Di Khianati Suami Kere Di Nikahi Konglomerat

Di Khianati Suami Kere Di Nikahi Konglomerat
Bab 58 ~ Bertemu keluarga mantan ~


__ADS_3

Puas menghabiskan uang sampai ratusan juta,di toko pakaian,mereka pindah ke toko sepatu,di sana Elisabet kembali memilih banyak sepatu dengan merek-merek terkenal,Elisabet membeli lima pasang sepatu untuk Amira.


Setelah puas dari sana,mereka kembali masuk ke toko tas,supir yang membawa banyak paper bag sudah mulai kelelahan begitu juga dengan Amira dan kakinya sudah mulai pegal.Elisabet membeli beberapa tas dengan harga yang cukup tinggi,mungkin karena tidak pernah menghabiskan uang untuk dia Amira merasa ini semua cukup berlebihan.


Setelah mereka keluar dari toko itu Amira berjalan di samping Elisabet enggan rasanya untuk menolak semua pemberian calon mertuanya,dia takut wanita angkuh itu memandang rendah dirinya.


"Kamu kenapa diam Amira,itulah enaknya punya suami kaya raya,apa pun yang kamu inginkan bisa kamu dapatkan hannya sekali gesekan,barusan semua pakai kartu mama,kamu bisa minta pada suami mu kartu tanpa limit seperti punya mama,nikmati kekayaan suami kamu,kamu harus pintar menikmatinya lebih baik kamu yang menghabiskan uangnya daripada pelakor di luar sana,kamu mengerti Amira?" Ucap Elisabet dengan nada rendah tapi cukup menekan.


"Ngerti ma,terima kasih ya ma karena sudah menerima ku dengan tangan terbuka,aku sangat bersyukur." Ucap Amira.


"Itu semua karena kebaikan mu,aku menyukai hati mu yang baik dan tulus,Adam sudah pernah gagal bahkan hampir gila hannya karena perempuan seperti Jane dan untungnya Adam sudah pandai memilih calon istri." Ucap Elisabet kembali.


Mereka berdua keluar dari gedung dan saat itu tanpa sengaja Amira menyenggol seorang wanita hamil.


"Maaf ya kakak,aku tidak lihat."


"Amira....Kamu ngapain disini? Elisabet langsung menarik Amira agar tidak terlalu dekat dengan orang lain,elisabet menatap Maya dengan sinis saat Maya hendak menyentuh tangan Amira.


"Jangan sembarangan menyentuh orang lain,siapa kamu?" Maya kaget saat elisabet menarik Amira dan seketika Maya tidak berani berbicara apalagi melihat gaya Elisabet yang begitu modis dan cantik dan itu artinya dia bukan orang sembarangan.


Banyak hal yang sudah membuat Maya berubah,hubungannya dengan menantunya juga semakin baik bahkan usaha mereka semakin lancar.Maya merekrut orang dari kampungnya untuk bekerja dengan mereka karena Safira sudah mulai tidak sanggup lagi karena sebentar lagi dia akan melahirkan,bahkan hari ini mereka ke mall hannya untuk membeli semua perlengkapan bayi.

__ADS_1


"Maaf ma itu mantan mertua dan mantan suamiku,"


"Oohh aku kira tadi siapa mereka." Jawab Elisabet dengan wajah angkuh.


"Maaf ya mas ma mertua ku tidak tau tentang kalian,kita mampir sebentar ma di restoran itu." Ajak Amira,mereka semua tidak terkecuali dengan Elisabet berjalan masuk menuju restoran sebenarnya Dimas sudah menolak tapi Amira memaksa.


Amira memesan begitu banyak makanan,Amira cukup heran melihat perubahan Maya, dia jauh lebih baik bahkan lebih ramah dan sopan,Amira sangat bersyukur akan hal itu.


"Bagaimana kabar kalian ma,sepertinya hidup mama dan kalian semua jauh lebih baik di kota ini ya?"


"Ya begitu Amira,Safira ternyata punya keahlian memasak disini kami membuka usaha kecil-kecilan buka rumah makan dan syukurlah semuanya lancar." Ucap Maya tidak ada lagi kesombongan di wajah Maya yang ada kesederhanaan dan itu membuat Amira sangat bersyukur.


" Tanggal lima belas bulan depan menantuku akan menikah dengan anakku,aku akan menyuruh suruhan kami mengantar undangan ke pada keluarga kalian semoga kalian bisa hadir nanti ya,biar bagaimana pun kita ini sudah menjadi keluarga,aku sudah menganggap Amira anak sekaligus menantu ku jadi kebahagian dia adalah kebahagian ku juga." Ucap Elisabet tiba-tiba.


"Hmm kami akan datang kalau ada undangan nyonya." Jawab Maya dia sangat malu kepada dirinya sendiri atas kebaikan wanita itu,dia teringat semua perilaku buruknya dulu terhadap Amira dan sekarang Amira mendapat mertua yang luar biasa baiknya.


Setelah puas makan dan mengobrol akhirnya Amira dan Elisabet pamit dari tempat itu,begitu juga dengan Maya dan keluarganya segera melanjutkan kegiatan mereka.


Sementara itu di rumah Adam Sanjaya,suasana cukup tegang dimana Jane dengan tidak tau malunya kembali kesana dan meminta untuk tinggal di sana.


Penjaga rumah menjaga pintu gerbang ketat dan tidak membiarkan Jane masuk ke dalam rumah,Jane terus memanggil Aaron yang sedang tidur istirahat setelah pelayan memberikan dia obat penurun panas.

__ADS_1


"Aaron....Aaron ini mama sayang kamu keluar dan buka pintu mama ingin masuk juga ke dalam Aaron." Jane terus berteriak dan menggedor pintu pagar terus menerus hingga security yang berjaga marah dan emosi.


"Jika anda tidak meninggalkan tempat ini secepatnya maka anda akan kami laporkan ke pihak yang berwajib..." Ancam Penjaga rumah.Jane menghentikan keributan yang dibuatnya setelah itu dia menoleh ke arah penjaga rumah yang menegurnya barusan.


"Dasar anjing penjaga,pekerjaaan mu hannya menjaga rumah ini tapi kamu berani menantang ku,kamu aku siapa,aku ibunya Aaron,dan Aaron itu siapa dia pewaris seluruh harta Adam kamu mengerti." Jane memekik dan bentakan itu tidak membuat para security itu takut karena memang Adam sudah menyuruh mereka untuk kasar kepada Jane kalau dia masih saja melakukan sesuatu yang membuat ribut di rumah ini.


"Hahaha....Wanita ini memang cukup tidak tau malu,aku cukup muak melihat anda yang tidak bisa move on dari tuan Adam,anda sekarang lebih hina dari kami karena anda datang kembali dan mengemis di rumah ini."


"Plak.....Apa kamu bilang mengemis aku tidak pernah jadi pengemis bajingan,gunakan mulutmu untuk berbicara yang baik-baik jangan hannya membentak hannya karena hari ini Adam belum bisa menerima ku."


"Sampai kapan pun tuan Adam tidak akan menerima lagi bahkan dia sudah punya calon istri ." Keributan yang sangat sengit tidak terhindar dari mereka Jane terus memaksa untuk mengijinkan dia masuk.


Dari kejauhan Adam sudah melihat keributan yang terjadi di depan rumahnya,dia mempercepat laju mobilnya karena dia tidak bisa mengenali Jane dari kejauhan.


"Siapa lagi yang datang membuat keributan di depan rumahku,baru saja satu hari aku tinggalkan semua sudah kacau." Ucap Adam yang baru saja menghadiri rapat penting keuangan yang tidak bisa di wakilkan.


Mobilnya semakin dekat hingga dia bisa mengenali Jane,Adam sengaja membawa mobilnya hingga sampai di dekat Jane bahkan dia menabrak pagar hingga membuat bunyi yang keras.


Jane ketakutan saat Adam menabrak pagar,mobil itu hampir mengenai tubuhnya tapi dia tetap tidak mau pergi.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—

__ADS_1


__ADS_2