Di Khianati Suami Kere Di Nikahi Konglomerat

Di Khianati Suami Kere Di Nikahi Konglomerat
Bab 36 ~ Emang enak ~


__ADS_3

Dimas tidak rela kalau Amira kembali ke Jakarta tampa memberikan uang Amira yang ada di rekeningnya.Tiga bulan lagi Safira akan melahirkan sementara mereka sama sekali tidak punya tabungan dan persiapan,apalagi safira sedang pokus untuk membayar semua hutang-hutangnya.


Dimas dengan sangat terpaksa harus ikut membantu Safira untuk membayar hutang-hutangnya dan juga cicilan ke bank dia takut Safira frustasi hannya karena utangnya sementara dia sedang mengandung anaknya juga.


Dimas menarik tangan Amira masuk ke dalam kamar,dia harus bicara empat mata dengan Amira berharap Amira percaya dengan kata-katanya.


"Ada apa kamu membawaku ke dalam kamar mas,aku sudah mau berangkat,majikan ku sudah menghubungi bolak-balik aku merasa tidak enak dengannya."Ucap Amira berbohong.Tidak ada alasan untuknya bertahan di desa karena ternyata rumah tangga yang dia pertahankan sudah retak bahkan sudah tidak bisa lagi dipertahankan.


Amira terlalu naif mempercayai Dimas suaminya selama ini,dia mengirim uang banyak untuknya setiap bulan nyatanya dia menikah dengan wanita lain.Sakit emang tapi nasi sudah menjadi bubur saat ini Amira hannya berharap dia mendapat kehidupan yang lebih baik setelah suaminya yang tidak tahu diri bermain hati di belakangnya.


Semua mimpi-mimpi yang pernah dia impikan ternyata hannya khayalan semata,dia berharap setelah merantau dan memiliki uang banyak dia berharap bisa membangun usaha yang besar di desa dan bisa hidup bahagia dengan suami yang di cintai nya serta anak-anaknya kelak.Ternyata semua itu hannya mimpinya saja,dia terlalu mencintai suami yang tidak tau diri itu.


"Dek,aku sudah mulai bosan bekerja dengan pak Bahrun,bisa tidak kamu berikan aku modal lima puluh juta,aku ingin membangun usaha ternak lele dan juga ternak ayam di kampung ini,aku akan menunggu mu sampai kamu kembali dari Jakarta setelah kamu kembali usaha kita nanti sudah maju kamu tinggal menikmati saja." Ucap Dimas.Dia benar-benar tidak tau malu,mungkin dia mengira kalau Amira wanita yang paling gampang dibohongi.


"Benarkah mas,aku senang mendengarnya mas,aku akan memberikan apa pun yang kamu minta mas,kamu tau kan selama ini aku selalu menuruti keinginan mu,aku akan berikan mas untukmu tapi aku kembali dulu ke Jakarta.Ktp ku tinggal disana jadi aku tidak bisa ambil tunai." Ucap Amira dengan tenang tampa ada pertimbangan apa pun atau penolakan apa pun.


Dimas sedikit curiga,karena tidak bisanya Amira gampang di minta uangnya walaupun sebenarnya di kasih sebelum di kasih banyak pertanyaan yang tidak berbobot yang dia ucapkan.


"kamu mengira aku wanita paling bodoh tidak semudah itu mas aku akan balas semua perbuatan mu dan juga ibu mu kepadaku selama"Ucapnya dalam hati dia tersenyum kecil di hadapan Dimas,dia benar-benar jijik melihat sikap tidak tau malu suaminya.

__ADS_1


"Tapi dek,tidak bisa kah kamu berikan disini saja,aku harus buru-buru buka usahanya,tidak mungkin aku mau menunggu lama lagi,aku tidak mau menganggur." Ucap Dimas dengan wajah bingung.Amira beberapa kali melihat ponsel suaminya bergetar dan terlihat yang memanggil dengan nama sayang.


"Sudahlah mas aku harus berangkat hari ini juga,sebentar lagi mobil akan pergi." Ucap Amira meninggalkan Dimas di dalam kamar.Dimas menggaruk kepalanya yang tidak gatal dia sangat kesal karena tidak mendapat uang yang sudah di harapkan nya.


"Amira,bagaimana kalau mas ikut mengantar mu ke Jakarta,sesampainya disana kamu ambil uangnya lalu kamu berikan sama aku." Ucap Dimas dia bergegas keluar dari kamar saat Amira sudah membawa semua barang-barangnya.


"Hmm..Terserah kamu saja mas,aku tidak keberatan." Ucap Amira.Dia membawa barang-barangnya keluar dari rumah sebenarnya dia enggan untuk pamit dengan mertua atau lebih jelasnya calon mantan mertuanya tapi mengingat dirinya belum cerai dari Dimas dia akhirnya pamit tanpa menyalaminya.


"Dek tunggu aku."Dimas berlari mengejar Amira yang sudah pergi menjauh,dia membawa satu setelan pakaian,karena dia ingin tinggal di Jakarta walau hannya satu hari.


Dimas dengan terpaksa mengikuti Amira ke Jakarta,demi uang lima puluh juta dia rela meninggalkan Safira wanita yang sudah membuatnya melupakan Amira.Dia mengira setelah sampai di Jakarta Amira dengan mudah memberikan uang lima puluh juta kepadanya.


"Amira ini sudah lumayan sore,sebentar lagi bank akan tutup,itu artinya kamu tidak bisa mengambil uang nanti sore ya." Ucap Dimas saat mobil yang mereka tumpangi sudah mulai jalan.


***


Sementara itu Adam baru saja sampai di rumah mewahnya,beberapa hari ini dia selalu pulang lebih awal ke rumah,dia berharap setelah sampai di rumah dia menemukan Amira,nyatanya sampai hari ini Amira belum juga kembali ke rumahnya.


"Aaarngg...Kenapa dia begitu lama di kampung,mungkin kah terjadi sesuatu kepdanya,atau mungkinkah suaminya bisa menyembunyikan kebohongannya."Berbagai pikiran kotor terbesit di kepala Adam,dia ingin sekali menyusul Amira sampai ke kampungnya tapi dia sedikit gengsi melakukan itu.

__ADS_1


"Selamat sore tuan,apa anda membutuhkan sesuatu?"


"Apa Amira ada kabar,kapan dia kembali dari kampungnya?" Pertanyaan ke sekian kalinya yang dia lontarkan ke pelayan yang sama.


"Sepertinya hari ini katanya Amira sampai tuan,mungkin sebentar lagi,karena tadi malam kami saling telponan." Jawab pelayan.


"Hmm...Buatkan aku kopi." Ucap Adam.Pelayan meninggalkan Adam di ruang tamu,semua pelayan dan penghuni rumah merasa beruntung setelah kedatangan Amira ke rumah mewah itu,Adam pria yang biasanya sangat kasar selama ini berubah sembilan puluh persen yang bisanya sangat gampang memaki semua pelayan yang ada di rumah jika melakukan kesalahan sedikit saja.


"Aneh memang tuan Adam,seharunya dia menghubungi Amira jika dia sangat merindukannya,pertanyaan yang selaku di lontarkan kepadaku setiap hari." Ucapnya dalam hati.


Adam bolak-balik memandang jam dinding,dia benar-benar bosan menunggu Amira sampai ke rumahnya.


Hingga tiba-tiba dia mendengar suara bel berbunyi,dia ingin segera pergi membuka pintu tapi dia sedikit enggan melakukanya.


Seorang pelayan berlari membuka pintu,Adam sangat emosi karena yang datang bukan orang yang dia tunggu.


"Sialan memang...." Makinya dalam hati saat melihat Dahlia masuk ke rumahnya dan menghampirinya.


"Ada apa kamu kemari?" Tanya Adam dengan wajah datar,hari ini dia benar-benar kesal.

__ADS_1


"Tuan aku datang ingin meminta kembali bekerja,aku sudah bosan menganggur beberapa bulan ini tuan." Ucap Dahlia.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2