rumah ini.
"Ini rumah atau gedung Dimas,besar sekali rumah nya,jadi selama ini Amira tinggal di rumah mewah seperti ini." Tanya Maya matanya tidak berkedip sama sekali.
"Beruntung sekali Amira bisa bekerja di tempat semewah ini,kalau bisa aku juga akan bekerja di rumah ini bersama Amira." Ucap Maya kembali.
"Selamat siang ada perlu apa anda datang kemari lagi?" Seorang security menghampiri mereka.
"Aku mau bertemu dengan menantuku Amira,buka pintunya agar aku bisa menemuinya." Ucap Maya dengan nada berani.
"Maksud anda nyonya Amira,kalian berdua silahkan pergi dari tempat ini,aku tidak mau anda membuat keributan lagi." Ucap security.Maya cukup kaget saat pria itu menyebut nama Amira dengan sebutan nyonya,dia seakan tidak percaya seorang pria hebat melamar menantunya yang dulu dia hina.
"Amira......Amira.....keluar kamu Amira_
"Bawa ibu anda dari sini jangan membuat keributan,tuan sedang tidak ingin di ganggu sekarang." Saat mendengar seseorang memanggil namanya Amira segera keluar dari dalam rumah dan menghampiri mereka.
"Amira.....Syukurlah kamu datang,buka pintunya dasar tidak punya sopan santun terhadap orang tua.Amira cantik sekali kamu,sejak kapan kamu berubah cantik seperti ini."
__ADS_1
πππbersambung πππ