Di Khianati Suami Kere Di Nikahi Konglomerat

Di Khianati Suami Kere Di Nikahi Konglomerat
Bab 37 ~ Menjijikkan ~


__ADS_3

Amira dan Dimas menaiki taksi online menuju rumah majikannya,sebelumnya Amira mengambil uang yang dia simpan di tempat lain untuk jaga-jaga nyatanya memang benar semua uang yang ada di dompetnya di habiskan suami dan keluarganya.


"Amira...Kamu kenapa kita harus naik taksi naik angkot kan bisa kamu pemborosan kalau kayak gini bisa-bisa kamu tidak bisa mengumpulkan uang."Omel Dimas.


Saat taksi yang mereka tumpangi sampai di rumah mewah milik majikannya Dimas sangat kaget bahkan matanya tidak bisa berkedip melihat kemewahan rumah itu.


"Amira bagus banget rumah majikan mu,pantas saja kamu dikasih gaji banyak seharusnya kamu baik sama dia biar kamu dapat uang banyak,setelah modal cukup kamu bisa pulang lalu kita buka usaha." Ucap Dimas tidak tau malu.


Amira sama sekali tidak menjawab atau merespon setiap Dimas bicara,dia langsung masuk kedalam rumah saat melihat pintu terbuka.


Amira kaget melihat Dahlia sudah berdiri di ruang tamu bersama majikannya,Amira tidak menyangka kalau Adam bosnya sudah berada di rumah jam segini.


"Sayang...Kamu cepat sekali jalan." Dimas berlari kecil setelah dia tertinggal jauh dari Amira,matanya persis seperti pencuri saat memasuki rumah itu,dia melihat semua hal matanya mengelilingi seisi rumah.


"Maafkan saya tuan,....


Terlihat kemarahan di wajah Adam apalagi saat melihat Amira membawa suaminya ke rumah,dia menghampiri Amira dan menatap sinis kepada Dimas,rasanya dia ingin menendang pria itu pergi dari rumahnya.


"Di rumah ini tidak butuh pelayan lagi,sekarang kamu pulang semua sudah punya tugas masing-masing."


Amira sangat kaget mendengar kata-kata Dimas dia mengira Adam berbicara kepadanya,padahal itu untuk Dahlia yang sudah dia keluarkan secara halus beberapa bulan yang lalu.

__ADS_1


"Tuan memecat ku?" Wajah Amira pucat pasi begitu juga dengan Dimas,dia sangat gelisah kalau sampai Amira tidak bekerja siapa yang akan membiayai orang tua dan adiknya sementara gajinya,jangankan untuk membantu ibunya untuk biaya bulanan mereka saja semakin tidak cukup.


Dimas menyenggol tangan Amira,dia seakan memberi isyarat untuk membujuk majikannya untuk tidak memecatnya.


"Kenapa...Bukan kah kamu sudah tidak butuh dengan pekerjaan ini,kamu berani pergi tanpa pamit dari ku itu artinya kamu sudah hebat,dan sekarang kamu membawa pria ini,kamu pikir rumah ini rumah mu?"


"Maafkan saya tuan,jangan pecat istri saya,saya yang ingin datang kesini aku ingin tau bagaimana kehidupan istriku disini dan juga orang seperti apa majikannya ,ternyata Amira memiliki majikan hebat seperti anda." Ucap Dimas.Dia memuji Adam setinggi langit dia mengira dengan begitu semua rencananya terhadap Amira berjalan dengan mulus.


Adam menatap Dimas dari atas sampai kebawah melihat wajah munafik Dimas ingin rasanya dia melayangkan pukulan keras di wajahnya.


Dahlia keluar dari ruangan itu,dia tau kalau kata-kata barusan untuk dirinya,sementara Amira menunduk ketakutan,dia takut sekali kalau sampai majikannya memecatnya.


"Siapa yang menyuruh kamu membawa suami mu kerumah ini?" Adam sangat cemburu saat dia mendengar kata-kata yang di ucapkan oleh Dimas.Dia sangat bahagia saat melihat Amira kemabli rasanya semangatnya kembali berkobar dalam hatinya.Peran Amira dalam hidupnya sangat besar,bahkan dia sudah mengirim ibunya ke Amerika itu karena dia ingin menjadikan Amira sebagai perawat pribadinya.


"Sayang...Kapan kita ke bank,aku tidak bisa lama-lama menemani mu disini,kamu kan tau rencana masa depan kita sangat penting,aku harus mulai dari sekarang." Ucap Dimas,dia tidak peduli sama sekali tatapan Adam yang begitu sinis untuknya.


"Mas aku minta maaf sepertinya aku kehilangan KTP,aku baru sadar ternyata dulu aku kena rampok jadi aku tidak bisa ambil uang dari tabunganku,maafkan aku."Wajah Dimas langsung berubah,dia marah dan kesal karena Amira mempermainkan dirinya.


"Amira....Apa maksud semua ini,kamu gila,kamu sengaja mempermainkan aku,dasar istri durhaka kamu sama suami kamu!!" Ucap Dimas.Terliat kemarahan di wajahnya bahkan dia mengepal tangannya dia begitu marah karena tidak mendapat apa yang dia harapkan.


"Maaf ya mas aku masih banyak pekerjaan,lebih baik kamu pulang ke kampung,disana masih banyak menunggu mu,maaf aku belum bisa memberikan apa yang kamu inginkan,aku juga punya mimpi tampa harus kamu yang memulainya." Dimas melayangkan tangannya ke udara,tangannya hampir mendarat di udara seandainya Adam tidak menangkap tangannya.

__ADS_1


"Jangan sembarangan membuat keributan di rumah orang atau aku menuntut mu." Adam menghempaskan tangan dengan kasar setelah itu dia memanggil security.


Dua orang security berlari mendekati Adam,Dimas semakin panik,hari sudah mulai sore dan di kantongnya juga dia hannya punya uang sedikit saja,mungkin hannya cukup untuk ongkos ke kampung.


"Usir manusia tidak berguna ini,aku tidak sudi kedatangan sampah ke rumah ini." Ucap Adam,Dimas benar-benar kaget saat melihat Amira sama sekali tidak peduli dengan ucapan kasar majikannya.


"Amira kamu benar-benar istri durhaka,kamu akan menerima balasan atas perbuatan mu." Ucap Dimas sebelum kedua penjaga rumah menariknya dengan kasar dan melemparnya ke luar rumah.


"Amira biadap....Aku akan balas perbuatan mu,berani sekali kamu memperlakukan aku seperti ini." Dimas menjerit dari luar sebelum dia pergi meninggalkan tempat itu.


Amira membuka tirai jendela kamarnya dia mengintip dari kamarnya ada rasa sedih di hatinya,pria yang sangat dia cintai ternyata memanfaatkan dirinya untuk membiayai hidup orang tuanya sementara dirinya membiayai wanita lain.


"Kamu tega sekali mas melakukan semua ini,bagaimana bisa kamu begitu tega menyakitiku setelah pengorbanan dan kebaikan ku kepada mu." Ucapnya,kalau boleh jujur dia masih sangat mencintai Dimas suaminya.


Sebenarnya Amira tidak tega melakukan semua itu untuk Dimas,tapi dia sudah terlanjur sakit hati dengan semua perbuatan suaminya,dia menikah diam-diam dan memanfaatkan dirinya adalah perbuatan yang sangat kejam.


Dimas memaki Amira habis-habisan,bahkan dia menghubungi Amira dan memberi tahu semua perbuatan Amira kepadanya.Maya sebagai seorang ibu merasa terpukul atas perlakuan Amira kepadanya.


"Berani-beraninya Amira memperlakukan Dimas seperti itu,kalau pun dia benci kepadaku jangan menghukum Dimas seperti itu,bagaimana bisa dia membiarkan majikannya mengusirnya seperti anjing dari rumahnya." Ucap Maya.Dia begitu emosi mendengar semua cerita Dimas kepadanya.


Sementara itu Safira,sedang menyusun semua pakaian yang ada di tokonya ke sebuah goni besar,dia sudah mengajukan pinjaman tiga ratus juta ke rentenir,rencananya dia ingin kabur dari desa setelah cair semua pinjamannya,dia ingin membawa Dimas dan meninggalkan desa ini.

__ADS_1


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—


__ADS_2