
Maya membelalakkan matanya melihat sikap asli dari Safira,dia tidak menyangka safira itu wanita yang sangat licik dan tidak punya etika sama sekali.Maya memegangi jantungnya dia sangat kaget melihat Safira yang datang dari dalam dan berdiri sambil berkacak pinggang dihadapannya.
"Aduh....Jantungku,Dimas aku ingin kamu segera cerai dengan wanita ini,ibu tidak mau mempunyai menantu sepertinya dia." Ucap Maya dengan suara yang lemah.
Dimas menghela napas berat,dia pusing memilih antara istri dan orang tuanya.Kalau dia membela Safira sudah pasti ibunya akan marah tapi dia juga tidak mau menuruti kata-kata ibunya karena dia masih sangat cinta kepada Safira.
"Bu,kita pulang sekarang." Ucap Dimas lalu menarik tangan ibunya dan meninggalkan Safira yang masih berdiri di tempatnya.
Setelah suami dan mertuanya pergi Safira menghela napas lega,bahkan dia tersenyum jahat melihat mertuanya yang tidak bisa berkutik di hadapannya.
"Kamu pikir aku seperti wanita yang kamu bayangkan,aku kemarin-kemarin baik sama kamu itu karena aku sedang mengambil simpati dari mu." Ucapnya dengan senyum jahat di wajahnya.
"Mam...Putra makan." Seorang pria kecil datang menghampirinya.Safira masuk kedalam butik lalu melayani putra kecilnya.Dia bersyukur Dimas tidak pernah bertanya tentang Putra bahkan sepertinya dia tidak peduli terhadap putra.
Putra adalah anak hasil hubungan gelapnya dengan majikannya waktu di luar negri dia bermain gelap dengan majikan prianya untuk mendapat uang yang banyak.
Maya keluar dari dalam mobil lalu dia menunggu Dimas di depan pintu mobilnya,setelan Dimas keluar Maya langsung menarik tangan Dimas menuju rumah kali ini dia ingin memberikan pelajaran kepada putranya.
bug....bug....bug...
"Anak kurang ajar kamu,anak durhaka,kamu mau ibu mengutuk mu,bisa-bisanya kamu menuruti semua keingian istri durhaka mu itu,kamu memang sangat bodoh kamu sudah di kuasai nafsumu...Dasar anak durhaka kamu." Maya memukul tubuh Dimas beberapa kali melampiaskan semua emosinya kepada Safira barusan.
"Sudahlah Bu....Sampai kapan ibu melakukan ini kepada ku,_
"Awas saja kalau sampai gaji mu kamu berikan untuk wanita biadap itu ibu akan bunuh diri agar kamu puas. Besok kamu gajian gaji ku berikan semuanya untuk ibu.Kamu tidak sadar kalau istri mu itu seorang pelacur,bahkan dia sampai punya anak tanpa suami,dasar ******." Maki Maya dia belum puas melampiaskan semua emosinya.
Dimas meninggalkan ibunya yang masih marah dan emosi,dia tidak berani lagi keluar dari pintu setelah melihat kemarahan ibunya.Besok hari dia gajian dia bingung membagi gajinya yang tidak seberapa,belum lagi Safira sudah katakan dari lain hari kalau nafkahnya tidak bisa kurang dari empat juta semetara gajinya sendiri hanya empat juta lima ratus.
__ADS_1
Dimas beberapa kali menghela napas berat,dia malas menghubungi Amira,penolakannya sebulan yang lalu membuatnya benci dengan istri sahnya.Dimas mengambil ponselnya yang ada di lemari,dia tidak pernah memegang ponselnya sejak dekat dengan Safira dia takut Safira cemburu.
"Sepertinya aku harus menghubungi Amira,aku akan minta uang kepadanya,aku tidak mau terjadi keributan besok hannya karena uang." Ucap Dimas.
Dimas kaget melihat banyaknya panggilan dan pesan dari istrinya,dia merasa kesal melihat panggilan itu.
"Apa dia gila menghubungiku sampai ratusan kali,aku rasa dia sudah gila." Ucapnya lalu dia menekan tombol hijau untuk memanggil Amira.
Sementara itu Amira dan beberapa pelayan sedang menemani Adam makan malam di rumah mewahnya,sudah menjadi kebiasaan Adam selalu ditemani para pelayan untuk makan mungkin untuk membuang rasa sepi yang ada di hatinya.
Semua orang yang ada di tempat itu merasa tegang,semua pelayan memang sangat takut jika Adam sedang berada di rumah dan mereka juga merasa bingung dengan tuanya yang sudah sering pulang ke rumahnya.
Pada saat Adam menyendok makanan ke mulutnya tiba-tiba ponsel Amira berbunyi dia sangat kaget dan dia juga tidak berani mengambil ponsel yang ada di sakunya.
"Kamu tidak mendengar ponselmu berbunyi?"
Adam minum air yang ada di depannya dan gelasnya sengaja di banting dengan keras hingga Amira dan orang yang ada disana ketakutan.
"Angkat disini,kalian semua pergi kecuali dia." Ucap Adam.Amira selalu kesal dengan Adam yang selalu kepo dengan hiduinya.
📞 Ha_halo mas ada apa?
Amira sangat gugup bingung ingin bicara apa,sebelumnya sudah banyak yang ingin dia tanya kepada suaminya tapi melihat majikanya ada di sana semua hilang dari pikirannya.
📞 Kamu sedang apa disana,kenapa suaramu sangat gugup sayang,aku sangat merindukan kamu,kita sudah lama tidak melakukanya,aku rindu pelukan dan ciuman mu sayang.
Amira sangat malu dan gugup dia menunduk dan tidak berani menatap majikannya,dia sangat yakin kalau Adam mendengar semua kata-kata manis suaminya karena nada suara suaminya sangat jelas.
__ADS_1
📞 Sayang kamu masih disana?
📞Iya aku masih disini aku mendengar apa yang kamu katakan.Aku juga merindukan kamu.
Dengan terpaksa Amira menjawab kata-kata suaminya,kerinduannya dengan suaminya sudah semakin besar,sedikit pun dia tidak curiga kepada suaminya,dia terlalu polos untuk mempercayai suaminya.
📞 Sayang kamu kapan pulang,aku kangen kamu aku ingin mencium bibirmu yang polos dan manis aku juga ingin menjamah tubuhmu.
Tidak tahan lagi mendengar kata-kata suaminya yang semakin vulgar Amira langsung memutuskan panggilannya.
"Kenapa dimatikan,aku bukan anak kecil lagi,aku juga ingin tau pria macam apa suami mu yang menyuruh mu bekerja di kota dan jarang menghubungi mu,hubungi kembali aku bisa pastikan suami mu hannya pura-pura dia hannya ingin menggoda mu agar kamu mau mengirim uang untuknya." Ucap Adam.Sebenarnya hatinya sudah sangat panas,kalau saja pria itu dekat mungkin dia akan menemui pria itu dan menghajarnya.
"Tuan...Aku memang pelayan disini tapi aku mohon tuan Jangan terlalu ikut campur dengan masalah pribadiku." Ucap Amira dengan nada kecil tapi cukup menekan.
"Hubungi sekarang,kamu akan percaya dengan kata-kata ku." Ucap Adam juga tidak mau kalah.Moodnya benar-benar memburuk saat mendengar kata-kata dari pria bajingan yang sangat dibencinya.
drttt.....drttt....
"Angkat....Kamu akan tau kalau apa yang aku katakan benar adanya."
📞 Sayang .... Kamu kenapa mengakhiri obrolan kita,aku masih merindukan kamu sayang,malam ini aku benar-benar ingin tidur bersama mu_
📞 Kenapa kamu tidak pernah mengangkat panggilan ku sebulan ini mas,apa ada wanita lain
📞 Sayang aku tidak ada wanita lain,aku merindukan kamu,kalau kamu mau aku bisa menemui mu ke Jakarta.
💗💗💗 bersambung 💗💗💗
__ADS_1