
Maya segera masuk ke dalam halaman rumah setelah security membuka pintu,dia ingin memeluk Amira tapi Amira langsung mundur ke belakang dan menjauhi Maya mantan mertuanya.
"Silahkan masuk Bu." Amira membawa Dimas dan mantan mertuanya ke dalam rumah,dia dengan halus menolak saat Maya ingin memeluknya dan saat itu Maya sangat malu dihadapan Dimas dan security.
"Bu lebih baik kita pulang,Amira bukan orang yang bisa kita raih lagi,sekarang dia sudah menjadi nyonya besar Bu." Dimas berbisik di telinga ibunya tapi Maya menolak penuh percaya diri.
"Silahkan duduk Bu," Ucap Amira dia juga duduk di sopa dengan sopan.Sikap Amira tetap sederhana dan sopan walaupun sekarang dia sudah menjadi calon nyonya besar.
"Amira...Ibu minta maaf atas semua kesalahan kami di masa lalu terhadap mu,harus ibu akui kalau ibu memang banyak salah sama kamu,aku mohon maafkan ibu dan sekarang kita kembali Amira,ibu ingin kamu dan Dimas kembali bersama!!" Ucap Maya.Dia mendekati Amira lalu memegang tangan Amira dengan lembut.
Maya sengaja memasang wajah memelas berharap Amira mau kembali bersama Dimas,sampai saat ini dia belum yakin kalau Amira sudah dilamar oleh majikannya.
Dia menyadari perubahan Amira dari gaya sampai kulitnya yang semakin bersih dan juga pakaian yang dia kenakan terlihat dari barang-barang mewah.
"Tidak mungkin Amira dinikahi majikannya,wajar saja dia semakin cantik,dia sudah punya uang dan sudah bisa membeli peralatan kecantikan." Ucapnya.
__ADS_1
Amira melepaskan tangan mertuanya yang memegang tangannya dia melepasnya dengan lembut dan berwibawa,setelah itu dia beranjak dari tempat duduknya.
"Maafkan aku Bu,aku tidak bisa lagi,dan aku rasa Dimas juga sudah memberitahu kepada ibu kalau aku sudah menggugatnya,jauh sebelum Dimas datang untuk yang keduakalinya."Ucap Amira dengan nada lembut tapi cukup tegas.
"Amira....Kamu ini apa-apaan sih,kamu tidak bisa minta cerai seenaknya,apa karena majikan mu melamar mu,kamu ternyata wanita matre juga ya,kamu menceraikan Dimas hannya karena majikan mu melamar mu." Ucap Maya,dia juga ikut berdiri tidak jauh dari hadapan Amira,Dimas yang sudah merasa tidak nyaman,mendekati ibunya lalu menyuruhnya duduk kembali.
"Ibu aku bukan wanita seperti itu aku juga tidak akan meminta cerai kalau Dimas tidak mengkhianati ku,coba ibu tanyakan kepada anak ibu berapa teganya dia meminta uang setiap bulan kepada ku,dan uangnya untuk biaya hidup istrinya,memangnya aku wanita apa Bu...." Suara Amira semakin meninggi.Dia tiba-tiba emosi saat mengingat bagaimana bisa dia sebodoh itu memberikan uang kepada wanita simpanan suaminya.
"Amira itu semua tidak benar,Dimas meminta uang kepada mu itu atas permintaan ku,dan aku minta maaf itu,kamu jangan terlalu cepat mengambil keputusan." Ucap Maya.Dia berusaha untuk menutupi kebohongan yang di lakukan oleh Dimas.
"Amira maafkan ibu,aku mohon kembali lah,aku tidak akan mengulangi semua perlakuan buruk ku yang dulu aku akan lebih menghormati dan menghargai mu Amira_
"Sudah lah Bu,lakukan itu kepada menantu ibu yang sekarang,dan aku dengar menantu ibu sudah hamil itu artinya sebentar lagi ibu akan punya cucu,berbuat baik lah bu terhadap menantu mu,cintai dia,agar dia menghargai mu dan juga menghormati mu." Amira menasihati mantan mertuanya dan setelah itu dia pergi meninggalkan mereka.
Maya menghela napas berat,rasanya dia sangat terpukul atas penolakan Amira dan hatinya sangat tersentuh mendengar semua nasihat yang di lontarkan Amira.
__ADS_1
"Dimas tolong segera tanda tangani surat cerai ini,maafkan aku tidak bisa menjadi wanita sempurna bagimu,dan kamu harus belajar menjadi suami yang baik untuk istrimu dan juga anak yang baik untuk ibumu,jangan berat sebelah mas,jadikan semua ini sebagai pelajaran untuk memulai hidup yang baru." Ucap Amira kembali.
Tidak terasa air mata Dimas jatuh dari pelupuk matanya,dia sudah kehilangan berlian yang sangat berharga,bahkan dia tidak punya kesempatan lagi untuk memulai hidup yang baru,bersama Amira,dia sangat sedih hingga tidak mampu menahan air matanya.
"Amira maafkan mas yang sudah membuat kamu kecewa,kamu benar-benar berlian,aku tidak tau kenapa aku begitu bodoh selama ini tidak mengetahui kebaikan mu,sekarang aku sudah kehilangan kamu." Ucap Dimas dengan suara serak dan Amira tau kalau Dimas sedang menahan tangis yang begitu dalam.
Tampa menunggu lama lagi,Dimas menandatangani surat cerainya setelah itu dia meninggalkan Rumah mewah milik Adam dan mantan istrinya.
"Amira...Kamu memang wanita yang sangat baik,Tuhan mengirim hadiah paling indah untukmu,selamat atas pernikahan mu nanti,mulai sekarang kita menjadi saudara,kami sudah pindah ke kota ini,jika kamu ingin mengundang kami nanti,dengan senang hati kami akan datang." Ucap Dimas.Setelah mengucapkan kata-kata itu dia segera menarik tangan ibunya dan pergi dari sana.
"Dimas kamu bodoh banget,seharunya kamu meminta uang kepada Amira,dia sekarang banyak uang."
"Uang ...uang...uang terus di pikiran mama aku muak." Ucap Dimas lalu masuk kedalam mobil pesanannya.
πππbersambung πππ
__ADS_1