Di Khianati Suami Kere Di Nikahi Konglomerat

Di Khianati Suami Kere Di Nikahi Konglomerat
Bab 60 ~ Menyadari ~


__ADS_3

Irawan keluar dari warung kopi setelan membayar kopinya barusan,dia berjalan kaki menelusuri jalan menuju rumah Adam Sanjaya mantan menantu ya yang pernah dia abaikan saat pria itu frustasi kehilangan istrinya waktu itu.


Dari kejauhan Irawan sudah melihat Jane yang berdiri persis di depan pagar rumah Adam,tidak ada yang menyadari kalau Jane beberapa hari ini selalu berdiri disana hannya malam dia pergi dari sana.


Irawan berlari kecil menghampiri Jane,wajah Jane pucat dan bibirnya juga pucat,dia tubuhnya gemetaran.


"Jane...Apa yang kamu lakukan disini ayo ikut papa..." Jane menoleh ke arah papanya tiba-tiba pandangannya kabur dan tubuhnya gemetaran dia pingsan tepat papanya menghampiri dia.


"Jane...Jane sadar lah,kamu jangan menghukum dirimu sendiri ini semua salah papa." Irawan menepuk wajah Jane beberapa kali tapi dia tetap tidak sadar dan pada saat itu sebuah taksi melewati mereka Adam langsung menghentikan taksi dan membawa Jane dari sana.


Irawan membawa Jane ke klinik terdekat,dokter menyuntikkan vitamin lalu menyuruh irawan untuk memberi makan Jane jika sudah siuman.


Irawan memegangi tangan Jane setelah dokter pergi dari sana,dia sangat menyesal karena telah memanfaatkan Jane selama ini hingga dia Jane kehilangan suami dan anaknya.


"Aku memang pantas kamu benci Jane,papa manusia yang tidak berguna papa sudah membuat hidup mu hancur seperti ini." Ucap Irawan sambil menangis menyesali semua perbuatanya.


Jane merasakan tangannya di sentuh orang,perlahan dia membuka matanya,dia cukup kaget saat melihat ruangan yang putih dan dia membuka matanya dengan sempurna hingga dia sadar kalau dirinya sudah di rumah sakit.


"Siapa yang membawaku kesini,dimana Aaron dan mas Adam dia kan yang sudah membawa ku kesini aku ingin pulang dimana mereka." Jane segera bangun lalu membuka infus di tangannya dan dia ingin turun dari ranjang rumah sakit.


"Jane papa yang membawa mu kesini,maafkan papa Jane...Papa menyesal untuk semua ini,papa tidak menyangka kamu akan menderita seperti ini." Air mata jane jatuh secara perlahan,sekarang dia baru sadar kalau kehidupan yang dia impikan sudah hilang dari hidupnya apalagi saat dia mengingat saat Adam menghempaskan tubuhnya dengan kasar dan ibu mertuanya memukulnya dengan kasar dan papanya memukul kepalanya di depan orang-orang.

__ADS_1


Jane sudah kehilangan semuanya,kehilangan suami yang mencintainya dan kehilangan anak yang tidak pernah dia rawat dengan tulus sejak dia lahir ke dunia ini.


"Tidak........Tidak....Tidak..." Jane menjerit kencang sampai akhirnya dokter berlari ke ruangannya dan saat itu jane kembali pingsan mungkin dia belum siap untuk menerima kehancuran hiduinya hannya karena menuruti semua keinginan papanya selama ini.


"Ada apa dengan pasien ini pak,aku harap dia jangan di bebani pikiran dulu,dia sepertinya depresi berat aku sudah menyuntikkan obat penenang biarkan dia tenang dulu pak,jangan dipaksa untuk melakukan apa pun." Ucap sang dokter.


Irawan mengangguk,setelah dokter keluar dari ruangannya dia juga keluar dari dalam lalu dia pergi ke taman belakang di sana banyak orang sakit yang sedang menghirup udara dan menikmati udara sore harinya.


Irawan melihat satu persatu orang-orang yang sakit ada beberapa orang yang menangis karena melihat kondisi keluarganya disini Irawan sangat bersyukur karena sampai detik ini dia masih menikmati hidup yang sehat.


"Ya Allah maafkan hamba mu ini,sekarang aku baru mengerti arti hidup yang sesungguhnya,sekarang aku sadar harta bukan lah segalanya,kita sampai hari ini sehat sudah menjadi kebahagian yang tidak ternilai."Ucapnya dalam hati.


"Papah....Kamu harus lebih semangat untuk sembuh ya,tiga Minggu lagi kalau kesehatan mu semakin membaik maka kamu bisa pulang dan kita bisa berkumpul dengan keluarga lagi." Ucap wanita itu sambil memijat pundak suaminya.


Irawan sangat terharu melihat kebaikan wanita itu terhadap suaminya yang lumpuh padahal dari penampilannya mereka hannya orang tidak mampu.


Irawan tiba-tiba teringat dengan mendiang istrinya,yang begitu perhatian dan baik hanya dianya saja yang tidak tau diri hingga sering membuat istrinya menangis bahkan di saat dia sedang sakit keras Irawan sama sekali tidak peduli dia sibuk dengan semua pacar-pacarnya.


Setahun setelah kematian istrinya dia yang tidak bisa menghandle perusahaan mulai goyah,apalagi setelah Jane menikah dia semakin tidak peduli dengan perusahannya dia hannya menghabiskan uang dengan wanita-wanita malam,hingga akhirnya perusahaanya terlilit hutang yang banyak.


Dan pada saat itulah Irawan memaksa Jane untuk membawa kabur seluruh harta suaminya mereka yang baru menikah lima bulan.

__ADS_1


"Tuan...Jane sudah bangun sepertinya dia sedang lapar." Seorang wanita berpakaian serba putih mengagetkannya dia cukup kaget karena dia sedang melamun dengan kejadian beberapa tahun silam.


Irawan bergegas masuk ke dalam kamar,dia melihat Jane lebih tenang tapi wajahnya masih pucat dan tatapannya sangat membuat Irawan takut.


Irawan meninggalkan ruangan itu lalu membeli nasi Padang yang tidak jauh dari tempat itu,mereka harus membiasakan diri hidup sederhana,karena uang pegangannya tidak terlalu banyak lagi.


"Jane...Kamu makan dulu ya,aku akan menyuapi mu?"


"Tidak perlu,kamu hannya perlu membayar tagihan rumah sakit hari ini aku ingin kembali menemui Adam aku harus bisa bersatu lagi dengannya."Ucap Jane lalu mengambil plastik dari tangan Irawan dengan kasar.


Irawan hannya bisa diam saat Jane bersikap kasar dan tidak sopan dengannya dia bisa maklum atas semua sikap Jane karena dia sendiri yang membuat hidup Jane menderita seperti ini.


"Maafkan aku Jane,mari kita mulai hidup yang baru,sekeras apa pun kamu berjuang mendapatkan Adam kamu tidak akan bisa lagi karena pesta pernikahan mereka akan segera di resmikan,tolong lah Jane maafkan papa...Aku tau papa salah papa bersalah sama kamu aku mohon." Wajah Irawan memelas dan sedih.


Jane membuang muka saat papanya meminta maaf,bukan tidak mau menerima permintaan maaf dari papanya tapi dia belum bisa menerima semuanya.


"Papa tolong bayar semua uang tagihan,setelah itu pergilah kemana pun papa mau,aku ingin sendiri papa,aku janji tidak akan kembali ke rumah Adam kalau pun aku kesana aku hannya ingin minta maaf kepada mereka semua termasuk kepada Aaron."Ucapnya dan matanya kembali berkaca-kaca.


"Baiklah terima kasih karena sudah menjadi anak yang baik untuk papa,aku tidak akan ganti nomor hubungi papa kalau kamu butuh,aku tinggal di rumah kita yang ada di perumahan citra indah."Ucap Irawan lalu dia keluar dari klinik.


πŸ’—πŸ’—πŸ’—bersambung πŸ’—πŸ’—πŸ’—

__ADS_1


__ADS_2